Langsung ke konten utama

MEMPERSIAPKAN MPASI UNTUK SI KECIL

Sumber: Pixabay
Yay!  Minggu depan si adik mulai mulai MPASI. Saya bersemangat banget menyambut fase ini, semangat sekaligus deg-degkan, hehe. Apakah makanan yang saya sajikan akan disembur? ๐Ÿ˜† Terakhir menyiapkan MPASI sudah sekitar dua tahun lalu, yaitu waktu kakak juga MPASI. Saya sudah hampir lupa ilmu-ilmunya nih, hehe... Akhirnya saya mulai buka-buka file lama, untuk me-refresh ingatan saya. Tulisan ini saya buat dalam rangka mengingatkan kembali ingatan saya dan berbagi informasi, semoga bermanfaat ya moms! ๐Ÿ˜Š

Kapan mulai MPASI?
Kalau merujuk pada panduan WHO, pemberian Makanan Pendamping ASI alias MPASI diberikan ketika anak berusia 180 hari. Waktu pemberian MPASI ini harus sangat diperhatikan, karena pemberian MPASI terlalu dini dapat menyebabkan penurunan produksi ASI dan komplikasi pada saluran cerna bayi. Karena saluran cerna bayi kan belum sempurna sampai dengan usianya kurang lebih 6 bulan. Pemberian MPASI yang terlambat juga memunculkan potensi bayi kekurangan asupan nutrisi, terutama zat besi. Kalau merujuk pada penjelasan Dr. Dewi Amirasari, dokter anaknya si adik di RS Hermina, cadangan zat besi anak mengalami titik terendah pada usia 6 bulan. Itu mengapa, bayi mulai membutuhkan asupan tambahan selain ASI.


Makan apa?
Untuk awal MPASI saya menerapkan menu tunggal pada 2 minggu pertama, tapi ada juga yang menyarankan bubur saring dan buah-buahan seperti pisang. Menunya disesuaikan dengan menu keluarga. Kalau saya pribadi sih enggak pernah sengaja menyediakan bahan makanan secara khusus, misalnya ikan salmon. Karena keluarga kami memang jarang konsumsi ikan salmon๐Ÿ˜. Sebagai gantinya, saya sediakan ikan kembung atau lele yang memang jadi konsumsi keluarga sehari-hari.  
Mengapa saya terapkan menu tunggal di 2 minggu pertama? Karena saya dan suami punya riwayat alergi. Dengan menerapkan menu tunggal, saya dapat memonitor kira-kira ada makanan alergen enggak bagi si adik. Kalau kakak dulu sensitif sekali dengan udang dan hati ayam,  akhirnya saya pun menunda untuk memberikan makanan tersebut pada kakak sampai usia lebih dari satu tahun. Alhamdulillah setelah satu tahun lancar jaya, hehe… kakak bisa makan apa pun yang dia suka.
Setelah menerapkan menu tunggal selama 2 minggu, saya kemudian memberikan bubur saring dengan komposisi 4 bintang, terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayur-sayuran ditambah buah sebagai cemilan. Dulu diawal MPASI saya enggak terlalu banyak memberi makanan tinggi serat pada kakak, karena ternyata makanan berserat itu malah memicu sembelit pada bayi yang pencernaannya belum bekerja sempurna.
Jangan lupa untuk memberikan lemak tambahan misalnya dari minyak kelapa (yang baru ya moms, jangan yang bekas, hehe), VCO, unsalted butter atau santan. Takarannya 1-1.5 sendok teh per hari. Pemberian lemak tambahan ini bertujuan untuk membantu peningkatan berat badan bayi dan membantu proses cerna. Selain lemak tambahan, jangan lupa untuk memberi air putih dan ASI untuk menjaga asupan cairan pada bayi ya moms.
Pemberian ASI tetap dilanjutkan meskipun sudah makan makanan pendamping, baik ASI langsung ataupun yang diperah
Dari grup Homemade Healty Babyfood, saya juga mendapat informasi kalau takaran air putih per hari untuk anak adalah 30 ml x berat badannya. Takaran ini akan berkurang setengahnya jika bayi masih mengonsumsi ASI. Jadi seperti si adik yang beratnya 5.8 kg, berarti takaran air putih yang dibutuhkan adalah:

30 ml x 5.8 =174 ml

Karena adik masih minum ASI, maka kebutuhan air putih harian adik adalah 87 ml.

Bagaimana dengan tekstur dan takarannya?
Kalau diawal MPASI, bayi diberikan makanan dengan tekstur semi kental. Maksudnya adalah teksturnya lembut namun kental ditandai dengan makanan yang tidak langsung jatuh ketika dituang dari sendok. Takarannya 2-3 sendok makan sekali makan ketika di awal pemberian MPASI, untuk takaran selanjutnya diberikan sesuai dengan kemampuan makan anak.
Kalau jadwal makan, saya merujuk pada saran IDAI yang dijelaskan seperti pada gambar berikut:

Saya termasuk orang tua yang disiplin dalam menerapkan aturan makan. Dulu kakak baru bebas makan ini dan itu setelah usia 2.5 tahun. Dalam hal adab makan pun saya coba ajarkan pada kakak. Seperti aturan tidak makan sambil main dan berdoa sebelum makan. Tujuannya untuk membentuk kebiasaan baik. Meskipun kenyataannya enggak sesederhana itu untuk menerapkan kebiasaan makan yang baik pada kakak. Sejauh ini kakak enggak terlalu masalah dalam hal makan. Sayur dan buah kakak sangat suka. Si kakak juga sudah bisa makan sendiri meskipun tetap saya pantau. Kalau adiknya enggak tahu nanti bagaimana, semoga Allah kasih kemudahan seperti saat MPASI kakak๐Ÿ˜Š.
Ini foto kakak saat sedang GTM alias Gerakan Tutup Mulut. Kalau anak susah makan, jangan berkecil hati. Cobalah berbagai alternatif. Ingat! GTM pasti berlalu! ๐Ÿ’ช
Intinya yang harus dipersiapkan saat memberikan MPASI adalah memberikan asupan yang cukup dan varian makanan yang berbeda. Enggak harus diada-adakan sih… sesuaikan saja dengan menu keluarga yang bahannya mudah untuk didapat. Siapa bilang menyiapkan MPASI itu repot? Masak bersama menu keluarga juga oke saja, tinggal dipisahkan untuk bayi saat pemberian gula dan garam, tinggal lembutkan dan saring. Jangan lupa untuk memilihkan menu yang sehat namun tetap bervariasi. Semakin anak mengenal banyak rasa, biasanya ia akan semakin toleran dan enggak pilih-pilih makanan.

Semoga bermanfaat infonya ya moms!

Komentar

  1. Nyiapin MPAsi memang seruuu ya mbak.
    Jadi inget masa2 anakku mulai makan.
    Wuihhh segala jenis buku resep mpasi dibeli hahaha..

    Enjoyyy ya mbak (",)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you mbak! :) heboh tapi menyenangkan ya... Hehe

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?