Langsung ke konten utama

PLAYDATE WITH IBUIBUKOTAHUJAN

Sumber: Ibuibukotahujan
Salah satu kebahagiaan saya ketika pindah ke Bogor adalah banyaknya tempat-tempat bermain anak di sini. Bahkan enggak terlalu sulit mencari restoran ramah anak di Bogor. Banyak sekali restoran yang juga menyediakan arena bermain untuk anak. Selain arena bermain, di Bogor juga banyak aktivitas-aktivitas anak yang dibuat dalam sekali event atau bahasa kerennya playdate. Playdate semacam ini banyak diadakan baik oleh komunitas maupun orginizer/creator. Macamnya pun beragam mulai dari jalan-jalan mengenal alam, memasak, olah raga dan sebagainya. Mau cari yang berbayar atau gratisan pun ada, banyak deh pokoknya. 

Kenapa saya mengajak anak saya untuk ikut aktivitas playdate ini? Selain seru dan menyenangkan untuk anak, aktivitas playdate ini menawarkan kegiatan bermain yang berbeda untuk anak. Supaya anak enggak bosan main sama orang tuanya terus,hehe. Selain itu, aktivitas playdate ini bisa jadi media untuk lebih mengenali minat dan bakat anak. Daripada terlanjur memasukan anak ke tempat les berenang yang ternyata enggak diminati anak misalnya, playdate ini bisa jadi tempat untuk moms melihat sebenarnya kegiatan apa sih yang disukai si buah hati. Selain menemukenali minat anak, aktivitas playdate ini juga bisa jadi tempat bertemu dan berkenalan para orang tua, jadi punya kenalan dan teman baru deh

(baca juga:Kunjungan ke Kuntum Farmfield)

Seperti hari minggu kemarin, saya mengajak kakak dan adik untuk playdate bareng ibu-ibu kota hujan. Apaan tuh? Ibu-ibu kota hujan adalah sebuah social movement yang berbasis di kota Bogor. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada para ibu seputar kegiatan keluarga di kota Bogor melalui platform social media. Selain memberikan informasi seputar kota Bogor, ibu-ibu kota hujan juga mengadakan berbagai aktivitas seperti seminar parenting dan playdate seperti minggu kemarin.
Ibuibukotahujan: social movement dalam rangka berbagi informasu seputar kegiatan keluarga di Bogor

Acara kemarin diadakan di Kampoeng Air Katulampa. Berhubung lokasinya lumayan jauh dari rumah, pagi-pagi kami sudah siap berangkat. Alhamdulillah anak-anak enggak crangky. Tapi berhubung si kakak enggak mau mandi, jadilah kakak cuci muka dan sikat gigi saja😁. Begitu kami sampai di lokasi, ternyata vanue sudah ramai. Tempatnya ternyata enggak terlalu besar. Kami berkumpul di sebuah lapangan sebesar lapangan futsal. Setelah registrasi saya langsung melipir untuk sarapan. Maklum deh... Berangkat pagi-pagi jadi enggak sempat sarapan. Setelah acara dibuka oleh MC, acara dimulai dengan dongeng dari Kak Bonchi. Si kakak awalnya sempat enggak mau mengikuti kegiatan karena ingin bermain di playground yang memang tersedia di venue acara. Tapi setelah melihat penampilan kak Bonchi yang seru, si kakak pun akhirnya tertarik untuk memperhatikan. 

Selesai mendengarkan dongeng, anak-anak langsung diajak untuk membuat prakarya yaitu membuat es krim dari kain flanel dan stik es krim. Kakak ternyata senang banget mengikuti kegiatan ini, sampai-sampai kakak bikin dua es krim. Membuat prakarya semacam ini bisa melatih motorik halus anak loh moms... Karena anak belajar untuk menggunting dan menepel dengan teliti. 
Prakarya membuat es krim

Setelah main yang anteng-anteng, sekarang saatnya untuk berkeringat! Anak-anak diajak untuk berolah raga dengan bermain bola. Sayangnya si kakak enggak mau ikutan permainan ini, padahal kelihatannya seru banget. Si kakak sudah enggak sabar mau main ayunan dan perosotan yang ada di pojok lapangan😅. 

Selain banyak aktivitas, di venue playdate kali ini juga banyak stand-stand makanan😍😍. Habis capek bermain waktunya mengisi perut, makan kue pie dan minum es cincau hijau yang endes banget. Ditambah es kopi dan cemilan sehat,  hmm.. Enak banget. Kalau anak capek dan mau duduk-duduk sambil baca buku juga bisa, karena panitia menyediakan read corner. 

Selesai acara kakak kelihatan capek banget. Sempat crangky sore itu, tapi ketika ditanya tadi habis ngapain, kakak dengan semangat cerita aktivitas playdate-nya. Alhamdulillah... Berarti acara tadi berkesan positif untuk kakak. Enggak sabar deh ingin ikut acara playdate lainnya😍😄.



Komentar

  1. Waah seru banget mba acaranya, bener-bener produktif dan bermanfaat. Semoga di Bandung ada juga social movement kayak gini 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. . Betul mba. . Gerakan seperti ini tampak sepele tapi justru sangat membantu terutama untuk pendatang😊

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?