Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

CARA MENGATASI MUAL SAAT HAMIL

Beberapa hari belakangan ini, saya sedang mager (malas gerak) parah. Bahkan untuk nulis dan sosmed-an yang biasanya saya hobi banget pun, saya malas melakukannya. Masalahnya, kondisi hamil muda membuat saya mual-mual. Bukan hanya "morning sick", tapi "wholeday sick". Enggak parah sih, tapi ya... Mual saat hamil ini cukup mengganggu aktivitas.
Waktu kontrol ke dokter kandungan, saya enggak dibekali dengan obat mual. Karena memang obat mual sebaiknya enggak dikonsumsi secara ketergantungan. Akhirnya, rasa mual itu saya tahan saja. Berbagai cara saya lakukan untuk membuat rasa mual saat hamil muda ini reda. Ternyata usaha saya cukup berhasil. Apa saja yang saya lakukan untuk mengurangi rasa mual saat hamil muda? Simak tipsnya berikut ini, yuk!
Baca juga:KETIKA IBU HAMIL SAKIT Penyebab rasa mual saat hamil muda Kalau dari beberapa refernsi yang saya baca, penyebab mual saat hamil muda adalah karena perubahan hormon ibu saat hamil. Hormon Human Chorionic Gobadotropin (…

BAHU-MEMBAHU MEMBANGUN BUDAYA CINTA BUKU

Pagi tadi saya iseng mengajak kakak dan adik main ke Taman Sempur, Bogor. Tadinya saya hanya ingin mengajak anak-anak main di tempat terbuka, lalu saya teringat pernah membaca tentang KoLeCer (Kotak Literasi Cerdas) yang berada di taman ini. KoLeCer adalah sebuah kotak yang berisi berbagai koleksi buku untuk dinikmati para pengguna jalan dan pengguna taman secara bebas dan gratis. KoLeCer ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada bulan Desember 2018 lalu.
Koleksi KoLeCer ini cukup beragam, mulai dari buku anak sampai dewasa. Saya juga sempat melihat koleksi buku impor, lho! Buku-buku di KoLeCer ini sebagian adalah koleksi perpustakaan Kota Bogor, sedangkan sisanya merupakan donasi dari masyarakat.
Saya sempat mengobrol juga dengan petugas yang menjaga KoLeCer ini. Beliau bilang, setiap hari pengunjung bebas untuk membaca di tempat buku-buku yang ada di KoLeCer. Setiap hari sabtu, petugas dari perpustakaan Kota Bogor juga menyediakan lapak khusus yang berisi mainan d…

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Pernahkah Anda mengalami pengalaman yang mengganggu? Maksud saya adalah saking mengganggunya, pengalaman tersebut sampai mempengaruhi kehidupan Anda jangka panjang. Anda merasa terkungkung hingga merasa perlu berdamai dengan diri sendiri.
Ketika kecil, saya adalah anak yang kompetitif. Saya suka tampil di muka kelas, dengan sukarela menjadi pengurus kelas dan sering ditunjuk sebagai wakil sekolah. Bukan nyombong juga nih... Saya pun tak pernah absen mengisi peringkat tiga teratas. Intinya, pada dasarnya saya adalah anak yang cukup pede dan merasa punya modal untuk merasa pede.
Akan tetapi, semuanya berubah saat saya di bangku SD kelas V. Saya mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari oknum guru di sekolah saya. Guru tersebut menempeleng (mendorong kening hingga saya nyaris terjerembab) dan menyebut saya g*bl*k. Parahnya hal itu dilakukan di depan kelas saat jam pelajaran berlangsung. Alasannya karena saya mendapatkan nilai jelek di salah satu mata pelajaran muatan lokal. Seumur-umu…

TERINTIMIDASI DENGAN TEORI PENGASUHAN ANAK, PERLUKAH?

Akuilah bahwa mengasuh anak lebih banyak menggunakan rasa dan lebih sedikit menggunakan logika. Karena itulah mengasuh anak disebut dengan seni. Mengasuh menggunakan hati bukan hanya otak, maka tak perlu terintimidasi dengan teori-teori. Karena sesungguhnya teori pengasuhan anak hanya sekadar referensi, bukan untuk ditelan mati. Perlakukan anak lebih manusiawi dengan hati, bukan menjadi tropi untuk menunjukan prestasi.
Beberapa waktu lalu di grup Whatsapp emak-emak alumni kuliah saya terjadi diskusi yang cukup seru. Beberapa ibu curhat betapa mereka merasa terintimidasi dengan program salah satu komunitas yang dirasa terlalu idealis. Beberapa dari mereka merupakan anggota dari komunitas tersebut, namun justru merasa semakin enggak kompeten karena enggak bisa mengikuti program-program komunitas tersebut dengan baik.
Saya pun termasuk anggota komunitas tersebut dan mengakui kalau program komunitas tersebut memang cukup menantang untuk diikuti. Namun, saya tidak lantas berkecil hati dan…

