Langsung ke konten utama

PUDING ROTI

Makanan ini jadi andalan banget buat ibu saya dari zaman dulu, karena bahannya mudah didapat. Kadang mamah sengaja buat puding ini untuk menghabiskan sisa roti yang enggak termakan sejak Kemarin, hehe. Kalau mamah sudah buat puding roti ini, hmm.. Saya dan saudara-saudara saya langsung girang banget dan dijamin pudingnya akan ludes dalam waktu singkat. Kalau yang difoto ini adalah replikasi dari resep mamah. Kira-kira begini resepnya:


Bahan-bahan:
  • 5 lembar roti tawar, sobek-sobek kasar (saya pakai roti tawar yang ada kulitnya) 
  • 3 sendok makan butter/margarin (saya pakai butter karena lebih harum) 
  • 200 ml susu cair
  • 3 sendok makan gula palem/ 1 keping gula merah
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • Meises dan keju cheddar untuk topping
Langkah:
  • Campur roti tawar dengan butter yang telah dicairkan.
  • Larutkan gula ke dalam susu cair. Kemudian tuangkan ke dalam wadah berisi roti yg telah tercampur dengan butter cair. 
  • Tambahkan telur ayam yang telah dikocok lepas. 
  • Tambahkan keju cheddar parut sesuai selera. Aduk rata. Kemudian tempatkan ke dalam wadah. Beri toping keju apabila suka lebih gurih.
  • Siapkan wadah kukusan. Kukus 30 menit. Setelah matang, diamkan sejenak hingga adonan turun. Setelah itu baru diangkat.
  • Tambahkan gula palem, meises atau bubuk kayu manis di atasnya apabila suka. Puding roti lezat siap disantap!😋


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…