Langsung ke konten utama

MENGENALKAN ANGKA PADA SI PEMULA

Bebikinan hari ini heboh luar biasa! Entah kenapa si adik lagi nempel banget sama umminya. Jadi setiap selesai ngerjain satu langkah harus berhenti sejenak buat menenani main si putri kecil. Padahal ada abinya, lho ya... Kok enggak bosen sudah tiap hari main bareng ummi­čśé.

Kali ini mau bikin sesuatu yang simpel tapi bisa mengajarkan sesuatu yang baru buat si kakak. Sekarang kakak kan sudah mau empat tahun, jadi sedikit-sedikit sudah saya mulai kenalkan dengan angka dan huruf. Enggak ngoyo sih... Asal si kakak bisa mencocokan saja, sudah bagus banget menurut saya. Jadi inilah bebikinan kita kali ini!

Matching Number

Bahan-bahan:


Tutul botol air kemasan 10 buah
Potongan kardus bekas tebal (30 x 25 cm)
Potongan kardus bekas tipis (30 x 25 cm) 
Kertas berwarna (optional)
Spidol
Gunting
Cutter
Lem tembak
Lem kertas/double tape

Cara membuat:

  • Langkah pertama, potong bagian tutup botol air kemasan. Kalau saya, agak dilebihkan sekitar 2 mm agar nanti mudah saat memasangnya di papan kardus.
  • Lalu, cetak tutup botol di potongan kardus tebal. Ada baiknya disusun berurut ya Moms, karena akan lebih memudahkan si kecil nantinya.

  • Setelah dicetak, lubangi papan kardus sesuai dengan cetakan tutup botol tadi. Gunakan cutter dan gunting untuk memudahkan, hati-hati saat memotongnya ya Moms.

  • Setelah semua lingkaran dilubangi, masukan tutup botol di setiap lubangnya,kemudian lem bagian belakang papan, tepat di setiap sisi lingkaran tutup botol tujuannya adalah agar tutup botol enggak bergeser saat dimainkan.

  • Langkah berikutnya adalah memotong kertas berwarna dengan bentuk lingkaran. Langkah ini optional sih Moms, kalau mau di skip pun menurut saya enggak masalah. Tapi... Kalau ingin lebih menarik, silahkan dilakukan.

  • Setelah kertas berwarna dipotong, tempelkan pada setiap tutup botol, jangan lupa untuk menempelkan kertas berwarna yang sama di potongan kardus tipis yang akan digunakan sebagai penutup.
  • Lalu, tinggal satukan deh, bagian kardus tebal dan kardus tipis dengan menggunakan lem tembak.
  • Terakhir, tinggal tulisi angka pada tutup botol dan pada bagian dalam karton tipis dengan menggunakan spidol.

Selesai! Mudah sekali kan Moms? Cara memainkannya, si kecil tinggal mencocokan antara angka di tutup botol dengan angka yang tertera di dalam kardus tipis. Moms bisa membantu si kecil untuk lebih mengenal angka dengan menyebutkan nama setiap simbol angka. 


Untuk anak empat tahun ke bawah mah enggak usah terlalu ngoyo dengan mengenalkan angka. Mulai dari mengenalkan nama simbol saja dan menghitung benda secara sederhana. Hal yang terpenting adalah jadikan proses pengenalan ini tetap menyenangkan bagi si kecil. Selamat mencoba ya Moms!

Komentar

  1. Mommy keren nih, telaten nyo bebikinan­čśś

    BalasHapus
    Balasan
    1. Punya banyak waktu mbak... Jadinya rajin bikin begini,hehe

      Hapus
  2. Ya ampuuunnn, saya minder seminder2nya kalau udah kayak gini hahaha
    Saya mah masuk dalam kategori emak gak kreatif plus malas pula hjahaha
    Ini aja anak saya ada tugas bikin mini diorama buat di sekolahnya, dan seketika mamak pucingggg, hadeehhh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk... Aku juga banyak liat2 pinterest sama IG-nya orang2 mbak... Lumayan dpt banyak inspirasi. Daripada beli, cuma dimainin sebentar, terus bosen,heuheu

      Hapus
  3. Rajiin euyy, semenjak anak anak kenal banyak hal lewat buku, jadinya malah slow banget ngenalin aneka huruf dan angka, yang penting selalu dimention dalam keseharian.

    Tapi kalau stimulasinya kayak Bunda, insyaAllah anak anak bakal leboh happy belajarnya ; )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... Enggak ngoyo juga sih. Toh, nanti pas masuk TK juga diajarin,hehe. Yang penting anaknya seneng, biar semangat jg belajar sambil main.... :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENGENAL CHILD'S COMFORTER

Moms, adakah yang anaknya susah tidur kalau tidak memeluk selimut kesayangannya? Benda-benda seperti boneka, guling atau bantal, yang meski sudah kumal dan kotor tetap merajai tempat tidur buah hati. Beberapa anak bahkan sulit tidur jika tidak memegang bagian tubuh tertentu, seperti obrolan saya dengan tetangga sore ini yang menceritakan kalau anaknya tidak bisa tidur tanpa memegang leher Sang Bunda. Salah satu adik saya pun ketika kecil punya guling kesayangan, guling dengan kepala berbentuk beruang yang setiap tidur harus digesekan hidungnya ke hidung adik saya. Aneh ya? Tapi itulah kenyataannya. 
Beberapa anak menggunakan mekanisme ekternal untuk memberikan kenyamanan pada dirinya. Biasanya dengan menghisap jempol, memegang bagian tubuh tertentu atau memiliki benda kesayangan. Bahkan ada yang membawa benda kesayangannya kemanapun dia pergi.
Kenapa anak memiliki kebiasaan atau benda kesayangan yang tidak bisa lepas dari dirinya? 
Menurut Dr. Olwen Wilson, psikolog anak dari Royal Su…