Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

MEMBANGUN SINERGI MENDIDIK BUAH HATI, MENCIPTAKAN GENERASI MANDIRI

Perkembangan kehidupan sosial saat ini mendorong peran perempuan menjadi meluas. Jika sebelumnya peran perempuan identik dengan ranah domestik dan pengasuhan anak, kini perempuan telah mengembangkan sayapnya ke ranah publik. Sebagai ibu yang pernah bekerja "kantoran", menurut saya sah saja ketika seorang perempuan ingin mengembangkan potensinya dengan bekerja di luar rumah. Tentunya dengan catatan bahwa hak dan kebutuhan buah hati baik secara fisik dan psikologis tidak terabaikan.  Dilema Ibu Bekerja  Dengan aktifnya ibu bekerja di ranah publik, tentunya perlu ada orang yang mengisi peran saat ibu tidak ada. Ibu seringkali menghadapi dilema. Pada akhirnya, menitipkan buah hati pada nenek sering kali menjadi alternatif para ibu bekerja. Alasannya karena menitipkan anak pada nenek lebih terjamin. Ibu merasa lebih tenang karena menitipkan anak pada orang terdekat.
Sewaktu saya masih bekerja dulu, saya pun berpikir demikian. Meskipun tidak sepenuhnya, karena saya masih mengguna…

SENI BERKOMUNIKASI DENGAN SI KRITIS

Menghadapi si kakak di usianya yang kini menginjak empat tahun, amat berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya si kakak begitu manut, sekarang ia sudah bisa menjawab argumen saya. Tak jarang ia bisa memberikan alasan logis yang akhirnya tidak bisa saya patahkan.
Kita seringkali beranggapan bahwa anak yang penurut dan tak pernah membantah adalah anak yang baik. Padahal, dari literatur yang pernah saya baca, anak yang mampu berargumen dan memiliki pendapatnya sendiri justru unggul dari segi IQ dan EQ. Kita mendidik anak manusia, yang sewajarnya memiliki keinginan pribadi. Itulah kenapa penting bagi orang tua untuk menggunakan seni berkomunikasi ketika berbicara dengan anak. Bukan memaksakan ego orang tua yang justru dapat berdampak negatif pada anak.
Baca juga: MELATIH ANAK BERTANGGUNG JAWAB
Ingatkah Moms tentang cerita pinokio? Paman gepeto yang membuat boneka kayu, kemudian ia berubah hidup bak anak laki-laki. Kemudian Pinokio pun membangkang, ia mengikuti nalurinya untuk berkeingin…

RESEP DIMSUM AYAM UDANG

Liburan panjang ini enggak bisa kemana-mana. Berhubung kami sekeluarga belum terlalu fit pasca sakit berjamaah sebulan terakhir ini. Daripada mati gaya, saya browsing resep yang mudah. Dari hasil berselancar, saya putuskan untuk membuat dimsum ayam udang. Membuatnya sangat mudah, simak yuk Moms resep dimsum ayam udang berikut ini! Bahan-bahan: Udang jerbung 250 gr Ayam cincang 400 gr Tepung tapioka 2 sdm Wortel parut sesuai selera Minyak wijen  3 sdm Bawang putih 3-4 siung Telur 1 butir Garam  Merica Gula Kaldu penyedap Kulit lumpia Cara membuat: Cincang udang jerbung hingga halus. Karena saya ingin dimsumnya bertekstur, saya cincang agak kasar.Masukan ayam cincang dan wortel, aduk hingga rata.Tambahkan bawang putih yang sudah dihaluskan.Masukan minyak wijen dan aduk rata.Bumbui dengan garam, merica, gula dan kaldu bubuk sesuai selera.Tambahkan telur, aduk hingga semua bahan tercampur.Tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk.Siapkan kulit lumpia, masukan satu sendok…

SERU-SERUAN DI THE JUNGLE

Kalau sebelumnya saya sempat cerita kalau saya mengajak anak-anak main air di Marcopolo Water Adventure, kali ini saya kembali mengajak anak-anak untuk main air. Ya... Habis gimana ya... Mereka sukanya main air, jadi umminya ngajak main air terus deh.... Kali ini, saya mengajak anak-anak main di The Jungle. Meskipun sama-sama waterpark, namun The Jungle mengusung konsep yang agak berbeda nih dari Marcopolo. All About The Jungle Waterpark ini berlokasi di Jalan Bogor Nirwana Boulevard, Perumahan Bogor Nirwana Residence. Tempat wisata ini menawarkan berbagai wahana permainan air yang seru. Seperti waterpark pada umumnya, tempat ini juga menyediakan kolam berenang berbagai ukuran yang bisa Moms nikmati sekeluarga. 
Dengan harga tiket mulai 47.500 untuk weekdays dan 55.000 untuk weekend, Moms sudah bisa menikmati keseruan bermain di tempat ini. Ada berbagai wahana yang bisa Moms coba bersama keluarga, seperti perosotan, mulai dari ukuran kecil untuk anak-anak hingga tower slide yang memi…

10 HAL SEDERHANA YANG BISA MOMS LAKUKAN UNTUK MEMULAI GAYA HIDUP HIJAU

Dua hari lalu, saya lihat berita di CNN Indonesia. Sedih banget deh... Seekor paus hamil mati terdampar di sebuah pantai wisata di Italia. Di dalam perutnya ditemukan 22 kg sampah plastik! Itu setelah beberapa bulan sebelumnya, ditemukan seekor paus mati di Philipina. Kali ini ada 40 kg sampah plastik di perutnya. Berita paus mati karena plastik bukanlah yang pertama kali. Jika Moms rajin mencari, silahkan googling dan Moms akan terhenyak betapa panjang daftar paus mati akibat menelan sampah plastik. Ini baru satu hewan, belum lagi hewan lagi yang juga terdampak. Menurut saya, permasalahan plastik ini bukan lagi hal remeh. Ini sudah dalam kondisi darurat. Kita harus melakukan sesuatu, paling enggak hal sederhana yang bisa kita mulai dari rumah. Ini saatnya kita beralih ke gaya hidup hijau.
Kita mungkin sudah terbiasa dan terlena dengan kepraktisan penggunaan plastik. Benda ini begitu mudah di dapat, ringan dan mudah dibuang. Ya... Mudah dibuang, bukan berarti mudah disingkirkan. Tahu…