Langsung ke konten utama

TIPS MENGATUR BUDGET LIBURAN KELUARGA


Liburan kemana pun, Moms pasti ingin melaluinya dengan nyaman kan? Berbeda dengan saat travelling sendiri, bepergian sekeluarga rentan dengan pemborosan. Meskipun sudah menentukan budget liburan di awal, enggak jarang budget tersebut jebol. Akibatnya, itinerary yang sudah direncanakan bisa gatot alias gagal total.

Membuat Anggaran Liburan

Agar rencana liburan yang sudah disusun enggak jadi berantakan, Moms perlu cermat mengatur budget liburan. Namun, sebelum mengatur budget liburan, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan ketika menyusun budget liburan bersama keluarga.

  1. Menentukan besar budget. Pergi kemana, berapa lama dan apa saja yang dilakukan selama berlibur sangat bergantung dengan budget yang tersedia. Menentukan budget liburan bisa dengan dua cara, yaitu menentukan nilai budget sebelum memutuskan akan berlibur kemana atau memutuskan destinasi sebelum menyediakan budget. Hal ini sangat bergantung dengan kebiasaan Moms. Kalau keluarga saya, biasanya satu kali setahun menentukan destinasi wisata yang memang ingin kami kunjungi, setelah itu baru menabung. Misalnya tahun ini, kami menentukan dulu tujuan kami, baru menentukan budget liburan ke bali. Tapi, di luar kebiasaan tersebut, terkadang kami travelling ke tempat-tempat yang enggak terlalu jauh. Biasanya, kalau travellingnya dekat, kami yang menyesuaikan besaran budget yang dimiliki. 
  2. Menentukan prioritas. Setiap keluarga punya prioritas yang berbeda. Bahkan beda destinasi bisa beda prioritasnya. Ada yang lebih mementingkan penginapan yang nyaman dan full fasilitas, tapi tidak terlalu memusingkan kegiatan wisatanya, ada yang ingin mencoba pengalaman baru, tak peduli berapa besar biayanya dan ada juga yang mementingkan kecepatan dan kenyamanan transportasi. Nah... Moms sesuaikan dulu dengan kondisi, kebutuhan dan keinginan keluarga. Manakah dari hal-hal tersebut yang mau didahulukan?
  3. Sediakan dana cadangan. Menyisihkan dana darurat selama liburan sangat penting, lho Moms. Karena kita enggak tahu apa yang akan terjadi ketika berlibur. Sediakan dana cadangan di luar budget yang direncanakan untuk hal-hal yang enggak terduga.
Mau liburan keluarga? Rencanakan semuanya, termasuk budget yang akan digunakan. (sumber gambar:Pexels)


