Langsung ke konten utama

MENYIASATI ANAK SUSAH MAKAN


Bulan lalu sungguh bulan terberat buat saya. Gimana enggak? Untuk kesekian lamanya saya mengasuh Si Adik, akhirnya sampai juga ia di fase GTM alias Gerakan Tutup Mulut. Bawaan saya setiap ngasih makan adik tuh pingin nangis saking susahnya. Jangankan masuk satu suap, buka mulut pun enggak mau! Saya pun bingung bagaimana menyiasati anak susah makan.

Makin stres lah saya waktu kontrol ke dokter anak dan si dokter bilang kenaikan berat badan adik minim banget. Terus terang, saya tuh agak cemas, kasus si adik ini akan berakhir seperti teman saya. Dia harus menyampih anaknya sebelum dua tahun karena anaknya lebih milih nenen daripada makan. Aku sungguh tak syanggup... #lebaymodeon


Akhirnya, saya coba berbagai cara deh. Pokoknya gimana caranya supaya si adik tuh mau buka mulut. Oiy, sebelum saya kontrol le dokter itu, si adik sudah makan-makanan keluarga, tapi tetap enggak saya bumbui karena katanya kan sebelum satu tahun anak enggak boleh konsumsi gula garam. Tapi... Setelah saya konsultasi ke dokter, ternyata si adik boleh saja mengonsumsi garam asal dalam jumlah sedikit.

Akhirnya, saya pun mencoba beberapa cara untuk membuat si adik mau makan, dan inilah kira-kira beberapa cara yang cukup berhasil membuat si adik buka mulut.

Turun Tekstur

Sebetulnya, saya merasa si adik masih kesulitan untuk mengunyah makanan yang terlalu kasar. Jadilah saya turunkan tekstur makannya kembali menjadi nasi lembek untuk sementara. Fokusnya sih karena ingin menaikan berat badan dulu. Kalau enggak ada asupan yang masuk, gimana berat badanya bisa naik, ya kan?

Perbanyak Kalori

Pola makan yang baik dengan gizi yang seimbang dapat membantu kenaikan berat badan bayi

Kalau memang anak enggak bisa makan banyak, pastikan setiap suapan yang masuk ke perutnya mengandung kalori yang tinggi. Misalnya makan nasi dengan lauk tempe, daging dan sayur plus lemak tambahan (VCOO atau santan) lebih banyak kalorinya daripada makan dengan lauk tempe dan telur. Jadi, saya pun harus cermat banget mengatur menu agar betul-betul memenuhi gizi si adik.

Kenali Kesukaan Si Kecil

Kalau si adik, lebih suka makanan yang berkuah dibanding yang kering. Itu kenapa saya lebih banyak masak sayur berkuah untuk meningkatkan selera makan si adik. Kalau ini opini saya saja sih... Menurut saya, kalau anak suka dengan sesuatu yang membuat dia lebih mudah makan, ya enggak apa-apa kalau diberikan. Sejauh enggak berpotensi membuat anak menjadi sakit. Kadang saat saya menyuapi si adik, tiba-tiba si adik minta makan biskuit. Kalau begitu, jadi deh makan nasi pakai biskuit😁.

Kondisikan Waktu Makan

Makan itu enggak sekadar membuat anak jadi kenyang, tapi juga mengajarkan anak adab makan yang baik. Kalau saya selalu berusaha untuk mengondisikan anak untuk makan dengan tertib. Awalnya memang susah, tapi setelah si adik terbiasa, saya justru merasa kalau si adik lebih mau makan saat duduk di kursi makannya.

Menjadikan Makan Sebagai Aktivitas Menyenangkan

Kadang saya membiarkan si adik makan sambil nonton acara kesukaannya atau main mainan favoritnya. Meskipun adik makan di tempat duduk, ia punya aktivitas yang bisa menyenangkan hatinya. 

Kadang kita perlu sedikit berimprovisasi agar si kecil mau makan

Lalu, jangan sampai kita memaksa anak untuk makan, misalnya dengan mencekoki atau memarahi. Bisa-bisa si kecil justru merasa trauma dan membuatnya makin enggan untuk makan. 

Membumbui Makanan Adik

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kalau menurut dokter, pemberian garam dan gula pada makanan anak di bawah satu tahun itu boleh saja asal takarannya enggak terlalu banyak. Berdasarkan itulah akhirnya saya membumbui makanan adik dan terbukti sih... Adik memang lebih lahap makan makanan berbumbu. Tapi kalau Moms ingin menambahkan garam dan gula pada makanan si kecil, sebaiknya konsultasikan dulu ya ke dokter anak, karena kondisi tiap anak kan berbeda.

