Langsung ke konten utama

STIMULASI PRANUMERASI UNTUK ANAK PRA SEKOLAH

Sumber: Pixabay
Apa yang ada dibayangan moms ketika saya menyebut stimulasi logis matematis pada anak? Moms mungkin akan membayangkan sekumpulan kegiatan yang berkaitan dengan angka, menghitung, menjumlah dan mengurangi dan sebagainya. Salah satu kesalahan persepsi yang sering terjadi di masyarakat kita adalah menghubungkan matematika dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan angka. Padahal sejatinya kemampuan logis matematis itu lebih luas dari itu. Kemampuan logis matematis meliputi kemampuan membuat urutan, mengelompokan dan sebagainya, bukan hanya melulu menghitung angka saja. 

Menurut teori perkembangan piaget, mulai usia 2 tahun anak sudah mulai mampu mengenal simbol-simbol di lingkungannya atau bahasa kerennya sudah masuk tahap pra-operasional. Dengan begitu anak sudah mulai bisa tuh distimulus dengan kegiatan yang berkaitan dengan logis matematis, karena anak mulai mampu mengenal dan memahami simbol. 

Jadi maksudnya anak 2 tahun sudah bisa diajari ngitung gitu? 

Ya enggak gitu juga..😁 pada prinsipnya diusia 2 tahun anak sudah mampu menamai benda. Jadi diusia tersebut anak sudah bisa dikenalkan dengan simbol-simbol angka, sebatas menamainya sebagai benda. Misalnya angka yang seperti tongkat disebut satu, angka yang seperti angsa disebut dua dan sebagainya. Hal yang perlu diingat jangan berharap terlalu banyak anak akan segera mampu untuk menyebutkan nama-nama angka ya moms. Diusia ini anak cukup diperkenalkan, tapi tidak wajib untuk bisa, kalau pun anak bisa berarti itu sebuah nilai lebih saja. 

Selain mengenalkan nama simbol, anak usia 2 tahun sudah mulai belajar untuk mengelompokan benda. Iya betul... Mengelompokan benda juga salah satu aktivitas logis matematis loh moms. Buat aktivitas yang sederhana saja, misalnya mengelompokan bola berdasarkan warna. Dengan catatan anak sudah mengenal warna. Setahu saya sih... diusia 2 tahun anak biasanya sudah paham warna dasar dan turunannya, jadi aktivitas sederhana seperti ini sudah bisa dilakukan oleh anak. 
Contoh aktivitas mengelompokan benda
Selain mengelompokan, mengurutkan juga merupakan aktivitas logis matematis. Stimulus anak dengan kegiatan menyusun bangun misalnya, dengan balok-balok yang memiliki tinggi yang berbeda. Ajak anak untuk menyusun balok-balok tersebut dari yang paling rendah ke paling tinggi atau perkenalkan anak dengan urutan simbol angka mulai dari 1 - 10. 
Aktivitas mencocokan buah dengan bentuk potongannya
Mencocokan benda juga merupakan aktivitas logis matematis yang bisa moms lakukan dengan buah hati sejak usia 2 tahun. Gunakan kartu-kartu bergambar dengan 2 gambar yang sama. Lalu minta anak untuk mencocokan antara satu gambar dengan gambar yang lainnya atau anak juga bisa mencocokan antara warna dengan warna benda di sekitarnya. 

Pada usia 2 tahun anak juga sudah bisa tuh moms untuk bermain puzzle sederhana. Kalau diusia 1-1.5 tahun anak biasanya memainkan puzzle berbentuk utuh, diusia ini anak sudah bisa mulai bermain puzzle yang berupa potongan gambar sederhana, misalnya yang terdiri dari 3-4 potongan. 
Puzzle utuh dan potongan
Moms dapat mengkreasikan aktivitas logis matematis yang menyenangkan untuk anak-anak. Buatlah permainan sekreatif dan semenyenangkan mungkin. Bahkan moms bisa loh mengombinasikan aktivitas logis matematis dengan kegiatan fisik. Misalnya membuat permainan lompat lingkaran. Dengan menggunakan kapur yang mudah hilang, moms bisa membuat lingkaran-lingkaran di jalan atau lantai kemudian menomerinya dari 1-10, lalu minta anak melompat dari satu lingkaran ke lingkaran lainnya sambil menyebut bersama angka yang diinjaknya. 

Seperti stimulus lainnya, membuat aktivitas logis matematis tentunya harus memperhatikan tahap perkembangan anak. Jangan paksakan anak dan jangan berkecil hati kalau anak belum mau dan mampu untuk melakukan aktivitas yang moms sediakan. Ingatlah bahwa moms dan buah hati sedang bermain bukan belajar. Jadi pastikan anak bahagia melakukannya ya moms! 😊

Sumber gambar:
Pinterest

Komentar

  1. Kebetulan banget nih saya pengen beli mainan model begini buat anak yang umurnya 1,5 tahun. Nggak kecepetan dong ya sepertinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya allah enggak kecepetan bun.. Indikatornya anak enjoy dan mampu bertahan untuk main mainan tsb dalam jangka waktu tertentu😊

      Hapus
  2. Setuju, kecerdasan logika matematika bukan tentang itang itung sj, melainkan luas bgd. Seperti yg dikau sebutin di atas itu mbk. Dan kita pun bisa berkreasi macem2 yg dpt dipakai utk menstimulus kecerdasan logika matematika anak.
    Btw makasih sharenya ya mbkkk. Nambah pengetahuan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba... Itu kenapa kita harus kreatif menstimulus anak.
      Sama-sama mba... Terima kasih sudah mampir😊

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?