Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

JIKA CINTA MEMBACA, MENGAPA MASIH MEMBELI BUKU BAJAKAN?

Zaman masih kuliah dulu, saya termasuk orang yang tidak terlalu mempedulikan dari mana buku yang saya baca berasal. Asal butuh atau suka bukunya dan pas di kantong mahasiswa, saya pasti beli. Saat kuliah dulu memang marak banget praktik memotokopi buku, mulai dari buku kuliah untuk belajar sampai buku populer untuk dibaca saat senggang. Hasil cetakannya pun nyaris tidak bisa dibedakan dengan buku aslinya. Saya mengkategorikan diri saya saat itu sebagai awam atau mungkin kurang peduli saja, sih.
Sampai akhirnya saya mulai "nyemplung" di dunia literasi. Kalau sebelumnya saya hanya menjadi penikmat buku, kini saya mencoba untuk belajar menulis dan menerbitkan buku. Alamak! Ternyata perjuangan untuk menghasil sebuah karya buku saja sangat berdarah-darah (kalau boleh saya lebay mengumpamakan).
Baca juga: BAHU MEMBAHU MEMBANGUN BUDAYA CINTA BUKU
Dari mulai menemukan ide orisinil yang ternyata susah luar biasa. Belum lagi ketika mengolah ide dan menuangkannya menjadi tulisan. Buka…

MENGATASI SAKIT GIGI SAAT HAMIL

Pernahkah Moms merasakan sakit gigi saat hamil? Kebayang deh rasa sakitnya, macam ditinggal mantan pas lagi sayang-sayangnya (wkwkwk, terekdungces!). Sakit gigi saat hamil itu memang enggak nyaman banget. Sudahlah sakit, terus kita enggak bisa sembarangan minum obat.
Kondisi hamil memang membuat Moms harus menjaga banget asupan yang masuk ke dalam tubuh. Salah-salah, apa yang kita makan bisa berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan janin. Tetapi kalau sakit gigi saat hamil dan enggak tertahankan lagi, kita harus bagaimana dong?
Saya sendiri mengalami saat kehamilan ketiga ini. Gigi graham belakang saya yang memang sudah patah sebelum hamil, semakin berulah sejak saya berbadan dua. Graham yang patah jadi berlubang dan sakit luar biasa, sampai saya hanya bisa menggunakan satu sisi mulut saat makan. Karena mengganggu, saya konsultasikan pada dokter kandungan, karena saya khawatir kalau langsung ditreatemen di dokter gigi ada risiko-risiko kesehatan bagi janin saya.
Sewaktu saya ko…

SEBUAH NYAMBUNGLOGY ANTARA STOISISME DAN MENJADI ORANG TUA ANTI STRES

Berapa banyak dari moms yang merasa menjadi orang tua itu sulit banget? Banyak hal yang kita rencanakan, namun tak berjalan sesuai keinginan. Anak susah makan, susah diatur atau sakit. Belum lagi menghadapi berbagai komentar orang tentang cara kita mendidik dan membesarkan Si Buah Hati. Tidak jarang kita pun merasa tertekan menjalani peran sebagai orang tua. Salah-salah kita pun bisa menjadi stres.
Sebagai ibu yang enggak jauh berbeda dengan Anda, saya pun sering merasa seperti itu. Bahkan saya pernah berada pada titik di mana saya bertanya: "Ngapainsih saya melakukan ini semua?" 
Kebanyakan stres yang saya alami disebabkan karena saya terlalu keras terhadap diri sendiri. Mendorong diri secara berlebihan untuk melakukan segala sesuatunya sempurna. Tujuannya tentu saja untuk memuaskan orang lain, entah suami, entah anak-anak bahkan orang lain yang saya enggak kenal. Saat apa yang saya harapkan enggak terjadi, bisa ditebak apa yang terjadi pada diri saya, yup, kecewa, sedih d…

CARA MENYAPIH ANAK: PENGALAMAN MENYAPIH BABY ZEE

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, tidak terkecuali saya. Untuk nutrisi, saya selalu berpikir bahwa memberikan ASI adalah asupan yang terbaik. Namun, idealisme saja ternyata tidak cukup. Memberikan ASI pada buah hati ternyata tidak semudah menyodorkan payudara pada bayi.
Saat kakak lahir, bayang-bayang indah tentang memberikan ASI sudah melayang-layang dalam pikiran. Inisiasi menyusui dini dan bayangan saat saya menyusui kakak sambil mengantarkannya tidur sudah muncul bahkan saat kakak masih dalam kandungan. Tetapi ternyata bayangan itu harus buyar. Qadarallah, kakak masuk NICU selama satu bulan saat dilahirkan. Jangankan menyusui, menyentuhnya saja baru bisa saya lakukan dua pekan setelah ia dilahirkan. Itu pun dengan kondisi tangan dan baju steril.
Saat adik lahir, impian melakukan inisiasi menyusui dini akhirnya terwujud. Sampai sekarang saya masih bisa membayangkan wajah pertama adik saat merayap di atas dada saya mencari puting susu, priceless! Sek…

