Langsung ke konten utama

SETIAP EMAK BERHAK BERMIMPI


Siang ini saya tertegun melihat timeline FB, senior saya yang hanya terpaut 1 tahun baru saja menerbitkan buku keduanya. Baru kemarin juga saya melihat di instagram, salah satu junior saya malah, membuat sebuah program penggalangan baju muslim dan hijab layak pakai untuk dibagikan kepada ibu2 di daerahnya. Belum lagi kemarin ini, saya dibuat takjub dengan teman seangkatan saya yang kembali sekolah mengambil S2 setelah belum lama melahirkan anak kedua atau teman saya yang lain lagi, yang bisnis onlinenya kian hari kian sukses, hingga ia kewalahan dan sedang mencari pegawai untuk membantunya. Lalu, saya sendiri sudah berbuat apa? 

Membuka sosmed memang menjadi hiburan tersendiri ya moms, apalagi bagi ibu rumah tangga yang sehari-hari waktunya didedikasikan untuk suami dan anak. Namun melihat sosmed kadang terasa "makan hati", karena kita melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih "kinclong" dibandingkan hidup kita. Akhirnya diujung hari, bukan rasa syukur yang terucap, yang ada malah keluh kesah. "Bi, ummi jenuh.. " atau "Bi,  ummi kok ngerasa useless ya? ". Perasaan seperti itu sebetulnya wajar, wajar banget malah. Apalagi kalau sebelumnya kita sudah pernah merasakan sibuknya aktifitas di luar rumah, pasti tinggal di rumah saja dan sehari-hari cuma berkutat dengan aktifitas domestik bakal bikin kita cepat bosan. 

"Tapi kok dia bisa ya? Anaknya "berentet", tapi masih bs beraktifitas ini dan itu. Kalau saya bisa pipis dengan tenang aja udah anugerah banget deh.. ". Menurut saya, itu karena setiap orang punya ritme dan waktunya sendiri. Dulu mungkin mereka juga pernah ga tenang waktu pipis (hehe), tapi hari itu sudah berlalu untuk mereka karena mungkin anaknya sudah besar dan punya aktifitas sendiri; atau mereka punya kondisi yang lebih memungkinkan, dibantu ART atau ada keluarga yang bs dititipi di rumah, bisa nyetir kemana-mana atau malah mungkin punya supir yang siap antar. 

Menjadi ibu memang bukan peran yang mudah ya moms? Ibaratnya seperti kita mewakafkan tubuh, hati, pikiran dan waktu kita untuk keluarga. Pasti terkadang terselip keinginan untuk kembali ke zaman saat belum ada yg "ngerendolin" kita kemana-mana,sehingga kita bebas mau melakukan apa saja. Namun, kadang manusia perlu berhenti sejenak. Mengkaji ulang rencana-rencananya. Menata kembali mimpi-mimpinya. Saya ingat disebuah kulwap yang saya ikuti tidak lama setelah saya resign dari pekerjaan saya sebagai bankers, saya curhat habis2an disitu. Waktu itu pembicaranya menanggapi, "Sekarang ikhlas saja bun,  nanti seiring dengan berjalannya waktu, Allah akan berikan bunda peran yang lebih luas." Kalimat sebaris yang "njleb" untuk saya. Dari pada kita sibuk melihat kehidupan orang lain, lebih baik kita fokus pada diri kita. Seperti prinsip orang Swedia, Lagom, atau hidup dengan yang ada. Setiap orang punya Lagom yang berbeda, maka cukup fokus dengan Lagom kita, karena kita tidak bisa membandingkan Lagom kita dengan milik orang lain. Ikhlas saja dengan peran kita sekarang, jalani dengan sebaik-baiknya, karena kelak waktu kita pun akan tiba. Tapi jangan jadikan ini sebagai alasan untuk berhenti bermimpi ya moms. Lakukan sebaik apa yang kita bisa dalam kondisi kita sekarang, tapi jangan berhenti memupuk mimpi. Mungkin jalan kita lebih tertatih dibandingkan dengan orang lain yang lebih luang, tapi dengan keyakinan dan semangat untuk mewujudkannya, Insya Allah kita akan sampai ke mimpi kita. Mulai dengan mengisi waktu luang kita dengan hal-hal yang kita senangi namun tetap berfaedah. Agar "me time" bisa membantu kita mengarah pada mimpi kita. Saya sendiri banyak mengisi waktu saya dengan menulis atau menyulam, karena bagi saya kedua aktifitas tersebut menyenangkan dan berfaedah. Ketika waktu saya masih sangat sempit karena harus mengurus bayi dan rumah, saya lebih banyak menulis dalam jurnal saya atau di "notes" HP. Setelah sekarang saya bisa mengatur ritme dalam keluarga saya, saya baru memberanikan diri untuk membuat blog. Santai saja.. Tapi tetap berupaya mengarah untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita, sampai kelak mimpi kita pun akan terwujud. 😊



Semangat untuk semua moms hebat di luar sana! 




Setiap emak berhak bermimpi dan setiap emak punya peluang yang sama dengan orang lain untuk mewujudkan mimpinya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

MENGENAL CHILD'S COMFORTER

Moms, adakah yang anaknya susah tidur kalau tidak memeluk selimut kesayangannya? Benda-benda seperti boneka, guling atau bantal, yang meski sudah kumal dan kotor tetap merajai tempat tidur buah hati. Beberapa anak bahkan sulit tidur jika tidak memegang bagian tubuh tertentu, seperti obrolan saya dengan tetangga sore ini yang menceritakan kalau anaknya tidak bisa tidur tanpa memegang leher Sang Bunda. Salah satu adik saya pun ketika kecil punya guling kesayangan, guling dengan kepala berbentuk beruang yang setiap tidur harus digesekan hidungnya ke hidung adik saya. Aneh ya? Tapi itulah kenyataannya. 
Beberapa anak menggunakan mekanisme ekternal untuk memberikan kenyamanan pada dirinya. Biasanya dengan menghisap jempol, memegang bagian tubuh tertentu atau memiliki benda kesayangan. Bahkan ada yang membawa benda kesayangannya kemanapun dia pergi.
Kenapa anak memiliki kebiasaan atau benda kesayangan yang tidak bisa lepas dari dirinya? 
Menurut Dr. Olwen Wilson, psikolog anak dari Royal Su…