Langsung ke konten utama

TIPS MENGAJAK BAYI NAIK PESAWAT


Beberapa tulisan ke depan, saya akan banyak mengulas tentang family trip kami. Yeay! Finally! Setelah beberapa purnama terlewati, akhirnya ummi dan duo shaliha bisa liburan juga. Liburan kali ini adalah pertama kalinya si adik naik pesawat. Dulu, waktu si kakak pertama kali naik pesawat, kakak sudah agak besar. Makanya saya tuh sempat deg-degkan mengajak adik bayi naik pesawat, khawatir si adik takut dan rewel. Tapi, alhamdulillah enggak, lho....


Pada family trip kali ini, kami menggunakan maskapai citilink. Awalnya si adik sempat rewel karena bosan, tapi setelah dibujuk dan dipenuhi kebutuhannya, adik pun bisa tenang sepanjang perjalanan. Menurut saya, asal kita well prepare dan membuat si kecil nyaman, insya allah ia bisa tetap nyaman naik pesawat. Selain membaca dan memahami ketentuan maskapai tentang melakukan penerbangan bersama bayi, sebelum mengajak anak bayi naik pesawat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

  1. Siapkan kebutuhan si kecil, mulai dari cemilan, minum sampai mainan. Tujuannya supaya si kecil enggak rewel karena lapar, haus atau bosan.
  2. Kalau si kecil minum ASIP atau susu formula, jangan lupa untuk mempersiapkannya agar dapat diminum si kecil selama perjalanan (kecuali kalau nenen langsung, ya... Lebih praktis, tinggal disodori,hehe). Karena tekanan dalam pesawat sering berubah-ubah, telinga si kecil akan sering terasa kurang nyaman. Menghisap dan menelan akan membantu membuka telinga si kecil yang tersumbat. Moms juga bisa mengenakan si kecil earmuff bayi naik pesawat. Earmuff ini akan membantu bayi lebih nyaman selama perjalanan.
  3. Jangan lupa untuk meminta sabuk keselamatan tambahan untuk si kecil. Biasanya anak di bawah dua tahun masih duduk dipangku. Maskapai akan menyediakan sabuk dan jaket keselamatan khusus untuk si kecil. Beberapa maskapai bahkan menyediakan baby crib untuk bayi yang lebih kecil.
  4. Buat si kecil nyaman selama perjalanan. Kalau saya, sebisa mungkin membuat si adik tidur,hehe... Karena perjalanan hampir dua jam, jadi riskan banget bikin duo saliha matgay alias mati gaya. Kalau kakak sudah bisa menghibur dirinya sendiri (a.k.a nyanyi sepanjang perjalanan, dua jam non stop bok!). Kalau adik, berhubung belum terbiasa jadi sempat agak rewel. Akhirnya, saya nenenin sepanjang perjalanan dan si adik pun tidur deh sepanjang perjalanan.
  5. Saran saya, enggak usah bawa stoller. Karena malah bikin ribet. Lebih baik pakai baby wrap atau gendongan saja yang praktis. Toh, stroller enggak bisa dibawa sampai kabin, jadi sama juga bohong kan?
Meskipun pergi bareng bayi dan balita, tapi jangan sampai overpacking juga ya Moms.


Mengajak bayi naik pesawat, siapa takut? Hal yang penting untuk disiapkan adalah kebutuhan anak-anak dan juga perhatikan agar jangan terlalu ribet bawa bawaan. Seperti aturan dalam setiap perjalanan atau travelling, bawalah bawaan se-compact mungkin. Moms enggak mau kan acara jalan-jalan jadi rempong karena bawa seabreg tas dan koper. Jadi, perhatikan barang bawaan agar jangan sampai overpacking ya Moms!

Selamat berjalan-jalan dengan si kecil! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENGENAL CHILD'S COMFORTER

Moms, adakah yang anaknya susah tidur kalau tidak memeluk selimut kesayangannya? Benda-benda seperti boneka, guling atau bantal, yang meski sudah kumal dan kotor tetap merajai tempat tidur buah hati. Beberapa anak bahkan sulit tidur jika tidak memegang bagian tubuh tertentu, seperti obrolan saya dengan tetangga sore ini yang menceritakan kalau anaknya tidak bisa tidur tanpa memegang leher Sang Bunda. Salah satu adik saya pun ketika kecil punya guling kesayangan, guling dengan kepala berbentuk beruang yang setiap tidur harus digesekan hidungnya ke hidung adik saya. Aneh ya? Tapi itulah kenyataannya. 
Beberapa anak menggunakan mekanisme ekternal untuk memberikan kenyamanan pada dirinya. Biasanya dengan menghisap jempol, memegang bagian tubuh tertentu atau memiliki benda kesayangan. Bahkan ada yang membawa benda kesayangannya kemanapun dia pergi.
Kenapa anak memiliki kebiasaan atau benda kesayangan yang tidak bisa lepas dari dirinya? 
Menurut Dr. Olwen Wilson, psikolog anak dari Royal Su…