Tips dan Trik Mengatur Budget Liburan Keluarga

Setelah menentukan budget, saatnya membuat pengaturan anggaran liburan. Sebesar apapun budget yang disediakan, kalau Moms enggak cermat mengaturnya, bisa bubar jalan. Ada beberapa tips dan trik yang dapat Moms lakukan untuk mengatur budget liburan:
  1. Bawa bekal untuk hari pertama. Salah satu pos yang paling menyita anggaran adalah pos konsumsi alias makan. Berhubung ini kebutuhan basic, jadi Moms enggak mungkin menguranginya secara signifikan. Tapi Moms bisa mengakali dengan membawa bekal dari rumah, paling enggak untuk satu kali makan. Repot? Sedikit... Tapi anggaran yang bisa dihemat sangat lumayan, lho.
  2. Booking jauh-jauh hari. Biasanya, semakin dekat dengan tanggal bepergian, harga yang ditawarkan juga semakin mahal. Itu kenapa, sebaiknya Moms melakukan booking penginapan dan tiket jauh-jauh hari. Hindari juga peak season. Selain harganya pasti lebih mahal, saat peak season biasanya tempat wisata ramai sekali. Kalau keluarga kami sih kurang suka kalau berwisata di tempat yang riweh dan banyak orang. Makanya, kami lebih suka memilih waktu-waktu yang sepi. Namun, kalau mau booking jauh-jauh hari, sebaiknya Moms memilih penawaran yang free cancelation. Agar ketika ada hal-hal yang enggak diinginkan dan mengharuskan Moms mengganti tanggal liburan, Moms enggak rugi membayar biaya administrasi.
  3. Manfaatkan promo. Di waktu-waktu tertentu, biasanya maskapai dan travel-travel agen memberikan promo besar-besaran. Jika mau hemat, Moms bisa memanfaatkan promo ini untuk liburan keluarga Anda. 
  4. Jika bisa, bayar semua di muka. Jika Moms menggunakan jasa travel agen, memang biasanya segala keperluan wisata Anda sudah diurus. Namun, jika Anda berlibur tanpa menggunakan travel agen, upayakan agar semua tiket destinasi yang ingin Moms kunjungi sudah Anda pesan dan bayar sebelum berangkat. Misalnya ketika saya ke Bali kemarin, semua tiket wisata sudah saya pesan dan bayar melalui Balipedia.id. Begitu juga dengan kebutuhan lain, seperti penginapan, sewa mobil dan tiket pesawat. Dengan begitu, Moms enggak pusing lagi memikirkan biaya yang harus dibayarkan ketika sampai tujuan.
  5. Pisahkan setiap pos anggaran ke dalam amplop khusus. Kalau ini, trik yang diajarkan paksu,hehe. Sebaiknya, selama liburan gunakan uang cash dan hindari menggunakan kartu kredit. Uang cash tersebut disimpan di amplop-amplop terpisah dan beri nama sesuai posnya, misalnya uang makan hari pertama, uang makan hari kedua, uang bensin dan parkir, uang oleh-oleh dan sebagainya. Simpan amplop-amplop tersebut di tempat-tempat tersembunyi dan terpisah agar lebih aman. 
    Pisahkan uang ke dalam amplop-amplop khusus agar mudah mengaturnya. (sumber gambar: pixabay)
  6. Disiplin. Setelah memisahkan anggaran ke dalam amplop khusus, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah disiplin dalam menggunakannya. Pokoknya, untuk satu keperluan dijatah sesuai dengan jumlah nominal yang sudah disediakan di amplop. Enggak boleh lebih besar pasak daripada tiang. Itu kenapa, membuat perencanaan anggaran liburan secara detil sebelum berangkat itu amat penting. Bahkan untuk keperluan minor seperti uang parkir misalnya, sudah harus diperhitungkan dari awal.

Dengan membuat anggaran dan cermat menggunakannya, liburan Moms sekeluarga akan lebih nyaman. Anda pun enggak perlu pusing dan repot saat liburan. Tinggal menikmati waktu berkualitas Anda bersama keluarga.

Selamat liburan ya Moms!

Komentar

  1. Dulu pas anak-anak masih kecil ada sih anggaran liburan buat pergi agak jauhan termasuk beli tiket jauh-jauh hari. Sejak anak anak besar susah juga nyisihin anggaran liburan berlima plus sekolah anak-anak yang liburnya gak barengan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Betul ya mbak... Semakin besar, anak senakin punya kesibukan sendiri. Jadi susah mau nentuin tanggal liburan keluarga

      Hapus
  2. aku rutin traveling, krn memang suka bangettttt jalan2. makanya tiap kali liburan itu biasanya udh setahun sebelum berangkat aku arrange. cari tiketnya juga jauh2 hari, biasanya pas ada travel fair. tiketnya bisa murah bangetttt. thn 2019 ini destinasinya udh aku tentuin lama sejak 2018 awal. malah utk 2020 aku juga udh beli tiketnya pas air asia kmrn promo :D.

    kalo utk budget, aku slalu sisihin pertama kali k dlm rekening khusus traveling mba. jd ga bakal kecampur ama kebutuhan lain. kdg2 temenku nanya, gmn caranya uang yg udh terkumpul bisa ga kepake utk lain2.

    kalo buatku sih, krn aku cinta mati ama trveling sih yaa, jd kyknya ga mungkin budget traveling aku pake utk yg lain. yg ada aku bakal potong post lain utk memnuhi kebutuhan yg lg butuh :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... Patut dicontoh nih... Punya rekening sendiri untuk nabung liburan... :)

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…