TIPS SEMANGAT BERAKTIVITAS DI BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan tentu menjadi bulan yang dinantikan setiap kaum muslimin, tidak terkecuali para ibu muslimah. Meskipun begitu, bulan Ramadhan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu. Kondisi berpuasa ditambah aktivitas yang semakin bertambah bisa membuat kegiatan ibu keteteran.
Meskipun seharusnya Ramadhan menjadi momen untuk menahan dan menyederhanakan diri, namun, tidak bisa dipungkiri, tradisi di Indonesia yang harus menyediakan ta'jil dan makanan khusus, membuat kesibukan ibu bertambah. Belum lagi target-target ibadah yang ingin dicapai. Moms tentu tidak ingin, kan, Ramadhan berlalu begitu saja?
Seperti juga ibu lain, saya pun mengalaminya. Ditambah lagi, saya harus mengurus bayi dan balita. Akhirnya, di tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan saya sedikit keteteran. Ibadah kurang maksimal dan kondisi fisik juga terasa turun sekali saat akhir Ramadhan. Mulai tahun lalu, saya pun bertekad untuk menjalani bulan Ramadhan saya dengan lebih baik. Tahun ini, saya pun akhirnya mulai…

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja. 
Baca juga: MENCUCI DENGAN SABUN LERAK

Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco enzyme? Eco enzy…

MEMBANGUN SINERGI MENDIDIK BUAH HATI, MENCIPTAKAN GENERASI MANDIRI

Perkembangan kehidupan sosial saat ini mendorong peran perempuan menjadi meluas. Jika sebelumnya peran perempuan identik dengan ranah domestik dan pengasuhan anak, kini perempuan telah mengembangkan sayapnya ke ranah publik. Sebagai ibu yang pernah bekerja "kantoran", menurut saya sah saja ketika seorang perempuan ingin mengembangkan potensinya dengan bekerja di luar rumah. Tentunya dengan catatan bahwa hak dan kebutuhan buah hati baik secara fisik dan psikologis tidak terabaikan.  Dilema Ibu Bekerja  Dengan aktifnya ibu bekerja di ranah publik, tentunya perlu ada orang yang mengisi peran saat ibu tidak ada. Ibu seringkali menghadapi dilema. Pada akhirnya, menitipkan buah hati pada nenek sering kali menjadi alternatif para ibu bekerja. Alasannya karena menitipkan anak pada nenek lebih terjamin. Ibu merasa lebih tenang karena menitipkan anak pada orang terdekat.
Sewaktu saya masih bekerja dulu, saya pun berpikir demikian. Meskipun tidak sepenuhnya, karena saya masih mengguna…

SENI BERKOMUNIKASI DENGAN SI KRITIS

Menghadapi si kakak di usianya yang kini menginjak empat tahun, amat berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya si kakak begitu manut, sekarang ia sudah bisa menjawab argumen saya. Tak jarang ia bisa memberikan alasan logis yang akhirnya tidak bisa saya patahkan.
Kita seringkali beranggapan bahwa anak yang penurut dan tak pernah membantah adalah anak yang baik. Padahal, dari literatur yang pernah saya baca, anak yang mampu berargumen dan memiliki pendapatnya sendiri justru unggul dari segi IQ dan EQ. Kita mendidik anak manusia, yang sewajarnya memiliki keinginan pribadi. Itulah kenapa penting bagi orang tua untuk menggunakan seni berkomunikasi ketika berbicara dengan anak. Bukan memaksakan ego orang tua yang justru dapat berdampak negatif pada anak.
Baca juga: MELATIH ANAK BERTANGGUNG JAWAB
Ingatkah Moms tentang cerita pinokio? Paman gepeto yang membuat boneka kayu, kemudian ia berubah hidup bak anak laki-laki. Kemudian Pinokio pun membangkang, ia mengikuti nalurinya untuk berkeingin…

RESEP DIMSUM AYAM UDANG

Liburan panjang ini enggak bisa kemana-mana. Berhubung kami sekeluarga belum terlalu fit pasca sakit berjamaah sebulan terakhir ini. Daripada mati gaya, saya browsing resep yang mudah. Dari hasil berselancar, saya putuskan untuk membuat dimsum ayam udang. Membuatnya sangat mudah, simak yuk Moms resep dimsum ayam udang berikut ini! Bahan-bahan: Udang jerbung 250 gr Ayam cincang 400 gr Tepung tapioka 2 sdm Wortel parut sesuai selera Minyak wijen  3 sdm Bawang putih 3-4 siung Telur 1 butir Garam  Merica Gula Kaldu penyedap Kulit lumpia Cara membuat: Cincang udang jerbung hingga halus. Karena saya ingin dimsumnya bertekstur, saya cincang agak kasar.Masukan ayam cincang dan wortel, aduk hingga rata.Tambahkan bawang putih yang sudah dihaluskan.Masukan minyak wijen dan aduk rata.Bumbui dengan garam, merica, gula dan kaldu bubuk sesuai selera.Tambahkan telur, aduk hingga semua bahan tercampur.Tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk.Siapkan kulit lumpia, masukan satu sendok…