Langsung ke konten utama

PENGALAMAN MENYELAM DI LAUTAN BERSAMA ODYSSEY SUBMARINE BALI


Waktu merencanakan liburan ke Bali, saya dan paksu ingin pergi ke tempat yang memberikan pengalaman baru, terutama untuk duo shaliha. Awalnya, kami ingin mengajak mereka ke Tanjung Benoa. Tapi, saya agak khawatir karena si adik masih kecil banget. Kalau dibawa nyebrang pakai kapal khawatir dia ketakutan dan enggak bisa menikmati perjalanan.

Baca juga: Kunjungan ke Kuntum Farm Field

Setelah cari-cari secara online, ketemulah  salah satu alternatif wisata keluarga yang unik di Bali, yaitu melihat biota laut dengan menggunakan kapal selam.

Miniatur kapal selam odyseyy

Odyssey Submarine adalah wisata petualangan bawah air dengan menggunakan kapal selam bernama Odyssey. Kapal selam ini katanya adalah kapal selam ramah lingkungan bertenaga baterai yang dapat menampung 36 penumpang dan mampu menyelam hingga kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut. Kapal selam ini dirancang oleh Victoria Machinery Depot Co. Ltd dengan bobot 72.6 ton.

HARGA PETUALANGAN BAWAH LAUT


Untuk melakukan wisata ini, Moms harus mengunjungi Labuhan Amuk yang berada di Kabupaten Karangasem. Untuk harga tiketnya, Moms bisa memilih per orang atau paket family dengan rincian sebagai berikut:

Sumber: Balipedia.id

Mahal? Enggak juga sih... Karena harga tersebut sudah termasuk antar jemput pulang pergi dari/ke hotel, makan all you can eat, welcome drink, asuransi, sertifikat dan tentu saja, pengalaman menyelam dengan kapal selam selama 45 menit.

Untuk melakukan wisata ini, Moms harus booking terlebih dahulu. Karena kapal selam ini hanya berangkat pada jadwal tertentu dan seatnya sangat terbatas. Jadi, jangan coba-coba datang on the spot dan berharap dapat pengalaman seru bawah laut ya Moms,hehe

SETENGAH HARI PENGALAMAN WISATA BAWAH LAUT


Setelah menentukan tanggal, Moms biasanya akan dikonfirmasi satu hari setelah tanggal tersebut. Moms juga akan diinfo jam berapa Moms harus standby di dermaga. Dalam sehari, kapal selam ini dapat menyelam 4-5 kali. 

Moms bisa dijemput oleh pihak Marine Odyssey. Mereka menyediakan mobil elf yang bisa antar jemput. Tapi berhubung kemarin ini kami sudah sewa mobil dan penginapan kami juga lumayan jauh, akhirnya paksu memilih untuk setir sendiri ke Karangasem. Kalau dari Ubud memang lumayan jauh sih, perjalanannya sekitar dua jam.

Setelah sampai, Moms akan disuguhi welcome drink yang bisa Moms request ke mereka. Sambil menunggu semuanya kumpul, Moms bisa bersantai sambil foto-foto dan menikmati pemandangan deh.

Sebelum berangkat, jangan lupa pakai pelampung untuk keselamatan

Sebelum berangkat, setiap orang harus ditimbang berat badannya terlebih dahulu. Prosedur ini dilakukan agar kapal selam enggak kelebihan muatan. Setelah itu dibriefing dan dibagikan pelampung. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat berada di kapal selam adalah mempersiapkan diri (ke toilet dan sebagainya) dan enggak membawa korek api. Saya enggak ngerti kenapanya sih, yang jelas, semua korek api harus dikeluarkan meskipun enggak dinyalakan.

Kenapa pakai pelampung? Soalnya untuk mencapai dermaganya si kapal selam, kita harus naik kapal dulu agak ke tengah laut. Waktu itu, bagian ini bikin si adik menangis histeris, karena waktu itu gelombangnya memang lumayan tinggi sih. Buat yang ingin mengajak anak kecil, perlu memperhatikan hal ini nih. Agar si kecil bisa tetap menikmati perjalanan.

Si adik yang sempat takut naik kapal ketika menyebrang ke dermaga


Alhamdulillahnya, si adik cukup tenang saat berada di dalam kapal selam. Setiap penumpang duduk saling memunggungi dan menghadap jendela. Di dalam kapal selam, ada tiga orang kru, satu bertindak sebagai pilot kapal selam dan dua orang pemandu. Setelah briefing (lagi) di kapal selam, kami pun berangkat.

