Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

INVESTASI: SOLUSI JITU #CerdasDenganUangmu PERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN Si KECIL

Tahun depan, saya berencana untuk mulai hunting sekolah untuk kakak. Berhubung si kakak kelihatannya sudah punya ketertarikan untuk belajar, ditambah usia yang sudah cukup juga. Pas banget, sekarang ini lagi momen persiapan tahun ajaran baru. Saya pun browsing cari informasi tentang biaya sekolah. Meskipun masih tahun depan, paling enggak, saya punya gambaran kira-kira harus menyediakan dana berapa banyak. 
Dari hasil berselancar online, saya pun menemukan beberapa referensi dan alamak! Mahal betul biaya sekolah TK ya Moms! Sebagai gambaran, biaya sekolah TK di Bogor itu kisaran antara 10-12 jutaan. Itu baru uang muka plus SPP ya Moms, belum seragam, uang pendaftaran, simpanan pengaman pendidikan dan lain-lain.
Yup! Inflasi pendidikan di Indonesia ini memang cukup tinggi. Lembaga keuangan Jiwasraya menyebutkan asumsi angka kenaikan inflasi mencapai 15% untuk sektor pendidikan (edukasi.kompas.com). Bayangkan saja, berapa banyak dana pendidikan yang harus disiapkan ketika kakak masuk se…

[TIPS] JADI ORANG TUA ASYIK BUAT ANAK ERA DIGITAL

Istilah era digital, rasanya sudah tidak asing lagi bagi kita. Dengan kemajuan teknologi, dunia digital seakan jadi kebutuhan pokok layaknya makanan yang kita konsumsi setiap hari. Tak terkecuali anak-anak kita, mereka juga menjadi sangat lekat terhadap dunia digital. Dari survey yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ditemukan bahwa 98 persen anak tahu tentang internet dan 79.5 persen diantaranya adalah pengguna internet. Angka yang sangat fantastis, meski saya sebenarnya tidak terlalu kaget. Mengingat di lingkungan sekitar saya saja, pengguna gadget usia dini itu buanyaaaak banget. Dari kelekatan anak dengan gadget dan dunia digital itulah kemudian lahir istilah anak era digital. Sebenarnya apa sih anak era digital itu? Bagaimana mendidik anak era digital?

Secara garis besar, anak era digital adalah anak-anak yang lekat dan sangat familiar dengan dunia digital bahkan sejak usia yang masih sangat dini. Teknologi memang seakan meringsek ke dalam keluarga kita, ya,

ASYIKNYA MELATIH MOTORIK ANAK SAMBIL BERMAIN

Tahun ini, kami sekeluarga memang sudah berencana untuk berlibur ke pantai. Berhubung, kami memang belum pernah mengajak anak-anak untuk mantai. Saya pribadi juga lebih suka jalan-jalan ke pantai dibanding ke gunung, karena bagi saya, pergi ke pantai itu lebih simpel,  baik dari segi bawaan traveling maupun permainan. 
Di pantai, anak-anak bisa bebas main di ruang terbuka. Mau main pasir, lari-larian atau berenang, itu terserah mereka. Mengajak anak-anak untuk main ke pantai itu seperti cara mudah untuk menstimulasi kemampuan motorik mereka. Kemampuan motorik termasuk elemen penting perkembangan anak. Kemampuan motorik dibagi menjadi kemampuan motorik kasar yang melibatkan kerja otot-otot keras seperti kemampuan berlari, berjalan, melompat dan sebagainya,  dan juga kemampuan motorik halus yang melibatkan kerja otot-otot halus, seperti kemampuan menulis, menjumput, mencubit dan sebagainya. Kemampuan-kemampuan ini penting nantinya untuk menunjang aktivitas anak di kemudian hari. 

Kembal…

MENANTI FAJAR DI KAKI LANGIT WONDERFUL INDONESIA

Jam di ponsel saya masih menunjukan pukul 03.00 pagi. Ini masih terlalu awal untuk bangun, tapi saya dan rekan lainnya sudah terjaga dan bersiap untuk berangkat. Berat rasanya untuk mandi, karena udara dingin menusuk tulang. Saya pun memutuskan untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi. Hmm... Setidaknya orang tidak akan terganggu saat berdiri di dekat saya karena aroma tubuh yang kurang sedap,hehe. 
Sebuah mobil Daihatsu keluaran lama sudah menunggu kami di luar wisma tempat kami menginap. Pintunya reot, saya sedikit skeptis dengan kemampuan mobil itu untuk membawa kami ke tujuan. Saya memilih duduk di sebelah supir. Susah payah saya menutup pintu reot itu, ternyata pintunya memang rusak, sehingga saya harus menyelotnya dengan selot pintu dari dalam (gubrak!).
Perjalanan kami cukup memakan waktu, saya tidak terlalu memperhatikan berapa lama perjalanan kami, karena jam biologis saya tidak bisa berkompromi. Saya tak bisa menahan kantuk dan tertidur selama perjalanan. Deru kencang mobil Daih…

MENANAMKAN PENDIDIKAN SEX PADA ANAK

Kalau mendengar kata "sex", dahi kita mungkin langsung mengerut. Tabu, bisa jadi itu yang ada dipikiran kita. Padahal sex tidak melulu berhubungan dengan hal yang mungkin sedang Moms pikirkan saat ini. Sex mengandung cakupan yang cukup luas, meskipun memang masih berhubungan dengan jenis kelamin. 
Baca juga: 5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS
Tahukah Moms kalau pendidikan sex saat ini cukup penting? Mengingat maraknya kejadian sex pra nikah dan pelecehan seksual. Bagi saya, membekali anak-anak saya sedini mungkin sangat penting. Paling enggak mereka tahu bagaimana cara menjaga diri dengan menghindarinya. Membekali anak dengan pendidikan sex pada usia dini tentu bukan perkara yang mudah. Kita sebagai orang tua harus dapat mengkomunikasikan sesuai dengan tahapan usia anak. Konten pengetahuan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan usia anak. Intinya sebagai orang tua, membekali anak dengan pendidikan sex harus sangat hati-hati. Ditambah lagi, rasa ingin tah…

