Langsung ke konten utama

Postingan

BIJAK BELANJA ONLINE

Postingan terbaru

CARA MENGATASI MUAL SAAT HAMIL

Beberapa hari belakangan ini, saya sedang mager (malas gerak) parah. Bahkan untuk nulis dan sosmed-an yang biasanya saya hobi banget pun, saya malas melakukannya. Masalahnya, kondisi hamil muda membuat saya mual-mual. Bukan hanya "morning sick", tapi "wholeday sick". Enggak parah sih, tapi ya... Mual saat hamil ini cukup mengganggu aktivitas.
Waktu kontrol ke dokter kandungan, saya enggak dibekali dengan obat mual. Karena memang obat mual sebaiknya enggak dikonsumsi secara ketergantungan. Akhirnya, rasa mual itu saya tahan saja. Berbagai cara saya lakukan untuk membuat rasa mual saat hamil muda ini reda. Ternyata usaha saya cukup berhasil. Apa saja yang saya lakukan untuk mengurangi rasa mual saat hamil muda? Simak tipsnya berikut ini, yuk!
Baca juga:KETIKA IBU HAMIL SAKIT Penyebab rasa mual saat hamil muda Kalau dari beberapa refernsi yang saya baca, penyebab mual saat hamil muda adalah karena perubahan hormon ibu saat hamil. Hormon Human Chorionic Gobadotropin (…

BAHU-MEMBAHU MEMBANGUN BUDAYA CINTA BUKU

Pagi tadi saya iseng mengajak kakak dan adik main ke Taman Sempur, Bogor. Tadinya saya hanya ingin mengajak anak-anak main di tempat terbuka, lalu saya teringat pernah membaca tentang KoLeCer (Kotak Literasi Cerdas) yang berada di taman ini. KoLeCer adalah sebuah kotak yang berisi berbagai koleksi buku untuk dinikmati para pengguna jalan dan pengguna taman secara bebas dan gratis. KoLeCer ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada bulan Desember 2018 lalu.
Koleksi KoLeCer ini cukup beragam, mulai dari buku anak sampai dewasa. Saya juga sempat melihat koleksi buku impor, lho! Buku-buku di KoLeCer ini sebagian adalah koleksi perpustakaan Kota Bogor, sedangkan sisanya merupakan donasi dari masyarakat.
Saya sempat mengobrol juga dengan petugas yang menjaga KoLeCer ini. Beliau bilang, setiap hari pengunjung bebas untuk membaca di tempat buku-buku yang ada di KoLeCer. Setiap hari sabtu, petugas dari perpustakaan Kota Bogor juga menyediakan lapak khusus yang berisi mainan d…

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Pernahkah Anda mengalami pengalaman yang mengganggu? Maksud saya adalah saking mengganggunya, pengalaman tersebut sampai mempengaruhi kehidupan Anda jangka panjang. Anda merasa terkungkung hingga merasa perlu berdamai dengan diri sendiri.
Ketika kecil, saya adalah anak yang kompetitif. Saya suka tampil di muka kelas, dengan sukarela menjadi pengurus kelas dan sering ditunjuk sebagai wakil sekolah. Bukan nyombong juga nih... Saya pun tak pernah absen mengisi peringkat tiga teratas. Intinya, pada dasarnya saya adalah anak yang cukup pede dan merasa punya modal untuk merasa pede.
Akan tetapi, semuanya berubah saat saya di bangku SD kelas V. Saya mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari oknum guru di sekolah saya. Guru tersebut menempeleng (mendorong kening hingga saya nyaris terjerembab) dan menyebut saya g*bl*k. Parahnya hal itu dilakukan di depan kelas saat jam pelajaran berlangsung. Alasannya karena saya mendapatkan nilai jelek di salah satu mata pelajaran muatan lokal. Seumur-umu…

TERINTIMIDASI DENGAN TEORI PENGASUHAN ANAK, PERLUKAH?

Akuilah bahwa mengasuh anak lebih banyak menggunakan rasa dan lebih sedikit menggunakan logika. Karena itulah mengasuh anak disebut dengan seni. Mengasuh menggunakan hati bukan hanya otak, maka tak perlu terintimidasi dengan teori-teori. Karena sesungguhnya teori pengasuhan anak hanya sekadar referensi, bukan untuk ditelan mati. Perlakukan anak lebih manusiawi dengan hati, bukan menjadi tropi untuk menunjukan prestasi.
Beberapa waktu lalu di grup Whatsapp emak-emak alumni kuliah saya terjadi diskusi yang cukup seru. Beberapa ibu curhat betapa mereka merasa terintimidasi dengan program salah satu komunitas yang dirasa terlalu idealis. Beberapa dari mereka merupakan anggota dari komunitas tersebut, namun justru merasa semakin enggak kompeten karena enggak bisa mengikuti program-program komunitas tersebut dengan baik.
Saya pun termasuk anggota komunitas tersebut dan mengakui kalau program komunitas tersebut memang cukup menantang untuk diikuti. Namun, saya tidak lantas berkecil hati dan…

TIPS SEMANGAT BERAKTIVITAS DI BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan tentu menjadi bulan yang dinantikan setiap kaum muslimin, tidak terkecuali para ibu muslimah. Meskipun begitu, bulan Ramadhan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu. Kondisi berpuasa ditambah aktivitas yang semakin bertambah bisa membuat kegiatan ibu keteteran.
Meskipun seharusnya Ramadhan menjadi momen untuk menahan dan menyederhanakan diri, namun, tidak bisa dipungkiri, tradisi di Indonesia yang harus menyediakan ta'jil dan makanan khusus, membuat kesibukan ibu bertambah. Belum lagi target-target ibadah yang ingin dicapai. Moms tentu tidak ingin, kan, Ramadhan berlalu begitu saja?
Seperti juga ibu lain, saya pun mengalaminya. Ditambah lagi, saya harus mengurus bayi dan balita. Akhirnya, di tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan saya sedikit keteteran. Ibadah kurang maksimal dan kondisi fisik juga terasa turun sekali saat akhir Ramadhan. Mulai tahun lalu, saya pun bertekad untuk menjalani bulan Ramadhan saya dengan lebih baik. Tahun ini, saya pun akhirnya mulai…

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja. 
Baca juga: MENCUCI DENGAN SABUN LERAK

Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco enzyme? Eco enzy…