Langsung ke konten utama

RESEP PRAKTIS: TUNA OGLIO OLIO SPAGETTY


Beberapa hari ini anak saya sedang sulit sekali makan. Dibuatin lauk apa saja,  jarang banget dihabiskan. Padahal saya sendiri lagi malas masak, karena kehamilan tua saya membuat berat rasanya untuk sibuk di dapur. Setelah saya perhatikan lagi, kelihatannya anak saya sedang bosan makan nasi, akhirnya saya jadi terpikir untuk membuat ini deh, "tuna oglio olio spagetty". Bahan-bahannya sangat sederhana, masaknya pun sangat mudah. Yuk moms ikuti resepnya! 


Bahan-bahan:
1 Bungkus spageti 
1 buah bawang bombay ukuran sedang
3-4 siung bawang putih (atau sesuai selera) 
1 buah tuna kalengan
Keju cheddar secukupnya
Cabai kering (atau cabai rawit merah kalau suka lebih pedas) 
Oregano secukupnya
Garam dan merica secukupnya

Cara memasak:
  1. Rebus spageti hingga aldente.
  2. Cincang halus bawang bombay dan bawang putih, lalu tumis hingga harum.
  3. Masukan tuna kalengan, masak hingga airnya sedikit sat.
  4. Masukan spageti yang telah direbus. Tumis bersama tuna dan bawang putih. Tambahkan air rebusan secukupnya agar spageti tidak lengket. 
  5. Masukan keju cheddar, cabai kering dan oregano. Aduk hingga rata. 
  6. Bumbui dengan garam dan merica sesuai selera. 
  7. Angkat. Tambahkan keju apabila suka.
Memasaknya sangat mudah kan moms? Hal yang terpenting anak juga jadi lahap makannya. Terkadang sebagai ibu kita memang harus kreatif membuat menu, agar keluarga tidak bosan. Semoga resep ini dapat memberikan inspirasi untuk moms! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…