Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

ANAK DIBULLY? BEGINI SEHARUSNYA SIKAP ORANGTUA!

"Kakak senang main sama mereka?", tanya saya suatu hari pada keponakan saya.
"Ya...  Asal mereka enggak keterlaluan", jawabnya.
"Keterlaluan gimana?", tanya saya penasaran.
"Iya... Keterlaluan. Masa dulu celanaku pernah dipelorotin di depan umum, terus aku juga sering dikatain", cerita keponakan saya. “Dikatain apa?”, tanya saya lagi. “Ya macam-macam. Dulu temanku,  Galih, yang suka dikerjain sama mereka. Tapi semenjak Galih enggak main keluar, jadinya aku yang dikerjain”

Bagitulah percakapan singkat saya dengan keponakan ketika kami dalam perjalanan makan siang bersama. Singkat cerita, keponakan saya mengalami perundungan alias bully dari teman-teman sepermainannya di lingkungan rumah. Kondisinya cukup serius, hingga kakak saya pun turun tangan untuk berbicara dengan orangtua si Pem-bully.
Bully memang kadang terjadi di lingkungan pergaulan anak kita. Menurut psikolog, sebuah perbuatan dapat dikategorikan sebagai bully jika memenuhi kriteria be…

MEMPERSIAPKAN MPASI UNTUK SI KECIL

Yay!  Minggu depan si adik mulai mulai MPASI. Saya bersemangat banget menyambut fase ini, semangat sekaligus deg-degkan, hehe. Apakah makanan yang saya sajikan akan disembur? 😆 Terakhir menyiapkan MPASI sudah sekitar dua tahun lalu, yaitu waktu kakak juga MPASI. Saya sudah hampir lupa ilmu-ilmunya nih, hehe... Akhirnya saya mulai buka-buka file lama, untuk me-refresh ingatan saya. Tulisan ini saya buat dalam rangka mengingatkan kembali ingatan saya dan berbagi informasi, semoga bermanfaat ya moms! 😊

Kapan mulai MPASI? Kalau merujuk pada panduan WHO, pemberian Makanan Pendamping ASI alias MPASI diberikan ketika anak berusia 180 hari. Waktu pemberian MPASI ini harus sangat diperhatikan, karena pemberian MPASI terlalu dini dapat menyebabkan penurunan produksi ASI dan komplikasi pada saluran cerna bayi. Karena saluran cerna bayi kan belum sempurna sampai dengan usianya kurang lebih 6 bulan. Pemberian MPASI yang terlambat juga memunculkan potensi bayi kekurangan asupan nutrisi, terutama z…

MENYEDIAKAN TV DI RUMAH: YAY OR NAY?

Moms termasuk orang tua yang menyediakan TV enggak di rumah? Kalau saya iya. Don't judge me... Hehe.. Bukan karena saya malas menemani anak bermain dan bukan berarti saya membiarkan anak menonton TV sesukanya, saya menyediakan TV di rumah untuk kondisi-kondisi darurat. Misalnya ketika saya harus menidurkan si adik sementara kakak sedang full charge untuk main atau ketika saya harus menunaikan kewajiban seperti sholat dan bersih-bersih diri.
Buat saya TV bukan barang "haram" di rumah, meskipun saya menghargai dan salut banget sama orang tua yang meniadakan TV di rumah. Logika saya, kelak anak akan bergaul tanpa pengawasan orang tua, yang ingin saya tanamkan pada anak adalah ia mampu memfilter pengaruh buruk dari lingkungan. Supaya dapat menghindari pengaruh buruk, anak tentu perlu mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Kalau saya isolasi anak saya dari TV, saya justru khawatir ia akan mengenal TV dari lingkungannya, saat enggak dalam pengawasan saya. Ia tentu belum pu…