Langsung ke konten utama

DIARY MPASI BABY ZEE (PART 2)


Setelah dua pekan makan menu tunggal, kini saatnya si adik untuk makan dengan menu empat bintang. Apa sih itu menu empat bintang?  Ini adalah komposisi makanan dengan menu seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein hewani, kacang-kacangan serta sayur dan buah. Awal MPASI empat bintang, saya bedakan menu sarapan dengan makan siang dan malam. Tapi lama-lama saya gempor juga masaknya😅, soalnya pagi-pagi saya harus menyiapkan sarapan dan makan siang untuk sekeluarga juga kan


Dulu waktu MPASI empat bintang si kakak, saya pakai slow cooker untuk masak bubur. Untuk ibu yang bekerja di luar rumah, alat ini savior banget sih. Tinggal cemplang cemplung dan tadaaa!  Jadi deh... Tapi kelemahannya, saya enggak bisa mengatur tekstur buburnya ya... Entah kenapa kurang ahli, hehe... Selalu kelembekan dan sayurnya selalu overcook. Akhirnya sekarang saya memutuskan masak manual pakai kompor saja. Untuk mempersingkat waktu masak, saya buat bubur dari nasi matang, bukan dari beras. Tapi nasinya pastikan yang fresh ya moms. Karena buburnya akan disimpan untuk beberapa kali makan. 

Biasanya saya masak pagi hari untuk tiga kali makan. Pagi, siang dan sore menunya sama. Jam 10:00 dan 16:00 saya selingi dengan cemilan buah. Saya bedakan jenis buahnya, kalau buah pagi sudah buah yang creamy (seperti pisang atau alpukat), sorenya saya berikan yang lebih watery (seperti jeruk dan buah naga). 

Agar makanan tetap fresh ada beberapa tips yang bisa moms ikuti berikut ini:

  1. Masak bubur hingga air benar-benar sat/habis. Biasanya teksturnya akan lebih lengket dan liat. Bubur yang enggak terlalu berair biasanya lebih awet disimpan. Untuk bayi yang baru MPASI tekstur seperti ini memang masih terlalu kasar dan liat, itu kenapa saya menambahkan air waktu penyajian buburnya. Teksturnya jadi lebih lembut dan mudah dikunyah untuk si kecil. 
  2. ‎Pisahkan sayuran. Kalau saya hanya masak bubur dengan protein hewani (daging, ikan atau ayam) dan kacang-kacangan bersamaan, sedangkan untuk sayur biasanya saya rebus terpisah dan baru saya sajikan bersamaan ketika mau dimakan. Jadi bentuknya semacam saus atau cacahan halus. Karena kalau dimasak bersamaan, bubur akan rentan basi. Untuk sayuran seperti bayam dan brokoli, saya masak untuk sekali makan. Karena katanya kedua sayuran ini enggak boleh dikonsumsi setelah empat jam. Benarkah begitu moms? 
  3. Tempatkan di rantang termos tertutup. Untuk menjaga kebersihan dan kesegaran makanan, saya menyimpan MPASI adik di tempat tertutup. Untuk suhu enggak selalu terjaga hangat sih... Tapi alhamdulillah si adik enggak terlalu rewel untuk masalah ini. Makanan hangat atau enggak dia tetap lahap kalau menunya dia suka. 


Nah... Berikut ini ada beberapa resep yang bisa jadi inspirasi untuk moms semua:

Bubur Hati Saus Bayam

Bahan:
Hati ayam
Nasi
Tempe
Bayam

Cara membuat:
Tumis hati dengan bawang putih yang digeprek (untuk memberi aroma), lalu tambahkan air. Masukan nasi dan tempe. Biarkan air sat/habis. Aduk-aduk sesekali agar enggak hangus. Tambahkan air jika tekstur bubur belum seperti yang diinginkan. Setelah matang, saring dengan saringan kawat (jangan diblender, karena teksturnya akan terlalu halus).
Untuk bayam, kukus atau rebus daun bayam yang sudah dicuci bersih. Setelah matang, blender dan sajikan sebagai saus. 

Salmon Saus Tomat

Bahan:
Ikan salmon
Nasi
Tahu
Tomat

Cara membuat:
Rebus salmon dengan bawang putih yang digeprek dan daun jeruk. Masukan nasi, kemudian tahu. Aduk sesekali agar enggak hangus. Setelah mencapai tekstur yang diinginkan, matikan kompor. Saring dengan saringan kawat. 
Untuk tomat, rebus/kukus tomat kemudian hancurkan di atas saringan kawat. Sajikan sebagai saus. 

Bubur Ayam Saus Zukini Edamame
Bahan:
Nasi
Ayam
Zukini
Kacang edamame

Cara membuat:
Rebus ayam dengan bawang putih yang digeprek. Masukan nasi dan aduk-aduk sesekali hingga bubur memiliki tekstur sesuai dengan yang moms inginkan. 
Untuk sausnya, rebus zukini dan edamame secara terpisah (karena air rebusan edamame biasanya berubah warna). Kupas edamame, kemudian blender bersama zukini. Sajikan sebagai saus. 

Saya enggak menggunakan blender untuk menghaluskan bubur. Karena tekstur hasil diblender itu terlalu halus, akhirnya bayi jadi enggak belajar untuk mengunyah makanannya. 

Untuk lemak tambahan, saya hanya memberikanya jika dalam proses memasak saya enggak menumis. Seperti pada resep pertama, saya enggak tambahkan extra virgin olive oil (EVOO)  karena hatinya sudah ditumis. Untuk lemak tambahan enggak perlu harus (EVOO),  minyak kelapa biasa pun boleh asal minyak baru bukan bekas dan unsalted butter juga bisa digunakan sebagai lemak tambahan. 

Selama MPASI empat bintang ini saya cukup berjuang untuk bisa memberikan air putih ke si adik. Berbeda dengan MPASI dua minggu pertama, si adik susah banget minum air putih. Akhirnya adik sempat sembelit. Untuk kondisi seperti ini saya siasati dengan banyak memberikan buah yang berair. Untuk teksur makanan pun sementara saya turunkan lebih encer agar lebih mudah dicerna. Tapi yang paling penting, tetap telateni memberikan air putih. Karena bagaimana pun juga kebutuhan cairan bagi bayi yang sudah mengonsumsi makanan padat telah meningkat. 

Jadi... Begitulah perjalanan MPASI si adik di bulan pertama. Semoga menginspirasi ya moms! 😄

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada? 

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…