Langsung ke konten utama

JOURNEY OF PARENTING: SABTU BERSAMA BAPAK

Kali ini saya ingin sekali berbagi tentang salah satu buku yang berkesan bagi saya, "Sabtu Bersama Bapak". Buku yang sudah cukup lama sebetulnya dan juga sudah difilmkan. Awalnya tidak terlalu tertarik membaca buku ini, karena saya pribadi bukan orang yang terlalu menikmati karya fiksi. 
Tapi entah kenapa suatu hari mata saya tertuju pada buku ini ketika saya sedang di Gramedia. 
Agak telat sebetulnya. Karena dari dulu orang sudah rame-rame membicarakan buku ini. 
Setelah membacanya lembar demi lembar, saya merasa buku ini bukan buku biasa. Ini adalah buku parenting yang dikemas dalam bentuk novel. Buku yang sarat makna tentang menjadi orang tua. 
Dari buku ini saya belajar bagaimana "hadir" jauh lebih penting dari sekedar "ada". Hal yang aneh sekaligus luar biasa adalah saya sadar bahwa "hadir" tidak selalu harus "ada" dan "ada" tidak selamanya "hadir". Seperti yang digambarkan dalam buku ini,  ketika seorang ayah berusaha untuk "hadir" bagi keluarganya, bahkan ketika fisik tidak lagi ada, "hadir" bisa menembus ruang dan waktu.
Dari buku ini pun saya belajar bahwa ibu adalah pilar keluarga. Sebagai pilar, maka ibu perlu kuat, tegar dan yang terpenting adalah mandiri agar ia mampu menopang keluarganya. Menopang dalam arti menjadikan setiap anggota keluarga aman dan terpenuhi kebutuhannya. Menopang,  seperti tiang yang menopang sebuah rumah yang aman bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya. Maka semakin hebatlah ibu ketika ia bisa meng"hadir"kan bapak yg karena kondisi atau tuntutan tidak dapat "ada" secara fisik. Menjadikan bapak sebagai sosok yang tetap mewarnai kehidupan anak-anaknya meskipun bapak tidak ada secara fisik. 
Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh ibu dan bapak yang ingin lebih mensyukuri perannya sebagai orang tua. Bagi saya menjadi orang tua seperti sebuah perjalanan sarat pembelajaran dan membaca buku ini menjadi salah satu perjalanan yang berkesan bagi saya.

Jakarta, Minggu 11 Februari 2018
Ruang Persalinan
Status: Kontraksi dengan pembukaan 3.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?