TIPS BELANJA HEMAT ALA POSITIVE MOM

Sudah tanggal tua nih Moms, bagaimana keuangan keluarga hari ini? Sering enggaksih merasa gaji setiap bulannya hanya numpang lewat saja. Sedih ya... Tapi mau bagaimana lagi? kebutuhan rumah tangga itu kan memang banyak sekali. 
Baca juga:TIPS AGAR KEUANGAN KELUARGA TIDAK JEBOL
Keluarga kami pun kadang mengalaminya, rasanya setiap bulan kok ada saja pengeluaran tambahan. Pengeluaran bukannya semakin bisa dikontrol malah jadi jebol. Padahal kalau dipikir-pikir setiap bulan kami sudah cukup berhemat, mengurangi makan di luar, mengurangi pembelian yang kurang berfaedah, pokoknya hanya membelanjakan uang untuk keperluan yang penting-penting saja. 
Tapi tahu nggak sih Moms kalau ternyata kebanyakan dari kita itu adalah pembeli yang impulsif! Rencananya cuma mau beli bahan-bahan basahan saja sama sayur-sayuran, eh... pulang-pulang malah beli segudang cemilan, sarung bantal sofa baru, sendok makan dan barang-barang lain yang nggak relevan. Yes! belanja itu memang harus pakai seni. Karena kal…

INTERNET DAN IBU ERA DIGITAL

Bukan lagi jadi rahasia, kalau internet sudah menjadi salah satu kebutuhan wajib untuk semua orang. Akrab dengan internet juga menjadi gaya hidup. Kini kapan pun dan di mana pun rasanya orang pasti berinternet. Dari yang sekedar hanya bersosial media, sampai yang menjadikan internet sebagai mata pencarian. 
Ibu rumah tangga pun tak mau ketinggalan. Kalau dulu ibu rumah tangga identik dengan gatek alias gagap teknologi, sekarang mayoritas ibu rumah tangga sangat lekat dengan benda yang satu ini. Memang... Internet itu ibarat pisau bermata dua, bisa jadi membawa manfaat besar bagi penggunanya, tapi juga bisa melakukan sebaliknya. 
Ditulisan sebelumnya saya pernah menuliskan tentang ironi ibu di era digital, ya... Walaupun enggak semua ibu demikian, tapi sedihnya sering saya menemui ada ibu yang demikian. Namun bukan juga berarti internet itu jelek, sebagai ibu rumah tangga, saya malah merasa internet membawa manfaat besar bagi kehidupan saya. 
Internet dan Sosialisasi di Dunia Maya
Siap…

5 CARA SAYA MEMBELANJAKAN UANG

Kalau Moms punya uang 2 juta rupiah untuk dibelanjakan setiap bulannya, kira-kira Moms ingin beli apa? Ceritanya uang itu sudah bersih dipotong pajak dan derma, jadi full untuk dihabiskan saja. Hayo... Kira-kira mau dihabiskan untuk apa? 
Baca juga:Tips Agar Keuangan Keluarga Tidak Jebol
Tulisan kali ini edisi berandai-andai ya... Supaya enggak bosan kasih tips melulu kan.... Seandainya saja setiap bulan saya memiliki uang 2 juta rupiah yang bebas saya habiskan, saya akan membelanjakannya untuk lima hal berikut ini:
Nabung investasi
Investasinya dalam bentuk jangka pendek, bisa modalin orang (atau diri sendiri) jualan kue atau nabung buat beli logam mulia atau SUKUK (surat berharga syariah). Berhubung uang setiap bulan hanya 2 juta, jadi enggak cukup kalau langsung dibelikan emas ukuran besar, jadi nabung dulu deh sampai uangmya cukup, hehe. 
Kenapa nabung investasi? Apa bedanya dengan nabung biasa? Tentu saja peruntukannya yang beda. Kalau punya uang, kadang kita hanya fokus membeli …

4 HAL YANG HARUS MOMS LAKUKAN SEBELUM RESIGN

Sebelum menjadi ibu rumah tangga, saya menjalani karir sebagai seorang bankers di salah satu bank syariah di Jakarta. Jam kerja yang panjang dan tuntutan kerja yang harus mobile ke luar kota membuat saya berat meninggalkan kakak saat itu. Akhirnya dengan risiko terkena denda karena baru saja menyelesaikan pendidikan untuk kenaikan pangkat, saya pun memutuskan resign dari pekerjaan saya. 
Lucunya, Setelah saya berhenti, saya menerima tanggapan yang beragam. Ada yang mengapresiasi dan memberikan semangat untuk langkah yang saya ambil, tapi ternyata tak sedikit yang mengkritik bahkan mencibir. 
"Sayang banget! Dibiayain sekolah tinggi sama orang tua malah jadi ibu rumah tangga"
"Berhenti kerja? Wah... Berarti beban suami makin bertambah ya"
"Nanti ngapain kalau di rumah aja? Bosen di rumah, nanti malah rewel ke suami"
Njleb
Tapi mau bagaimana lagi, kita kan enggak bisa mengendalikan mulut orang. Tapi kabar baiknya, kita bisa mengendalikan perasaan kita. Awaln…