Setelah menerapkan hal-hal di atas, akhirnya si adik lebih banyak makannya. Walaupun kondisinya naik turun sih... Kadang lahap banget, tapi kali lain makannya susah. Seenggaknya adik mau makan, enggak seperti sebelumnya yang berhari-hari cuma mau makan 1-2 suap saja.

Memang memberi makan si kecil itu sangat menantang. Beruntunglah Moms yang punya anak gampang dikasih makan. Poin penting dalam memberi asupan si kecil itu sabar dan upayakan yang terbaik untuk memberi makan anak Moms. Kalau perlu, berkonsultasilah ke dokter. Karena ada beberapa kasus susah makan terjadi karena adanya gangguan pada sistem pencernaan. Pokoknya do the best lah Moms kalau memberi makan si kecil. Semangat!💪 #sambilmenepukpundaksendiri

Komentar

  1. Yakin deh, GTM akan segera berlaluuuu. Wkkwkwk... dulu anak-anakku kecilnya rata-rata pernah GTM. Ada masa juga mereka kurus. Aku fokus aja memberi makanan berkualitas plus dengan cara nyenengin. Si kakak pernah hanya mau makan makanan yg dikemas seperti buah tangan dari acara selamatan/kenduri. Sejak saat itu aku punya beraneka macam kemasan box nasi kenduri. Wkwkwkwk. Skrg udah gedeee ...nyenengin nafsu makannya. Emaknya yg kewalahan masakin.

    BalasHapus
  2. Memang ada fasenya nih anak GTM
    Anak saya pernah, dan itu bikin saya rasanya pengen nangis setiap waktu makan hiks
    Saya mensiasatinya dengan membuat bento karakter, bentuk hewan2 lucu, mobil, pesawat dll. Anak jadi tertarik dan semangat lagi deh makannya

    BalasHapus
  3. kalo mbk sendiri termasuk yang sering makan atau ngemil gitu gak?

    kalo aku ama suami, iya sih, jadilah anak-anak juga ngikut emak bapaknya, doyan makan segala

    malah lagi nyari cara biar gak ngunyah mulu ini, buat saya dan suami aja sih, kalo buat anak mah selama itu makanannya sehat, sok ajaaa, hehe

    BalasHapus
  4. Anakku pernah GTM hingga usia 1 tahun, mba.. Tapi selama kurleb setengah tahun tersebut Saya bikin santai aja, ga Saya bikin stress mikirin. Saya yakin bahwa ketika tiba saatnya dia mau makan pasti makannya akan lahap. Ternyata benar. Mulai usia 1 tahun, meskipun giginya baru 6 biji (4 diatas, 2 dibawah) tapi dia sudah pandai makan nasi biasa, ga mau lagi dikasih sejenis bubur. Dan yang terpenting saat dia lapar, makan apapun pasti mau dan lahap. Sekarang Saya ga pernah galau lagi soal makannya.

    BalasHapus
  5. GTM akan berlalu kok, Moms! Anak saya yang kedua juga pernah susah makan nasi dan lauk pauknya. Tapi ya saya santai aja menanggapinya. Asal masih mau makan yang lain, biskuit, roti, buah, cemilan. Dan alhamdulillah, sekarang ketika sudah mau makan malah makannya banyak..

    BalasHapus
  6. Anak saya terhitung enggak susah makan. Alhamdulillah, suatu ketika dia GTM, sampai bingung kenapa, ternyata lagi enggak enak badan atau tumbuh gigi. Alhamdulillah sekarang udah baikan selera makannya bagus.

    BalasHapus
  7. Semangat ya mbaa... GTM akan segera berlalu. Yang penting bikin acara makan si adek menyenangkan. Aku juga pernah merasakannya mba, sedih memang saat anak ga mau makan tuh. Sedih karena anaknya tambah kurus, plus sedih ibunya tambah melar karena ngabisin makan si adek terus. Tapi sekarang udah enggak sih. Sekarang malah susah nyuruh brenti makannya :)

    BalasHapus
  8. Wah yang sabar ya mba.. semoga si adek cepet naik BB nya. Anak says kebetulan nggak ada yang GTM, paling hanya beberapa kali menolak makam dan milih ngemil. Tapi sekarang dua2 nya hobi makan. Hehe.. semangat mba!

    BalasHapus
  9. Anak-anakku pun sewaktu kecil susah banget makannya. Sekarang, Alhamdulillah. Emaknya yang kewalahan masaknya, hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

5 KONTEN ANAK YANG TIDAK BOLEH DIUNGGAH DI MEDSOS

Di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti sedang heboh membahas tentang video seorang anak kecil yang sedang menonton video dengan konten dewasa di tempat umum.  Di video berdurasi kurang lebih 1 menit itu tampak seorang anak perempuan sedang memegang smartphone sambil menonton sebuah video.

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…