Langsung ke konten utama

ALTERNATIF LIBURAN KELUARGA: MENGUNJUNGI MUSEUM BATIK PEKALONGAN

Jika moms sedang di Pekalongan, sempatkanlah mampir ke Museum Batik Pekalongan. Museum yang terletak di Jalan Jatayu No. 3 Pekalongan ini menawarkan beragam pameran jenis batik mulai dari sabang sampai merauke. 
Museum yang berada di dekat alun-alun kota pekalongan ini buka setiap hari sejak pukul 08.00-15.00, kecuali pada hari-hari besar. Museum Batik Pekalongan diresmikan oleh Presiden kala itu,  yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. 
Saya dan keluarga juga pernah menyempatkan ke sana. Dengan membayar tiket masuk seharga Rp5.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak, moms dan keluarga sudah dapat menikmati salah satu kekayaan bangsa Indonesia, yaitu batik. Di lobby museum, saya dan keluarga langsung disambut oleh seorang pemandu, yang kemudian mengajak kami berkeliling dari satu ruang pameran ke ruang pameran lain. Ada berbagai jenis batik di sana, dari situ saya jadi tahu ternyata ada juga batik dari daerah Papua. Selama ini saya pikir batik hanya dari daerah Jawa saja. Ternyata hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki khas batiknya sendiri, ada batik Aceh, batik Jambi,  batik Bali sampai batik Maluku pun ada. Batik-batik tersebut dipamerkan di dalam sebuah kotak kaca yang disorot lampu, sehingga menonjolkan keindahan batik-batik tersebut. Sambil menikmati berbagai jenis kain batik di ruang pameran, pemandu akan menjelaskan sejarah berdirinya museum tersebut dan juga menjelaskan kekhasan batik dari setiap daerah. Selain kain batik, museum ini juga memamerkan wayang beber dan alat tenun tradisional. Ditambah lagi dengan peralatan-peralatan untuk membatik seperti canting, cap batik, dsb yang dapat menambah  khasanah wawasan dan pengetahuan. 
Bagian dalam ruang pameran

Selesai berkeliling, moms bisa mengajak anak-anak untuk belajar membatik juga loh. Akan ada seorang pemandu yang mengajarkan tahap demi tahap cara pembuatan batik. Seingat saya ada tarif tambahannya, tapi saya lupa berapa. Waktu itu saya pun tidak mau ketinggalan untuk ikut mencoba. Dengan berbekal sepotong kain dan canting, jadilah kain batik hasil rancangan saya sendiri. Kain tersebut boleh dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Jika moms tidak ingin ikut belajar membatik, moms bisa duduk-duduk di area taman yang ada di tengah museum. Area ini sangat asri dan bagus digunakan sebagai spot berfoto.
Belajar membatik
Kalau moms dan keluarga belum puas berkeliling,  mampirlah juga ke toko cenderamata yang ada di bagian depan museum ini. Toko ini menyediakan beragam buah tangan berbahan dasar batik yang bisa moms bawa pulang. Ada tas, wayang, sandal, dompet dan masih banyak lagi. Harganya pun relatif murah, jadi moms tidak perlu khawatir untuk urusan budget
Masih belum puas juga? Moms bisa menyeberang ke bagian depan museum ini. Ada taman yang menyajikan tulisan "Batik" raksasa. Moms bisa menjadikan tempat ini sebagai spot foto bersama atau sekedar duduk di bawah pohon sambil menikmati jajanan kaki lima yang ada di sekitar taman tersebut. 

Berlibur ternyata tidak harus mahal dan tidak melulu harus bersenang-senang saja. Menghabiskan waktu di museum juga sangat menghibur dan juga menambah pengetahuan. Dengan mengujungi museum ini, kita pun ikut serta dalam melestarikan budaya batik. Agar anak-anak kita juga mengetahui sejarah dan asal usul batik sebagai budaya asli Indonesia serta menanamkan kebanggaan karena memilikinya. Jadi sebelum melipir ke Pasar Batik Sentono,  jangan lupa sempatkan untuk mampir ke museum ini ya mom! 

Sumber foto:
www.museumbatikpekalongan.info

Dokumentasi pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?