Langsung ke konten utama

INVESTASI: SOLUSI JITU #CerdasDenganUangmu PERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN Si KECIL

Sumber: Pixabay

Tahun depan, saya berencana untuk mulai hunting sekolah untuk kakak. Berhubung si kakak kelihatannya sudah punya ketertarikan untuk belajar, ditambah usia yang sudah cukup juga. Pas banget, sekarang ini lagi momen persiapan tahun ajaran baru. Saya pun browsing cari informasi tentang biaya sekolah. Meskipun masih tahun depan, paling enggak, saya punya gambaran kira-kira harus menyediakan dana berapa banyak. 

Dari hasil berselancar online, saya pun menemukan beberapa referensi dan alamak! Mahal betul biaya sekolah TK ya Moms! Sebagai gambaran, biaya sekolah TK di Bogor itu kisaran antara 10-12 jutaan. Itu baru uang muka plus SPP ya Moms, belum seragam, uang pendaftaran, simpanan pengaman pendidikan dan lain-lain.

Yup! Inflasi pendidikan di Indonesia ini memang cukup tinggi. Lembaga keuangan Jiwasraya menyebutkan asumsi angka kenaikan inflasi mencapai 15% untuk sektor pendidikan (edukasi.kompas.com). Bayangkan saja, berapa banyak dana pendidikan yang harus disiapkan ketika kakak masuk sekolah nanti. Akhirnya, saya dan suami membuat rencana untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk kakak. Kami mulai megatur strategi #CerdasDenganUangmu dengan menyisihkan pendapatan yang kami peroleh setiap bulan untuk mempersiapkan dana pendidikan kakak. 

Membuat perencanaan dalam mempersiapkan dana pendidikan si kecil agar tak keteteran (sumber gambar:Pixabay)

Apa saja yang kami lakukan? 

Mengalokasikan dana bulanan untuk persiapan tabungan pendidikan. 

Jujur saja, sebelumnya saya dan suami tuh enggak terlalu concern dengan tabungan pendidikan. Karena kakak juga masih kecil dan fokus kami saat itu untuk membeli rumah. Saya agak menyesal sih... Seharusnya kami memulai lebih awal. Ketika kakak lahir, harusnya langsung dibuatkan tabungan yang peruntukannya untuk dana pendidikan. Alhamdulillah, si adik sekarang sudah punya tabungan pendidikan sejak lahir. Dengan menabung dana pendidikan sedini mungkin, akan meringankan Moms dan suami dalam menyiapkan dana pendidikan. 

Berhubung saya dan suami susah banget nabung mandiri, kami akhirnya membuka tabungan yang di-autodebet setiap bulannya. Jadi ketika terima gaji, langsung, deh, dipotong ke rekening tujuan yang memang sudah disiapkan untuk dana pendidikan. Cara seperti ini sangat membantu, lho, Moms. Apalagi bagi Anda yang susah menabung seperti saya. 

Berinvestasi

Kalau hanya mengandalkan tabungan uang yang biasa, rasanya enggak akan ngejar deh untuk punya dana pendidikan yang cukup saat kakak masuk sekolah nanti. Itu kenapa, saya dan suami memikirkan alternatif investasi untuk menyiapkan dana pendidikan. Apa enggak berisiko tuh? Setiap investasi pasti ada risikonya, seperti yang disampaikan di MoneySmart.id, bahwa setiap investasi pasti ada risikonya. Itu kenapa penting bagi Moms untuk mendiversifikasi dana pada instrumen investasi yang berbeda-beda.Apa saja sih instrumen investasi yang bisa Moms coba untuk menabung dana pendidikan bagi si kecil? Kalau saya dan suami, berhubung ini peruntukannya untuk dana pendidikan dan kami juga masih sangat pemula dalam berinvestasi, maka kami memilih instrumen investasi yang risikonya rendah sampai menengah, seperti emas dan reksa dana. 

