Langsung ke konten utama

WISATA KE TAMAN SAFARI DAN BALI SAFARI AND MARINE PARK: APA BEDANYA?


Hari pertama liburan ke Bali, kami sekeluarga pergi ke Bali Safari. Hitung-hitung menyenangkan hati duo shaliha. Di Bogor padahal ada Taman Safari, tapi saya penasara saja seperti apa sih kebun binatang kelolaan Taman Safari Indonesia yang ada di Bali. Asumsinya, karena di Bali lebih dominan wisatawan asing, ia akan lebih menawarkan konsep yang lebih cihuy dan ternyata....

Peta area kebun binatang Bali Safari and Marine Park. Sayangnya waktu saya datang, sedang banyak dilakukan perbaikan.

Dari segi harga

Harga tiket masuk Bali Safari itu ada beberapa kategori, mulai dari Rp140.000 (dewasa) dan Rp115.000 (anak-anak) sampai dengan Rp1.440.000 tergantung paket apa yang dipilih (detilnya silahkan lihat di sini ya). Sedangkan Taman Safari Cisarua Bogor menawarkan harga tiket mulai dari Rp170.000 (< 5 tahun) dan Rp190.000 (> 6 tahun) saat weekdays sampai Rp210.000 (<5 tahun) dan Rp230.000 (> 6 tahun) saat weekend. Itu cuma untuk tiket domestik yah... Kalau harga internasional bisa dicek di sini

Dari segi koleksi hewan

Kemarin ini, saya cuma ambil tiket yang paling basic. Berhubung waktu kami enggak banyak, karena berencana buat berburu oleh-oleh. Tiket basic itu cuma mencakup Tiger Show, Elephant Show dan berkeliling kebun binatang. Tapi menurut saya, koleksi hewan di Bali Safari itu enggak sebanyak di Taman Safari Cisarua, malah menurut saya sedikit banget. Mungkin itu yang membuat tiket di Bali Safari lebih murah.

Tiger show di Bali Safari sangat unik. Selain menampilkan atraksi hewan, juga menampilkan pementasan teatrikal dan tari yang kental dengan unsur budaya Bali.


Dari segi konsep 

Karena koleksi hewan yang enggak banyak, konsep yang diusung Bali Safari juga sedikit berbeda dengan Taman Safari Cisarua. Menurut saya, di Bali Safari lebih kental unsur edukasinya dan enggak terbatas dari sisi pengetahuan tentang satwa. Sedangkan di Taman Safari Cisarua ada unsur hiburan juga. Di Bali Safari banyak ditampilkan diorama-diorama tentang satwa dan kekayaan budaya Indonesia, sedangkan di Taman Safari Cisarua lebih banyak ditampilkan pertunjukan hewan.

Selain memanerkan koleksi hewan, di Bali Safari juga dipamerkan banyak diorama hewan dan koleksi kebudayaan seperti koleksi budaya suku Dayak

Kelebihan Bali Safari, dia tuh memberikan eksperience yang berbeda, misalnya makan di restoran yang bersebelahan dengan kandang singa, menaiki gajah, pertunjukan tari Bali Agung, animal adventure 4x4 dan sebagainya. Sedangkan di Taman Safari Cisarua, lebih menawarkan intertainment seperti arena bermain, penampilan hewan dan sebagainya. 

Ikan piranha, salah satu koleksi Bali Safari and Marine Park yang paling menarik perhatian saya dan anak-anak

Oiy, di Bali Safari juga ada waterpark-nya dan ada bagian yang menampilkan biota air juga (meskipun enggak banyak). Hewan yang paling menarik perhatian saya saat di bagian biota air adalah ikan piranha. Itu loh... Ikan buas yang makan daging dari sungai Amazon. Di jam tertentu, Moms juga bisa menyaksikan atraksi pemberian makan hewan buas ini.

Dari segi kepuasan setelah mengunjungi.

