Langsung ke konten utama

TIPS AGAR KEUANGAN KELUARGA TIDAK JEBOL


Pernahkah moms merasa sulit mengatur keuangan keluarga? Merasa penghasilan setiap bulan kurang? Apakah moms membuat perencanaan keuangan keluarga? 
Tahukah moms bahwa membuat perencaan keuangan keluarga sangatlah penting. Dengan membuat perencanaan keuangan keluarga, moms dapat mengontrol arus keluar masuk keuangan dan menjadi pengingat pengeluaran, sehingga moms dapat terhindar dari "besar pasak dari pada tiang".

SEBENARNYA, APA PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA ITU? 

Perencanaan keuangan keluarga adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola keuangan keluarga agar efektif dan efisien sehingga tercapai kesejahteraan untuk keluarga. Melakukan perencanaan keuangan keluarga itu penting, selain untuk mengontrol arus keuangan keluarga juga untuk mempersiapkan tujuan keuangan yang ingin kita capai di masa depan. Kita tidak ingin kan di masa depan kita masih memikirkan cicilan atau hutang yang masih menumpuk. Dalam kehidupan, kita juga tidak bisa menebak apa yang akan terjadi, sehingga persiapan perlu dilakukan untuk menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan, misalnya pemutusan hubungan kerja atau meninggalnya pencari nafkah dalam keluarga. Melakukan perencanaan keuangan keluarga juga membantu moms untuk mencapai tujuan keuangan dimasa depan, misalnya ingin membeli mobil,  berinvestasi atau biaya sekolah anak. 

BAGAIMANA MELAKUKAN PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA? 

ada beberapa hal yang dapat moms lakukan untuk membuat perencanaan keuangan keluarga:
1. Ketahui kondisi keuangan keluarga moms saat ini,  yaitu dengan merinci pemasukan dan pengeluaran yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. Pastikan moms betul-betul merinci sesuai dengan kenyataan yang ada ya moms. 
2. ‎Bagilah penghasilan keluarga setiap bulannya ke dalam pos-pos kebutuhan. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan ya moms. Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, seperti bayar listrik bulanan,membayar cicilan rumah, dsb; sedangkan keinginan adalah sesuatu yang ingin kita penuhi tapi dapat ditunda pemenuhannya, misalnya membeli sofa baru, menambah koleksi tanaman hias, dsb. Idealnya alokasi anggaran yang disarankan adalah sebagai berikut:









Perlu diingat bahwa dalam membagi pos-pos anggaran, moms harus mendahulukan kewajiban terlebih dahulu, seperti zakat dan hutang/cicilan. Idealnya hutang yang dimiliki tidak boleh lebih dari 30% dari total penghasilan yang dimiliki oleh keluarga. Misalnya penghasilan keluarga setiap bulannya adalah Rp7.000.000, maka hutang/cicilan yang boleh dimiliki tidak lebih dari Rp2.100.000 setiap bulannya. 
3. ‎Membuat daftar tujuan keuangan keluarga di masa depan. Moms dapat membuat daftar tujuan keuangan yang ingin moms dan suami capai di masa depan, misalnya:


Moms bisa membagi tujuan keuangan keluarga untuk jangka waktu pendek dan panjang. 
4. ‎Sesuaikan kebutuhan pengeluaran setiap bulannya dan tujuan keuangan keluarga dengan penghasilan yang ada. Setelah mengetahui jumlah penghasilan yang ada dan tujuan keuangan keluarga, moms dapat membandingkan dengan jumlah penghasilan yang dimiliki oleh keluarga. Apabila jumlahnya tidak sesuai, maka harus dilakukan penyesuaian dari sisi pengeluaran dan tujuan keuangan. Moms dapat melakukan revisi dan menentukan prioritas dari tujuan keuangan keluarga. 
5. ‎Menabung dana darurat. Kita tidak pernah tahu apa yang dapat terjadi di masa depan. Mungkin saja ada kemalangan yang datang dikehidupan kita. Saya ingat ketika saya melahirkan anak pertama saya, ternyata anak saya harus dirawat secara intensif di NICU. Kami tidak dicover oleh asuransi karena sistem kesehatan di kantor suami saya adalah reimburse. Padahal waktu itu biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Alhamdulillah kami memiliki dana darurat, sehingga saat itu kami bisa membayar semua biaya rumah sakit sebelum direimburse oleh kantor suami. Memiliki dana darurat itu memang sangat penting moms. Idealnya kita perlu memiliki dana darurat sebesar 4 kali pengeluaran kita setiap bulan. Misalnya setiap bulan pengeluaran keluarga sebesar Rp2.000.000, maka idealnya moms memiliki dana darurat sebesar Rp8.000.000.
6. ‎Mulailah menyisihkan penghasilan untuk investasi. Hal yang tak kalah pentingnya dalam perencanaan keuangan adalah berinvestasi. Investasi dibutuhkan sebagai bekal di masa depan. Tentu moms dan suami ingin menikmati hari tua dengan sejahtera kan?  Maka mulailah berinvestasi.  Mulailah berinvestasi dengan risiko yang rendah, misalnya membeli Logam Mulia atau Dirham. Perlu diingat bahwa semakin besar keuntungan yang ingin moms peroleh akan semakin besar pula nilai investasi dan risikonya. Tentukan dahulu tujuan investasi yang ingin moms dan suami capai, dari situ moms dan suami bisa menentukan media investasi yang ingin dipilih.

Hal yang paling penting dalam membuat perencanaan keuangan keluarga adalah menerapkan perencanaan yang telah dibuat secara disiplin. Membuat perencanaan keuangan keluarga tidaklah sulit, namun menerapkannya secara disiplin merupakan tantangan tersendiri. Jangan tergoda untuk membuat pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Berusahalah untuk mentaati rencana keuangan yang sudah dibuat ya moms. Demi tercapai kesejahteraan di masa depan kelak. 

Sumber:
Booklet Perencanaan Keuangan Keluarga OJK
www.cermati.com

Sumber gambar:
Halomoney

Komentar

  1. menyisihkan uang buat investasi ini bener banget sih mba. baru ngerasain kemarin, selama ini nyisihin sedikit-sedikit buat investasi dll, tiba-tiba kemaren ada kebutuhan uang mendadak dan ternyata ada uangnya dari hasil invest ini itu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, punya simpanan itu penting banget. Kita perlu punya dana khusus investasi untuk aset produktif, supaya uang kita tetap "bekerja" nantinya saat kita sdh enggak bs kerja lagi. Kalau untuk keperluan mendadak, kita perlu pos tersendiri namanya "dana darurat"

      Hapus
  2. bener mbak, kalo udah jadi emak-emak, anggaran itu emang harus diperhatikan. kalo aq sebisa mungkin kasi proporsi lebih buat tabungan anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bun.. Terutama untuk pendidikan deh.. Sekarang biaya sekolah mahalnya ampun..

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?