Langsung ke konten utama

I WISH I KNOW EARLIER: 5 HAL YANG HARUSNYA SAYA KETAHUI SEBELUM USIA 30

Memasuki usia 30 adalah fase dimana saya mulai merasa galau. Loh kok kenapa galau? Karena ketika saya memasuki usia ini, saya mulai menghitung pencapaian-pencapaian saya selama hidup. Ternyata sampai usia 30 ini, belum banyak hal baik yang saya lakukan.
Di usia ini saya juga menyesali beberapa hal yang tidak saya lakukan ketika usia saya lebih muda. Tidak ada gunanya sih menyesali hal yang sudah lewat. Tapi bagi saya, itu bisa jadi sebuah refleksi untuk mengatur strategi di masa depan.


Dari iseng-iseng berkontemplasi, akhirnya saya pun menyimpulkan 5 hal yang saya harap saya ketahui sebelum usia saya 30 tahun. Berikut ini hasil keisengan saya:
1. Mulai memiliki investasi sejak pertama kali memiliki penghasilan.
Waktu pertama kali moms dapat gaji dari pekerjaan perdana, apa yang langsung terbersit di pikiran moms? Kalau saya, belanja! Bahkan sebelum dapat gaji, saya sudah membuat daftar barang-barang yang ingin saya beli. Jangan ditiru ya moms! Karena ada baiknya, kita mulai memikirkan investasi apa yang ingin kita miliki sejak pertama kali memiliki penghasilan. Tidak perlu investasi yang besar-besar dulu. Misalnya mulai membuka tabungan investasi atau membuka cicil emas mungkin bisa jadi permulaan.
2. Memiliki minimal 1 keahlian khusus itu penting.
Setelah hampir 10 tahun di dunia kerja kantoran dan akhirnya memutuskan untuk resign, saya pun mendapat kesimpulan kalau ijazah sekolah dan kuliah hanya membantu sangat sedikit dalam mengembangkan karir kita. Ini juga berlaku untuk yang tidak kerja kantoran. Menurut saya, seseorang sangat penting untuk punya 1 keahlian yang benar-benar dikuasainya. Keahlian seperti masak, coding, nulis, public speaking atau keahlian apa pun perlu dimiliki oleh setiap orang minimal 1. Intinya keahlian itu dikuasainya sampai “ngelotok”. Sayangnya saya baru menyadari hal ini setelah terjun di dunia kerja. Saya jadi harus mengejar ketinggalan saya dari orang lain. Bergerak lebih lambat juga membuat saya jadi harus bekerja ekstra keras dibandingkan orang lain.
3. Memiliki budget liburan sama pentingnya dengan punya budget investasi.
Dulu saya menganggap berlibur itu sebuah pemborosan. Buat apa keluar uang ratusan bahkan jutaan hanya untuk dinikmati selama 2-3 hari saja? Akhirnya diusia muda, saya hampir tidak pernah kemana-mana. Sekarang saya jadi merasa rugi. Kalau sekarang, untuk berlibur saya tidak bisa pergi terlalu jauh karena anak-anak saya yang masih kecil. Liburan juga merupakan investasi bagi jiwa. Bukan hanya sekedar bersenang-senang, tapi interaksi dengan orang dan lingkungan berbeda juga dapat meluaskan pandangan dan mengisi ulang daya ruhiah kita.
4. Menjaga kesehatan kulit harus dilakukan sejak dini.
Salah satu masalah kesehatan terbesar yang saya alami ketika memasuki usia 30 adalah masalah kulit. Garis halus, kusam dan flek mulai muncul di wajah saya. Itu kenapa 1 tahun belakang saya mulai memakai skin care. Memulai seperti saya bisa dikategorikan “telat banget”. Saya mulai rajin merawat kulit setelah mulai muncul masalah di kulit. Merawat kulit harusnya dilakukan sedini mungkin. Karena merawat kulit itu seperti investasi jangka panjang. Menua memang sebuah kodrat, tapi paling tidak kita berusaha untuk menua dengan sehat.
5. Parenting tidak selalu indah, tapi akan selalu ada hal indah di dalamnya.
Etsy.com
Sebelum punya anak, saya selalu membayangkan hal-hal indah ketika memiliki anak. Seperti iklan-iklan pampers dan susu di TV, saya membayangkan anak-anak yang selalu ceria dan tumbuh sebagaimana mestinya. Tapi setelah punya anak saya pun menemui kenyataan kalau menjadi orang tua adalah profesi paling menantang yang pernah saya lakoni. Menghadapi 2 anak menangis sekaligus, memberi pengertian pada anak yang keras kepala atau anak yang tidak menurut menjadi tantangan yang sering saya hadapi. Belum lagi mendengarkan komentar orang terhadap gaya pengasuhan kita. Buyar sudah deh bayangan indah saya tentang parenting. Tapi kemudian saya melihat bayi saya membalas tatapan dan mulai tersenyum kepada saya atau si kakak yang berinisiatif membantu saya mengambilkan makan dan menyuapi saya ketika saya sedang repot menyusui adiknya. Ditambah si kakak yang tiba-tiba memeluk saya dari belakang dan mencium saya sambil berkata, “Sayang ummi”.Saya pun merasa segala kelelahan saya dalam mengasuh anak terangkat semuanya. Apalagi kalau pak suami bawa makanan kesukaan saya tanpa diminta saat pulang kantor :). Akhirnya saya pun merasa menjadi orang tua adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah swt. Menjadi orang tua adalah peran yang memberikan warna dalam kehidupan saya. Meskipun perjalanannya tidak selalu mulus, tapi saya tetap bisa menikmati pemandangan indah melalui jendela.

Komentar

  1. Bagus sekali tulisannya, Mbak. Banyak hal yang dulu suka kita tunda-tunda tapi sekarang kita sesali habis-habisan. Lebih parah lagi kalo dulu nggak dijerjain karena males & nganggap nggak penting. Kalo saya paling nyesel soal nggak mengasah kemampuan menulis dari dulu. Sekarang sampe anak saya udah kerja baru mau nulis dg serius. Jangan sampe ditiru sama yg lain.....menunda menghilangkan banyak peluang & kesempatan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Terima kasih bun.. :)
      Setuju bun! Menunda memang menghilangkan banyak kesempatan. Makanya begitu sadar saya jd langsung bergegas. Masih lebih baik terlambat dari pada enggak sama sekali.

      Hapus
  2. Wah sama Bunda, saya juga sebentar lagi mau siap-siap memasuki usia 30 tahun. Kita sebaya kayaknya ya hihihi. Kalau saya, yang saya sesali kenapa saya belum mau benar-benar berubah semakin lebih baik. Berubahnya hanya sedikit-sedikit. Padahal banyak hal PR diri dulu yang harus saya perbaiki. Smga sekarang udh nggak setengah2 lagi belajar lebih baiknya. Aaaminnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos bun! Seumuran kita :)
      Saya jg merasakan tuh bunda, godaan berubah itu menunda untuk berubah,hehe. Mikirnya, "ok, besok saya berubah lebih baik", padahal jd lebih baik bs dilakukan sekarang juga. :)

      Hapus
  3. Toss..

    Mari masuki gerbang usia 30 dgn banyak perubahan dan menjadi lebih baik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan lebih semangat tentunya ya bun💪😄

      Hapus
  4. Saya sudah 42 jadi masa itu sudah saya lewati.hihihi
    Setuju jika menjaga kesehatan kulit, karena saya termasuk yang telat mulai merawat, jadi sudah keburu ada masalah di kulit yang penyembuhannya tentu lebih lama. Terus tentang parenting, semua indah dan dirindu lagi nanti. Seperti kini anak-anak sudah kelas 3 dan 7, rasanya saat mereka sekolah , sepi di rumah sendiri hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ogtu ya bun 😄 kuncinya nikmati kebersamaan dengan anak-anak sekarang ya, karena nanti waktu sdh besar mereka akan sibuk dgn kegiatannya masing-masing (kok ngebayanginnya saya sedih ya😅)

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?