Secara keseluruhan, saya pribadi lebih suka ke Taman Safari Cisarua. Harganya sedikit lebih mahal tapi kita puas menjelajahi semua tempat. Paling di area-area tertentu yang harus membayar lagi. Nah... Kalau di Bali Safari, kalau kita mau mengeksplore lebih banyak, kita kena tambahan fee lagi, which is kalau dihitung-hitung jatuhnya justru lebih mahal.

Ada feeding area di Bali Safari and Marine Park. Di situ kita bisa memberi makan kelinci, kura-kura, kambing dan ayam. Si kecil juga bisa diajak menunggang kuda poni.

Tapi, kalau lagi ke Bali, mengunjungi Bali Safari bisa jadi altenatif wisata keluarga. Anak-anak pasti suka deh... Kakak sama adik juga senang banget diajak lihat binatang.

Tips berkunjung ke Bali Safari

Agar kunjungan wisata ke Bali Safari enggak terganggu, perhatikan yuk tips berikut ini:
  1. Moms perlu menyiapkan segala keperluan si kecil, seperti makanan dan minuman. Tapi kalau makanan berat, saran saya sih beli saja, supaya enggak terlalu memberatkan bawaan. Toh, di sana juga banyak yang menjual makanan.
  2. Gunakan stroller. Karena area di Bali Safari cukup luas dan Moms enggak bisa membawa mobil ke dalam. Maka, lakai stoller untuk membawa si kecil akan lebih membantu, dibandingkan kalau menggendong pakai babywrap. Jadi, ketika sampai, Moms akan parkir di depan loket registrasi. Setelah mendapatkan tiket, Moms akan diantar menggunakan mobil khusus ke area kebun binatang. Intinya, rada ribet deh kalau mau bolak balik ambil barang ke mobil.
  3. Bawa topi dan payung. Berhubung area kebun binatang terbuka, maka riskan banget kalau hujan. Sebetulnya karena banyak pepohonan, saat siang tidak terlalu panas, tapi kalau hujan lumayan agak susah untuk berteduh karena sedikitnya bangunan.
  4. Jaga anak-anak Moms. Ini sebetulnya tips untuk di semua tempat wisata sih ya... Karena kan tempatnya ramai banget. Ditambah lagi, beberapa kandang sepertinya memang dibuat agak terbuka atau pagarnya pendek. Kalau saya agak seram sih, khawatir anak-anak iseng melompati pagar atau memasukan tangan. Meskipun pihak kebun binatang tentunya sudah memperhitungkan keamanan pengunjung. Tapi enggak ada salahnya untuk tetap waspada dan mengawasi si kecil selama berwisata di Bali Safari.


Kelihatan kan dari ekspresinya, siapa yang paling girang diajak jalan-jalan?

Kebun binatang adalah salah satu tempat wisata keluarga yang bisa jadi pilihan. Karena anak-anak pasti suka deh melihat berbagai macam fauna di kebun binatang. Selain menghibur, pergi ke kebun binatang juga punya nilai edukasi karena bisa mengenalkan berbagai macam jenis fauna pada anak, juga mendidik si kecil untuk menyayangi dan melestarikan alam.

Selamat berlibur bersama keluarga ya Moms!

Komentar

  1. yang jelas sudah puas bisa ke bali safari dan taman safari cisarua ya mbak..jadi tau perbedaannya...dibanding saya belum pernah pergi kedua tempat tersebut..

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

LIVING WITH BABY AND TODDLER: MENJAGA KEWARASAN DITENGAH KEREMPONGAN

Hi moms!  Perkenalkan nama saya cempaka. Saya baru saja resmi menjadi ibu beranak dua setelah melahirkan putri kedua saya 1 bulan yang lalu. Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang makan malam sambil menggendong bayi saya yang tertidur. Setelah rempong seharian mengurus rumah, bayi dan batita sekaligus. Siapa yang senasib dengan saya? #ngacung