Langsung ke konten utama

THE CRABY SHAPE: MEMBUAT MAINAN EDUKATIF ANAK UNTUK MENGENALKAN BENTUK BANGUN DATAR

The Craby Shape: Mengajarkan Si Kecil Bentuk Bangun Datar

Suka bingung enggak sih Moms memilihkan mainan untuk si kecil? Saya juga sering begitu. Inginnya membelikan mainan anak yang tidak hanya menyenangkan hatinya, tapi juga bisa mengedukasi. Dulu, sebelum adik lahir, saya tuh rajin banget membuat mainan edukatif anak buat kakak. Tapi semenjak punya anak dua, bubar deh semuanya, hehe. 

Di tahun ini, memberikan mainan yang menyenangkan sekaligus edukatif untuk kakak dan adik menjadi salah satu resolusi 2019 saya. Supaya lebih semangat, saya rangkum jadi rubrik baru dong di blog. Semoga juga bisa menginspirasi Moms semua ya

The Craby Shape (3+)

Permainan ini adalah mainan edukatif anak 2-3 tahun. Tujuan permainan ini adalah mengenalkan bentuk sekaligus mencocokan. Cara membuatnya mudah banget, bahan dan alatnya juga bisa Moms gunakan dari barang bekas. Sedapat mungkin saya akan menggunakan bahan bekas untuk membuat mainan anak-anak, selain dalam rangka mendukung gaya hidup hijau, saya juga ingin memberikan inspirasi mainan yang murah dan mudah dibuat.

Bahan-bahan yang Perlu Moms Siapkan

  1. Kardus bekas
  2. Gunting
  3. Penggaris
  4. Spidol Berwarna
  5. Pensil
  6. Lem Tembak
  7. Velcro

Velcro bisa Moms dapatkan secara mudah di toko alat jahit ya Moms. Lalu, kalau enggak punya lem tembak, Moms bisa gunakan lem jenis lain. Tapi pastikan lemnya cukup kuat, agar enggak terlepas saat velcro di tarik. 

Cara Membuatnya:

  • Pertama, Moms perlu membuat desain cetakan. Tujuannya untuk mempermudah saja sih. Di permainan ini, saya ingin mengenalkan tiga bentuk, yaitu persegi panjang, segitiga dan lingkaran. Ketiga bentuk tersebut saya buat menjadi bagian-bagian tubuh kepiting. 
  • Setelah membuat desain, tinggal dicetak di dua kardus bekas. Kardus pertama sebagai alas dan kardus kedua yang akan dipotong menjadi bagian-bagian yang akan ditempelkan. 


  • Setelah dipotong, bagian-bagian tersebut tinggal diwarnai deh, supaya kelihatan lebih menarik dan bentuknya menyerupai hewan kepiting. 
  • Lalu, tempelkan velcro di bagian belakang (yang tidak di warnai) kardus yang dipotong menjadi bagian kecil. Sedangkan pasangan velcro lainnya, ditempel di bagian atas alas bermain. 
  • Hati-hati ketika menggunakan lem tembak ya Moms, karena kalau kena tangan, rasanya lumayan juga lho! Hehe. 

Dan... Tada!  Jadilah si kepiting! Gampang banget buatnya kan Moms? Lebih seru lagi kalau anak diajak untuk membuatnya bersama. Pasti jadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan bersama si kecil. Moms bisa juga memberi variasi bentuk, tergantung dengan bentuk yang belum diketahui anak. Agar si kecil bisa dapat pembelajaran baru. Selamat mencoba ya Moms! 


Komentar

  1. Balasan
    1. Yang buat penutup tas itu Moms. Jd potongan bentuk kardusnya bisa dilepas pasang dari papannya. Kl pakai isolasi atau double tape dia kan bakal nempel permanen

      Hapus
  2. kreatippp bangetttt! anakku yang perempuan nih mom juga suka hal detail serba kerajinan gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dicoba Mom! Hehe... Aku kemarin bikinnya jg bareng anakku dan dia seneng banget. :)

      Hapus
  3. Hal, Mbak. Samaan banget deh. Pas anak pertama seneng banget bebikinan sama anak. Lahir anak kedua agak keteteran. Hihi. Tapi jadi tercerahkan kembali nih pengen memulai lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mbak... Memang butuh effort sedikit. Tapu kalau udah jadi tuh rasanya puas banget!

      Hapus
  4. ya ampuuun gemes dan lucu ya crab nya, thanks loh udah sharing ini..akan aku praktekan sama anak aku, baru 3.5 tahun juga nih dan lagi seneng banget main prakarya2 begini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya moms, kalau bikinnya bareng anak pasti lebih seru lagi... :D

      Hapus
  5. Terima kasih inspirasi nya, Mbak. Buat anak saya yang masih 2 tahun kurang bisa juga kali ya? Bunyi krek..krek.. velcro nya dia suka kali haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau 2 tahun paling sedikut diarahkan untuk peletakannya aja sih Moms sama dikenalin nama-nama bentuknya. Kalau mencocokan memang kayaknya belum bisa

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

LIVING WITH BABY AND TODDLER: MENJAGA KEWARASAN DITENGAH KEREMPONGAN

Hi moms!  Perkenalkan nama saya cempaka. Saya baru saja resmi menjadi ibu beranak dua setelah melahirkan putri kedua saya 1 bulan yang lalu. Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang makan malam sambil menggendong bayi saya yang tertidur. Setelah rempong seharian mengurus rumah, bayi dan batita sekaligus. Siapa yang senasib dengan saya? #ngacung