Berinvestasi memang mengandung risiko, namun menawarkan pengembalian keuntungan yang  tinggi pula (sumber gambar: Pixabay) 

Keuntungan berinvestasi emas, harganya cenderung stabil dan nilainya terus naik. Namun, berinvestasi emas juga mengandung risiko kehilangan dan untuk berinvestasi emas kita perlu menyiapkan sejumlah dana yang cukup besar. Meskipun beberapa bank (dan juga penggadaian) sudah memiliki produk tabungan emas atau cicil emas yang memungkinkan Moms untuk memiliki emas dengan cara mengangsur. 

Kalau reksa dana, terus terang saya masih sangat awam dengan investasi ini. Saya bermaksud untuk membeli reksa dana syariah untuk menabung dana pendidikan. Meskipun risikonya lebih besar dari investasi emas, memiliki reksa dana untuk mempersiapkan dana pendidikan masih relatif aman menurut saya.  Karena manager investasi yang mengelola dana investasi akan menempatkan dana yang kita titipkan ke berbagai macam tipe investasi. Dengan menempatkan dana pada berbagai instrumen investasi kemungkinan kerugian pun akan lebih kecil dibandingkan jika menginvestasikan dana di satu instrumen investasi. Sayangnya, reksadana ini memang belum dijamin oleh pemerintah, dalam hal ini Lembaga Penjamin Simpanan. Tapi tenang saja, karena tetap dalam praktiknya, pelaksanaan investasi reksadana diawasi ketat oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Berinvestasi logam mulia dapat menjadi pilihan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak (sumber ambar: akurat.co)


Hunting sekolah sejak jauh hari.

Survei sekolah jauh-jauh hari menurut saya cukup penting. Selain agar Moms dapat memiliki banyak referensi sekolah yang dapat dipilih untuk si kecil, Moms juga dapat memperoleh gambaran biaya, sehingga dapat mempersiapkan dana sejak jauh-jauh hari. Sebagai orang tua, Moms tentu ingin memilihkan sekolah terbaik untuk anak Anda. Namun, jika sekolah pilihan Moms ternyata biaya masuknya cukup besar dan di luar kemampuan anggaran, Moms tentu membutuhkan strategi untuk mewujudkan keinginan Anda. Dengan mengetahui "medan perang", akan mencegah persiapan dana pendidikan Anda keteteran. 

Semakin cepat mempersiapkan dana pendidikan bagi ananda, semakin baik. Dengan begitu, Anda dan suami bisa lebih matang dan ringan dalam menyiapkan dana pendidikan. Hal yang terpenting dalam menginvestasikan dana yang diperuntukan untuk pendidikan adalah memilih instrumen investasi yang paling minim risiko. Agar Anda tidak merugi dan mengorbankan masa depan putra putri Anda. Selamat berinvestasi ya Moms! 



Komentar

  1. Memang perlu dipersiapkan ya dana utk pendidikan anak, secara sekarang mahal-mahal biaya sekolahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... Kalau enggak bisa2 keteteran. Kasihan kan harusnya anak bisa masuk ke sekolah bagus, hrs pupus krn enggak ada biaya... :(

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

[TIPS] MANAJEMEN WAKTU ALA EMAK REMPONG

Cuci baju belum, mandiin anak belum, setrikaan dari kemarin masih menumpuk dan sms dari customer yang order jilbab belum sempat dibalas. Terbayang enggak sih moms berapa banyak tugas yang harus moms lakukan setiap harinya. Rasanya 24 jam sehari seperti enggak cukup untuk menyelesaikannya.  Kesibukan sebagai emak memang enggak ada habisnya. Dari sebelum matahari terbit hingga tengah malam menjelang, sering kali emak masih sibuk berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Enggak perlu dibuat jadi stress ya moms, coba disyukuri saja karena semua pasti berbuah pahala. Tapi bagaimana ya supaya waktu dan tenaga kita bisa optimal untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada?