Langsung ke konten utama

TIPS MENGAJARKAN ANAK SIKAT GIGI

Sumber: Pixabay

Dalam sebuah grup whatsapp, seorang ibu curhat tentang anaknya yang susah sekali diajak sikat gigi. Menurut Si Ibu, gigi anaknya sudah mulai karies. Menjaga kesehatan gigi memang penting dilakukan sejak dini. Meskipun gigi anak kecil nantinya akan tanggal dan berganti gigi tetap, tapi kesehatan gigi susu tetap harus dijaga. Menjaga kesehatan gigi bahkan bisa dimulai sejak gigi anak belum tumbuh. Sisa susu di dalam mulut bayi harus dibersihkan untuk mencegah pertumbuhan jamur dalam mulut bayi. Kalau saya biasa membersihkan mulut Si Adik dengan kain kassa yang dibasahi air matang hangat.

Dulu waktu anak sulung saya, Si Kakak, belum satu tahun, memang agak sulit untuk mengajaknya sikat gigi. Saya sempat khawatir, apalagi Si Kakak minun susu melalui dot. Setiap diajak sikat gigi, kakak pasti menolak. Tapi saya dan suami tak hilang akal, kami pun mencoba beberapa trik yang alhamdulillah berhasil. Yuk Moms disimak apa saja tips dan trik mengajari anak sikat gigi. 

Pilihlah Sikat Gigi yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anak. 

Saya dulu sempat salah membelikan sikat gigi untuk kakak. Bulu sikat giginya terlalu kasar, akibatnya Si Kakak sempat mogok sikat gigi. Untuk anak-anak sebaiknya pilihkan sikat yang kepalanya kecil dan bulunya lembut agar nyaman di mulut anak. 

Menggunakan Media Video dan Permainan

Saya sangat terbantu dengan hadirnya teknologi. Meskipun jarang memberikannya lansung pada anak, tapi saya sering menggunakan teknologi untuk media belajar. Salah satunya untuk mengajarkan anak sikat gigi. Berikut ini adalah video yang sering saya putarkan untuk kakak:


Sesame Street: Healthy Teeth, Healthy Me


Brush Your Teeth: Super Simple Song

Selain video, ada juga game Monster Day keluaran Highlight yang mengajarkan anak untuk menyikat gigi atau mungkin Moms punya rekomendasi lainnya? Tapi pastikan dampingi anak saat menonton video dan bermain dengan gawai ya Moms. 

Games Monster Day

Kalau tidak mau menggunakan gawai, Moms bisa menggunakan permainan lainnya untuk mengajarkan anak menyikat gigi. Misalnya dengan permainan-permainan berikut ini (sumber foto: Pinterest):





Ajak Anak Menyikat Gigi Bersama
Agar anak lebih bersemangat untuk menyikat gigi, Moms bisa ikut sikat gigi bersamanya. Kegiatan ini juga bisa mengajarkan si kecil bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Buat aktivitas menyikat gigi menjadi menyenangkan, misalnya dengan sambil bernyanyi dan menari. 


Siapkan Peralatan Menyikat Gigi yang Menarik Bagi Anak
Selain sikat gigi yang nyaman bagi mulut anak, Moms juga bisa menyiapkan peralatany menyikat gigi yang menarik. Misalnya Si Kecil menyukai tooh kartun tertentu, Moms bisa menyiapkan sikat gigi, gelas berkumur dan handuk kecil dengan gambar tokoh kartun tersebut. Dengan demikian, anak pun jadi lebih semangat untuk menyikat gigi.

Mengajarkan anak untuk hidup bersih  adalah hal yang penting. Salah satunya dengan mengajarkan anak untuk rutin menyikat gigi. Membuat aktivitas menyikat gigi menjadi menyenangkan bagi anak adalah hal yang bisa dilakukan. Jangan memaksa anak, karena hal tersebut justru bisa membuatnya tidak mau menyikat gigi. Seperti kemampuan yag diajarkan ke anak pada umumnya, mengajak anak sikat gigi juga membutuhkan kesabaran.

Semoga bermanfaat tipsnya ya Moms!

Komentar

  1. Makasih tipsnya mom. Anakku dulu juga ogah-ogahan sikat gigi, tapi dengan bantuan video edukatif serta buku-buku cerita tentang sikat gigi akhirnya mau. Beberapa bagian gigi sudah bolong dan geripis, cuma karena anak sudah kooperatif dan rajin sikat gigi, bagian-bagian tersebut masih bisa bertahan dan enggak tambah parah :)

    BalasHapus
  2. Anak aku yg kdua lagi susah bgt disuruh gosok giginya.. ampun. Tapi aku selalu paksa 😅 udah dikasi yg lucu2 masi aja.. masanya...menggemaskan

    BalasHapus
  3. kalau aku rada sulit saar anak kedua karena dia mirip suamiku, saat sikat gigi masuk mulut langung oak oak, kaya mau muntah. eh aku tegur dia sejak awal, makanya sekarang dia gak begitu

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…