Kapal selam yang kami naiki itu bisa mengeluarkan makanan ikan, jadi banyak tuh ikan-ikan yang saling berkumpul dekat jendela. Selain itu, juga ada seorang penyelam yang memancing ikan dengan makanan agar berenang lebih dekat dengan kapal selam. Selain menikmati keindahan berbagai biota laut, penumpang biasanya memanfaatkannya untuk berfoto. Setelah 45 menit memutar di kedalaman 150 kaki, kami sudahi deh perjalanan bawah laut kami.

Setelah tiba didarat, penumpang pun disuguhi berbagai macam makanan untuk makan siang. Kalau favorit saya, kerang! Duh... Enak banget! Kalau enggak takut kolesterol, saya ambil yang banyak deh.

Sajian lezat setelah berpetualang

KESAN BERWISATA BAWAH LAUT DENGAN ODYSEYY SUBMARINE

Secara keseluruhan, anak-anak cukup menikmati wisata ini, kecuali bagian menyebrang dengan kapalnya,hehe. Wisata ini memang cocok untuk keluarga. Selain kami, juga terlihat banyak wisatawan yang pergi bersama anak-anaknya. Tapi... Ada beberapa minusnya menurut saya, seperti:
  1. Wisata seperti ini sebetulnya agak merusak ekosistem ya. Sepertinya itu kenapa lokasi penyelamannya di Labuhan Amuk, which is lautnya tuh enggak terlalu bagus dan banyak kapal tongkang juga. Mungkin karena sudah terlanjur enggak bagus, jadi dibuatlah di sini. Tapi... Kita masih bisa menikmati keanekaragaman ikan karang sih dan kalau beruntung, bisa ketemu penyu juga kayak kami kemarin. Memang, cara terbaik menikmati bawah laut ya dengang diving. Tapi, itu nanti deh kalau anak-anak sudah pada besar. :D
  2. Saya sedih karena sempat melihat sampah plastik di laut. Huhu... Jadi tertohok. Ya Allah... Masih nyampah di rumah, artinya saya masih berkontribusi dalam kerusakan alam ini. :(
  3. Di sana ada sekelompok anak setempat yang suka minta uang gitu deh. Awalnya mereka memberi bunga, terus mereka buntutin kita deh sampai mobil dan enggak akan pergi sebelum dikasih uang. Tapi, ya... Sudahlah... Anggap saja bagi-bagi rezeki kan. Walaupun terus terang, agak mengganggu sih menurut saya.
Mengenalkan kehidupan biota laut pada si kecil


Kalau mau berwisata unik dengan keluarga, naik kapal selam dengan Odyseyy ini bisa jadi pilihan. Tapi, memang banyak catatannya sih... Dan satu lagi, wisata ini kayaknya kurang cocok untuk Moms yang takut gelombang laut atau klaustrophobia (fobia ruang sempit), karena di dalam kapal selamnya tuh sempit dan agak gelap. Semuanya kembali ke pilihan Moms yah... :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

MENGENAL CHILD'S COMFORTER

Moms, adakah yang anaknya susah tidur kalau tidak memeluk selimut kesayangannya? Benda-benda seperti boneka, guling atau bantal, yang meski sudah kumal dan kotor tetap merajai tempat tidur buah hati. Beberapa anak bahkan sulit tidur jika tidak memegang bagian tubuh tertentu, seperti obrolan saya dengan tetangga sore ini yang menceritakan kalau anaknya tidak bisa tidur tanpa memegang leher Sang Bunda. Salah satu adik saya pun ketika kecil punya guling kesayangan, guling dengan kepala berbentuk beruang yang setiap tidur harus digesekan hidungnya ke hidung adik saya. Aneh ya? Tapi itulah kenyataannya. 
Beberapa anak menggunakan mekanisme ekternal untuk memberikan kenyamanan pada dirinya. Biasanya dengan menghisap jempol, memegang bagian tubuh tertentu atau memiliki benda kesayangan. Bahkan ada yang membawa benda kesayangannya kemanapun dia pergi.
Kenapa anak memiliki kebiasaan atau benda kesayangan yang tidak bisa lepas dari dirinya? 
Menurut Dr. Olwen Wilson, psikolog anak dari Royal Su…