BIJAK BELANJA ONLINE

Aku mah orangnya paling malas ngemall"
(dalam hati ngebatin)"Masya Allah... Shaliha banget ini ibu, enggak ngerepotin suami"
"Aku mendingan belanja online, lebih praktis," lanjutnya.
(ngebatin lagi) "Lah... Itu mah sama saja sama aku,wkwkwkwk
Zaman serba digital begini memang segala sesuatu jadi mudah, termasuk urusan belanja. Mau beli apa, tinggal modal kuota dan kekuatan jari buat berselancar di dunia maya. Apalagi sekarang banyak banget platform-plaform belanja online yang memungkinkan kita untuk belanja dengan mudah, aman dan nyaman. Emak-emak macam saya juga paling malas ke mall. Masalahnya bawa dua anak kecil plus bayi dalam perut itu repotnya luar biasa. Apalagi kalau harus berkeliling mall yang luasnya bisa jadi setara lapangan bola. Emak sungguh tak syanggup!
Namun, bukan berarti saya enggak suka belanja. Naluriah banget deh kalau urusan belanja mah. Jangankan perempuan, kalau ada anggarannya, laki-laki pun pasti suka shopping. Itu kenapa, saya yan…

CARA MENGATASI MUAL SAAT HAMIL

Beberapa hari belakangan ini, saya sedang mager (malas gerak) parah. Bahkan untuk nulis dan sosmed-an yang biasanya saya hobi banget pun, saya malas melakukannya. Masalahnya, kondisi hamil muda membuat saya mual-mual. Bukan hanya "morning sick", tapi "wholeday sick". Enggak parah sih, tapi ya... Mual saat hamil ini cukup mengganggu aktivitas.
Waktu kontrol ke dokter kandungan, saya enggak dibekali dengan obat mual. Karena memang obat mual sebaiknya enggak dikonsumsi secara ketergantungan. Akhirnya, rasa mual itu saya tahan saja. Berbagai cara saya lakukan untuk membuat rasa mual saat hamil muda ini reda. Ternyata usaha saya cukup berhasil. Apa saja yang saya lakukan untuk mengurangi rasa mual saat hamil muda? Simak tipsnya berikut ini, yuk!
Baca juga:KETIKA IBU HAMIL SAKIT Penyebab rasa mual saat hamil muda Kalau dari beberapa refernsi yang saya baca, penyebab mual saat hamil muda adalah karena perubahan hormon ibu saat hamil. Hormon Human Chorionic Gobadotropin (…

BAHU-MEMBAHU MEMBANGUN BUDAYA CINTA BUKU

Pagi tadi saya iseng mengajak kakak dan adik main ke Taman Sempur, Bogor. Tadinya saya hanya ingin mengajak anak-anak main di tempat terbuka, lalu saya teringat pernah membaca tentang KoLeCer (Kotak Literasi Cerdas) yang berada di taman ini. KoLeCer adalah sebuah kotak yang berisi berbagai koleksi buku untuk dinikmati para pengguna jalan dan pengguna taman secara bebas dan gratis. KoLeCer ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada bulan Desember 2018 lalu.
Koleksi KoLeCer ini cukup beragam, mulai dari buku anak sampai dewasa. Saya juga sempat melihat koleksi buku impor, lho! Buku-buku di KoLeCer ini sebagian adalah koleksi perpustakaan Kota Bogor, sedangkan sisanya merupakan donasi dari masyarakat.
Saya sempat mengobrol juga dengan petugas yang menjaga KoLeCer ini. Beliau bilang, setiap hari pengunjung bebas untuk membaca di tempat buku-buku yang ada di KoLeCer. Setiap hari sabtu, petugas dari perpustakaan Kota Bogor juga menyediakan lapak khusus yang berisi mainan d…

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Pernahkah Anda mengalami pengalaman yang mengganggu? Maksud saya adalah saking mengganggunya, pengalaman tersebut sampai mempengaruhi kehidupan Anda jangka panjang. Anda merasa terkungkung hingga merasa perlu berdamai dengan diri sendiri.
Ketika kecil, saya adalah anak yang kompetitif. Saya suka tampil di muka kelas, dengan sukarela menjadi pengurus kelas dan sering ditunjuk sebagai wakil sekolah. Bukan nyombong juga nih... Saya pun tak pernah absen mengisi peringkat tiga teratas. Intinya, pada dasarnya saya adalah anak yang cukup pede dan merasa punya modal untuk merasa pede.
Akan tetapi, semuanya berubah saat saya di bangku SD kelas V. Saya mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari oknum guru di sekolah saya. Guru tersebut menempeleng (mendorong kening hingga saya nyaris terjerembab) dan menyebut saya g*bl*k. Parahnya hal itu dilakukan di depan kelas saat jam pelajaran berlangsung. Alasannya karena saya mendapatkan nilai jelek di salah satu mata pelajaran muatan lokal. Seumur-umu…

TERINTIMIDASI DENGAN TEORI PENGASUHAN ANAK, PERLUKAH?

Akuilah bahwa mengasuh anak lebih banyak menggunakan rasa dan lebih sedikit menggunakan logika. Karena itulah mengasuh anak disebut dengan seni. Mengasuh menggunakan hati bukan hanya otak, maka tak perlu terintimidasi dengan teori-teori. Karena sesungguhnya teori pengasuhan anak hanya sekadar referensi, bukan untuk ditelan mati. Perlakukan anak lebih manusiawi dengan hati, bukan menjadi tropi untuk menunjukan prestasi.
Beberapa waktu lalu di grup Whatsapp emak-emak alumni kuliah saya terjadi diskusi yang cukup seru. Beberapa ibu curhat betapa mereka merasa terintimidasi dengan program salah satu komunitas yang dirasa terlalu idealis. Beberapa dari mereka merupakan anggota dari komunitas tersebut, namun justru merasa semakin enggak kompeten karena enggak bisa mengikuti program-program komunitas tersebut dengan baik.
Saya pun termasuk anggota komunitas tersebut dan mengakui kalau program komunitas tersebut memang cukup menantang untuk diikuti. Namun, saya tidak lantas berkecil hati dan…