Langsung ke konten utama

Postingan

AGAR RESOLUSI TAHUN TAHUN BARU TAK KANDAS DI TENGAH JALAN

Postingan terbaru

CERITA NUHA: KETIKA KAKAK BERTANYA TENTANG SURGA

"Mi, surga itu apa?" Si kakak tiba-tiba melontarkan pertanyaan. "Hmm... surga itu tempat yang istimewa. Cuma anak-anak baik dan sholeha yang bisa tinggal di sana," saya memeras otak memikirkan rangkaian kalimat sederhana yang mudah dipahami kakak. "..." hening si kakak sambil menunjukan ekspresi bingung. "Di surga ada banyak hal yang kakak sukai. Kalau kakak minta apapun, pasti Allah kasih," tambah saya. "Ada mainan?" tanyanya polos. "Ada" "Ada trampolin?" "Ada" "Ada es krim" "Ada" "Aku mau masuk surga," ujarnya sambil tersenyum dan berakhirlah diskusi kami.
Itu adalah sepenggal dialog saya dan kakak. Entah dimulai dari apa, kakak tiba-tiba bertanya tentang surga pada saya. Anak seusia kakak (4 tahun) memang sudah mulai kritis. Pola pikir yang berkembang juga membuat anak seusia kakak mulai mempertanyakan hal-hal yang lebih kompleks. 
Seperti curhat salah satu tetangga, ketika anaknya d…

5 JURUS MENGHADAPI "MOM SHAMING"

"Bu, ini kuping anaknya enggak pernah dibersihin, ya? Sampai kotor banget begini," kata salah satu dokter anak yang pernah menangani si kakak.
"Kasihan ya... si adik masih kecil, umminya udah  hamil lagi," celetuk tetangga ketika tahu saya hamil.
"Itu enggak ada baju yang lain? Anakmu dipakein baju sudah kumal begitu," 
"Duh... itu dedeknya nangis terus. Ibunya mana?"
"Anak-anak sering di bawa keluar, Bu... kan bagus sering kena matahari,"
Sebagian besar dari kita pasti pernah deh menerima komentar semacam itu, mau di depan atau di belakang kita. Apalagi dengan budaya kepo dan ikut campur yang kental banget di Indonesia, mengomentari cara orang lain mengurus dan mendidik anak sudah jadi hal yang sangat lumrah. 
Kalimat-kalimat  di atas adalah sebagian kecil komentar yang saya terima dari berbagai pihak terhadap cara saya mengurus kakak dan adik. Ada yang saya terima dari orang tua, keluarga, tetangga bahkan orang random yang saya engg…

JIKA CINTA MEMBACA, MENGAPA MASIH MEMBELI BUKU BAJAKAN?

Zaman masih kuliah dulu, saya termasuk orang yang tidak terlalu mempedulikan dari mana buku yang saya baca berasal. Asal butuh atau suka bukunya dan pas di kantong mahasiswa, saya pasti beli. Saat kuliah dulu memang marak banget praktik memotokopi buku, mulai dari buku kuliah untuk belajar sampai buku populer untuk dibaca saat senggang. Hasil cetakannya pun nyaris tidak bisa dibedakan dengan buku aslinya. Saya mengkategorikan diri saya saat itu sebagai awam atau mungkin kurang peduli saja, sih.
Sampai akhirnya saya mulai "nyemplung" di dunia literasi. Kalau sebelumnya saya hanya menjadi penikmat buku, kini saya mencoba untuk belajar menulis dan menerbitkan buku. Alamak! Ternyata perjuangan untuk menghasil sebuah karya buku saja sangat berdarah-darah (kalau boleh saya lebay mengumpamakan).
Baca juga: BAHU MEMBAHU MEMBANGUN BUDAYA CINTA BUKU
Dari mulai menemukan ide orisinil yang ternyata susah luar biasa. Belum lagi ketika mengolah ide dan menuangkannya menjadi tulisan. Buka…

MENGATASI SAKIT GIGI SAAT HAMIL

Pernahkah Moms merasakan sakit gigi saat hamil? Kebayang deh rasa sakitnya, macam ditinggal mantan pas lagi sayang-sayangnya (wkwkwk, terekdungces!). Sakit gigi saat hamil itu memang enggak nyaman banget. Sudahlah sakit, terus kita enggak bisa sembarangan minum obat.
Kondisi hamil memang membuat Moms harus menjaga banget asupan yang masuk ke dalam tubuh. Salah-salah, apa yang kita makan bisa berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan janin. Tetapi kalau sakit gigi saat hamil dan enggak tertahankan lagi, kita harus bagaimana dong?
Saya sendiri mengalami saat kehamilan ketiga ini. Gigi graham belakang saya yang memang sudah patah sebelum hamil, semakin berulah sejak saya berbadan dua. Graham yang patah jadi berlubang dan sakit luar biasa, sampai saya hanya bisa menggunakan satu sisi mulut saat makan. Karena mengganggu, saya konsultasikan pada dokter kandungan, karena saya khawatir kalau langsung ditreatemen di dokter gigi ada risiko-risiko kesehatan bagi janin saya.
Sewaktu saya ko…

SEBUAH NYAMBUNGLOGY ANTARA STOISISME DAN MENJADI ORANG TUA ANTI STRES

Berapa banyak dari moms yang merasa menjadi orang tua itu sulit banget? Banyak hal yang kita rencanakan, namun tak berjalan sesuai keinginan. Anak susah makan, susah diatur atau sakit. Belum lagi menghadapi berbagai komentar orang tentang cara kita mendidik dan membesarkan Si Buah Hati. Tidak jarang kita pun merasa tertekan menjalani peran sebagai orang tua. Salah-salah kita pun bisa menjadi stres.
Sebagai ibu yang enggak jauh berbeda dengan Anda, saya pun sering merasa seperti itu. Bahkan saya pernah berada pada titik di mana saya bertanya: "Ngapainsih saya melakukan ini semua?" 
Kebanyakan stres yang saya alami disebabkan karena saya terlalu keras terhadap diri sendiri. Mendorong diri secara berlebihan untuk melakukan segala sesuatunya sempurna. Tujuannya tentu saja untuk memuaskan orang lain, entah suami, entah anak-anak bahkan orang lain yang saya enggak kenal. Saat apa yang saya harapkan enggak terjadi, bisa ditebak apa yang terjadi pada diri saya, yup, kecewa, sedih d…

CARA MENYAPIH ANAK: PENGALAMAN MENYAPIH BABY ZEE

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, tidak terkecuali saya. Untuk nutrisi, saya selalu berpikir bahwa memberikan ASI adalah asupan yang terbaik. Namun, idealisme saja ternyata tidak cukup. Memberikan ASI pada buah hati ternyata tidak semudah menyodorkan payudara pada bayi.
Saat kakak lahir, bayang-bayang indah tentang memberikan ASI sudah melayang-layang dalam pikiran. Inisiasi menyusui dini dan bayangan saat saya menyusui kakak sambil mengantarkannya tidur sudah muncul bahkan saat kakak masih dalam kandungan. Tetapi ternyata bayangan itu harus buyar. Qadarallah, kakak masuk NICU selama satu bulan saat dilahirkan. Jangankan menyusui, menyentuhnya saja baru bisa saya lakukan dua pekan setelah ia dilahirkan. Itu pun dengan kondisi tangan dan baju steril.
Saat adik lahir, impian melakukan inisiasi menyusui dini akhirnya terwujud. Sampai sekarang saya masih bisa membayangkan wajah pertama adik saat merayap di atas dada saya mencari puting susu, priceless! Sek…