Langsung ke konten utama

ASYIKNYA MELATIH MOTORIK ANAK SAMBIL BERMAIN




Tahun ini, kami sekeluarga memang sudah berencana untuk berlibur ke pantai. Berhubung, kami memang belum pernah mengajak anak-anak untuk mantai. Saya pribadi juga lebih suka jalan-jalan ke pantai dibanding ke gunung, karena bagi saya, pergi ke pantai itu lebih simpel,  baik dari segi bawaan traveling maupun permainan. 

Di pantai, anak-anak bisa bebas main di ruang terbuka. Mau main pasir, lari-larian atau berenang, itu terserah mereka. Mengajak anak-anak untuk main ke pantai itu seperti cara mudah untuk menstimulasi kemampuan motorik mereka. Kemampuan motorik termasuk elemen penting perkembangan anak. Kemampuan motorik dibagi menjadi kemampuan motorik kasar yang melibatkan kerja otot-otot keras seperti kemampuan berlari, berjalan, melompat dan sebagainya,  dan juga kemampuan motorik halus yang melibatkan kerja otot-otot halus, seperti kemampuan menulis, menjumput, mencubit dan sebagainya. Kemampuan-kemampuan ini penting nantinya untuk menunjang aktivitas anak di kemudian hari. 

Asyiknya ke pantai, main sambil melatih motorik kakak dan adik

Kembali lagi ke keseruan kami main di pantai, semenjak kami tiba di Anyer, si kakak sudah semangat sekali mau main pasir. Tapi berhubung kami datang terlalu sore, keinginan si kakak pun harus ditunda sejenak. 

Mengambil Manfaat dari Bermain Pasir

Main pasir, selain menyenangkan juga bisa melatih kemampuan motorik anak

Pagi harinya, langsung deh kami mantai. Asyiknya di sini, kami tinggal jalan ke arah belakang hotel untul menuju pantai. Tempatnya juga nyaman karena tidak terlalu ramai. Pas! Si kakak langsung menggelar mainannya dengan semangat. Saya sih tidak terlalu khawatir anak-anak saya akan kotor saat bermain pasir. Karena saya tahu, banyak manfaat yang bisa didapat anak-anak saya dari bermain pasir, seperti:
  1. Melatih sensori motor. Ketika kakak bermain pasir, sebenarnya seluruh indranya sedang terstimulasi. Mulai dari indra peraba, pengelihatan maupun penciuman. Misalnya saat kakak memegang pasir, kakak akan dapat merasakan tekstur pasir yang menstimulasi indra perabanya.
  2. Melatih motorik halus. Saat kakak main pasir, ia akan meremas dan membentuk pasir menjadi bentuk sesuai yang ia inginkan. Saat proses meremas dan membentuk inilah kakak juga sedang melatih kemampuan motorik halusnya. 
  3. Menstimulasi imajinasi dan kreatifitas anak. Dengan bermain membentuk pasir, sebenarnya kakak sedang melatih daya imajinasinya. Seperti saat kami main di pantai kemarin, kakak menunjukan hasil karyanya yang ia sebut sebagai rumah kepiting. Kakak sangat bangga dengan hasil karyanya! 

Asyik Berlarian dan Main Air Sambil Melatih Motorik Kasar

Puas bermain pasir, kakak dan adik pun melanjutkan eksplorasi pantainya, dengan apalagi kalau bukan, main air! Awalnya saya kira adik bakal takut diajak main air di pinggir pantai, ternyata adik malah senang banget. Dengan semangat, si adik menggerakan kaki dan tangannya di air. Saking semangatnya, sampai ada air laut yang terciprat dan masuk ke dalam mulut adik. Jadi asin deh... Hehe.... 

Si adik yang senang banget diajak main air di laut

Saat bermain air, anak sekaligus melatih otot kasarnya, karena saat di air anak lebih aktif menggerakan otot-otot mereka dan saat bermain air, anak juga banyak mengandalkan kekuatan ototnya.  Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap anak usia 12-18 bulan di Indonesia, menemukan adanya hubungan yang bermakna antara kemampuan motorik kasar anak dengan kecukupan konsumsi energi, protein dan aktivitas anak. Ho... Baru tahu deh saya... Ternyata melatih anak dengan bergerak itu tidak cukup untuk melatih motorik kasarnya. Anak perlu asupan energi yang cukup dari makanan yang bergizi, baik makanan padat maupun cemilan. 

Di sela waktu bermain, kakak suka banget ngemil Monde BoroMon Cookies, cemilan sehat bebas gluten untuk melengkapi kebutuhan energi si kecil. Dibuat dari pati kentang, dengan kandungan madu dan DHA, Monde BoroMon Cookies sangat baik untuk kesehatan kakak. Si adik juga suka lho ngemilin Monde BoroMon Cookies. Meskipun gigi adik belum tumbuh, saya enggak terlalu khawatir dia tersedak. Karena Monde BoroMon Cookies ini lumer di mulut, jadi enggak akan membuat adik tersedak. Ditambah lagi, bentuknya yang imut kecil, membantu adik untuk belajar mengunyah dengan gusinya. Ini juga bagian dari belajar motorik lho
Monde BoroMon Cookies, cemilan sehat kaya manfaat untuk si kecil

Saya juga suka kemasannya yang lucu. Dalam satu kardus ada enam bungkus kecil. Kakak sama adik kalau ngemil kan enggak bisa langsung banyak. Dengan kemasan terpisah begini, saya jadi enggak khawatir biskuitnya jadi melempem karena terlanjur terkena udara luar. Satu kemasan kecil begini, bisa langsung habis dimakan berdua. 

Monde BoroMon Cookies membuat aktivitas bermain kami menjadi lebih ceria. Menstimulus kakak dan adik kan tidak harus dalam kegiatan khusus. Dari aktivitas bermain di alam terbuka seperti ini saja, anak-anak saya sebetulnya sedang melatih motorik kasar dan halusnya. Makanya yuk Moms! Ajak anak-anak main di luar, agar anak cerdas dan tangkas. Sambil ngemilin Monde BoroMon Cookies, main jadi lebih menyenangkan! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?