Langsung ke konten utama

10 TIPS PACKING PRAKTIS KETIKA TRAVELING DENGAN SI KECIL

Bepergian dengan keluarga tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan. Menghabiskan waktu berkualitas dengan liburan dapat menyegarkan pikiran dan mempererat hubungan keluarga. Namun bepergian dengan keluarga bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk urusan packing kebutuhan selama menginap. 

Saya dan keluarga terkadang juga bepergian bersama, sekedar menginap di rumah nenek, jalan-jalan ke luar kota sampai mudik saat lebaran. Bepergian dengan batita berusia 2 tahun tentu membutuhkan persiapan tersendiri. Biasanya kami berpergian mulai dari 2-7 hari. Terbayang deh banyaknya kebutuhan yang harus disiapkan selama bepergian bersama si kecil. Dari pengalaman saya bepergian bersama si kecil, berikut saya tuliskan tips packing praktis untuk moms:

1. Buatlah packing list. Tujuannya adalah agar tidak ada kebutuhan yang terlewat untuk dibawa. Saya biasanya membagi kebutuhan si kecil dan kebutuhan saya dan suami. Periksa kembali daftar yang sudah moms buat sebelum berangkat. 
2. ‎Lipat dan tempatkan pakaian di koper secara vertikal. Apakah moms pernah mendengar tentang "Konmari Method"? Konmari Method adalah seni menata dan merapikan yang dikembangkan oleh seorang penulis Jepang bernama Marie Kondo. Metode yang sangat terkenal dari Konmari Method adalah cara melipat pakaian. Berikut saya sertakan video cara melipat ala Konmari Method. 

3. ‎Tata barang-barang kecil, seperti pakaian dalam, alat mandi, obat-obatan, keperluan si kecil, dsb ke dalam pouch/tas kecil agar tidak tercecer dan mudah diambil saat diperlukan. 
4. ‎Pindahkah produk-produk kecantikan ke dalam wadah kecil (travel size). Moms juga dapat memanfaatkan sampel produk yang diberikan produk-produk bayi dan juga sabun dari hotel agar lebih praktis. 
5. ‎Pisahkan barang-barang yang akan digunakan sewaktu-waktu di perjalanan, seperti botol susu, pospak, cemilan, dsb ke dalam tas tersendiri. Gunakan tas ransel agar lebih praktis dibawa. 
6. ‎Jangan lupa untuk menyiapkan barang-barang keperluan si kecil. Barang-barang yang biasanya saya siapkan antara lain: minyak telon, salep kulit, termometer, obat panas, nosedrop, mainan secukupnya, jaket, camilan dsb.
7. ‎Jika si kecil masih menyusu ASI, jangan lupa untuk membawa pompa ASI, Ice Gel dan apron menyusui. Gunakan plastik ASI untuk menyimpan hasil perahan, agar lebih praktis dibandingkan dengan menggunakan botol kaca
8. ‎Jika si kecil masih makan MPASI, tempatkan makanan yang sudah dihaluskan ke dalam plastik-plastik kecil lalu tempatkan ke dalam tas khusus berisi ice gel agar lebih awet atau moms juga dapat membawa makanan instan siap seduh jika ingin lebih praktis. 

Catatan: kalau moms menginap di hotel, moms biasanya dibolehkan untuk menitipkan ASI dan MPASI di kulkas dapur mereka. Moms persiapkan saja wadah khusus untuk menempatkan ASI dan MPASI agar lebih higienis. 

9. Untuk mensterilkan botol susu si kecil, moms dapat membawa wadah kontainer tertutup yang cukup besar. Caranya tempatkan botol susu yang sudah dicuci bersih, kemudian siram dengan air matang panas (saya gunakan air minum kemasan yang dimasak hingga mendidih). Tutup wadah kemudian guncang-guncangkan selama beberapa waktu. Botol pun siap digunakan kembali. 
10. Packinglah seringkas mungkin. Kalau saya lebih suka menggunakan satu koper besar untuk semua kebutuhan saya,  suami dan si kecil, lalu ditambah dengan satu buah ransel yang cukup besar untuk menyimpan barang-barang yang akan digunakan sewaktu-waktu. Namun,  saya juga menyiapkan 1-2 goodie bag yang saya lipat, seandainya nanti dibutuhkan untuk menyimpan barang-barang tambahan, seperti oleh-oleh.

Liburan dengan keluarga tentu sangat menyenangkan, tapi jangan sampai liburan kita terganggu karena harus repot membawa bawaan yang tidak praktis atau barang yang tertinggal. Pastikan kebutuhan si kecil tetap terpenuhi dan jangan segan untuk berimprovisasi selama di perjalanan ya moms. Selamat berlibur! 

Sumber Foto:
Travelfashiongirl.com

Sumber Video:
Youtube Crown Publishing Books "Marie Kondo:Folding Tutorial, Spark Joy Book Trailer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?