Langsung ke konten utama

10 HAL SEDERHANA YANG BISA MOMS LAKUKAN UNTUK MEMULAI GAYA HIDUP HIJAU


Dua hari lalu, saya lihat berita di CNN Indonesia. Sedih banget deh... Seekor paus hamil mati terdampar di sebuah pantai wisata di Italia. Di dalam perutnya ditemukan 22 kg sampah plastik! Itu setelah beberapa bulan sebelumnya, ditemukan seekor paus mati di Philipina. Kali ini ada 40 kg sampah plastik di perutnya. Berita paus mati karena plastik bukanlah yang pertama kali. Jika Moms rajin mencari, silahkan googling dan Moms akan terhenyak betapa panjang daftar paus mati akibat menelan sampah plastik. Ini baru satu hewan, belum lagi hewan lagi yang juga terdampak. Menurut saya, permasalahan plastik ini bukan lagi hal remeh. Ini sudah dalam kondisi darurat. Kita harus melakukan sesuatu, paling enggak hal sederhana yang bisa kita mulai dari rumah. Ini saatnya kita beralih ke gaya hidup hijau.

Kita mungkin sudah terbiasa dan terlena dengan kepraktisan penggunaan plastik. Benda ini begitu mudah di dapat, ringan dan mudah dibuang. Ya... Mudah dibuang, bukan berarti mudah disingkirkan. Tahukah Moms kalau sampah yang diambil tukang sampah dari rumah kita itu hanya pindah tempat saja? Hanya 5% sampah yang diolah kembali. Lalu, sisanya kemana? Ya... Enggak kemana-mana. Semua tetap di sana sampai 50 bahkan 100 tahun kemudian (www.p-wec.org).

Kebijakan pemerintah untuk membatasi pemakaian plastik di toko-toko ritel besar patut diapresiasi. Di Bogor misalnya, sudah sejak desember 2018 kami enggak pernah menggunakan plastik untuk berbelanja. Tapi apa itu cukup?

Menjaga bumi ini bukan hanya tugas pemerintah dan pemangku kebijakan. Kita, yang notabenenya emak-emak ini, justru bisa punya andil besar untuk menjaga alam ini tetap lestari. Keluarga kami sekarang ini sedang mempraktikannya. Belum lepas dari gaya hidup konvensional 100%. Rumah kami pun masih menghasilkan sampah, tapi paling enggak kami berusaha membuat langkah kecil dan sederhana. Tentu saja dengan dibarengi komitmen untuk lebih "hijau" lagi. Bayangkan kalau setiap rumah di perumahan tempat saya tinggal,yang ada sekitar 400 kepala keluarga, ini melakukannya. Insya Allah dampaknya pun akan signifikan.

Apa Saja Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan untuk Beralih ke Gaya Hidup Hijau?

Bawa tas belanja sendiri

Menurut saya, ini hal paling simpel yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi pemakaian plastik. Mau belanja di pasar tradisional atau modern, bawa deh tas belanja sendiri. Sekarang ini juga sudah marak dijual produce bag dan tas-tas rusable. Kalau enggak mau beli, manfaatkan plastik atau tas yang memang sudah kita punya. Pakai semaksimalnya, kalau perlu sampai rusak. Namun, menggunakan tas berbahan kain atau goni tentu lebih baik dan ramah lingkungan daripada yang berbahan plastik.

Sering dapat goodie bag seperti ini? Jangan dibuang! Manfaatkan membali sebagai tas belanja

Kurangi jajan di luar atau bawa bekal

Salah satu hal yang terkadang kurang kota sadari adalah kita tuh gampang banget menggunakan wadah sekali pakai saat jajan di luar. Tentu saja karena praktis. Tapi tahukah Moms, kalau untuk menghasilkan sendok plastik dibutuhkan alur produksi yang panjaaaaaaaang banget? Terus, giliran habis dipakai, enggak sampai 15 menit langsung dibuang. Mubazir banget enggak sih! Mending kurangi jajan atau bawa bekal sendiri saat bepergian. Selain lebih "hijau", bawa bekal tentu lebih ramah di kantong dong.

Bawa wadah makan kosong

Tapi aku kan pingin wisata kuliner, masa aku enggak boleh jajan?
Ya... Boleh saja sih... Permasalahannya bukan dijajannya kok, tapi di wadahnya. Jadi kalau memang pingin makan di luar, Moms bisa pilih makan di tempat atau kalau harus take away, bawa wadah sendiri deh. Selain wadah makan, jangan lupa bawa wadah minum juga ya Moms!

Membawa wadah dan alat makan sendiri merupakan salah satu langkah untuk mempraktikan gaya hidup hijau

Bawa alat makan sendiri

Dari pada pakai sendok, garpu dan sumpit sekali pakai atau pakai sedotan plastik terus langsung dibuang, mendingan bawa alat makan sendiri. Sekarang sudah banyak banget yang jual. Harganya beragam tergantung bahan. Ada yang dari stenlisteel dan juga bambu, tinggal pilih sesuai kebutuhan.

Menambah nilai guna sampah plastik

Keluarga saya pun masih menghasilkan sampah plastik. Terutama sampah bekas pembungkus makanan. Maklum saja, masih punya balita yang doyan ngemil, sedang saya enggak pintar bikin cemilan,hehe. Lalu, sampah plastiknya diapakan? Kalau saya, suka dibuat mainan anak-anak atau dimanfaatkan untuk wadah. Kalau punya keterampilan lebih, Moms bisa juga tuh memanfaatkan sampah bekas pembungkus untuk membuat benda-benda yang punya nilai guna lebih, seperti tas atau tempat pensil.

Memilah sampah dan menyetorkannya ke bank sampah.

Biasanya di setiap daerah, ada tuh bank sampah. Untuk mudahnya, Moms bisa googling. Biasanya hampir di setiap wilayah ada. Namun, jangan lupa untuk mengontak CPnya sebelum datang ya Moms. Karena terkadang beberapa bank sampah sudah non aktif. Nanti yang ada, Moms zonk sendiri, sudah datang jauh-jauh bawa sampah, ternyata enggak bisa disetorkan🙈😂.

Membuka kran air hanya saat dibutuhkan

Ini hal yang sering banget diremehin deh. Coba saat cuci tangan atau sikat gigi di wastafel, siapa yang sering enggak menutup keran ketika sabunan atau menyikat gigi? Air dibiarkan mengucur keluar padahal enggak digunakan. Ketika mengisi bak mandi juga, siapa yang terus lupa sampai airnya luber kemana-mana. Air yang terbuang ke saluran air itu akan jadi bagian dari limbah rumah tangga. Butuh proses panjang lagi untuk sampai air tersebut bisa dimanfaatkan kembali, beda dengan air yang terserap ke dalam tanah. Jadi, jangan biarkan air terbuang sia-sia. 

Konversi pemakaian sabun kimia ke sabun ramah lingkungan.

Kalau yang pernah baca tulisan saya tentang sabun lerak, mungkin sudah tahu bahayanya penggunaan sabun kimia untuk alam. Mengganti sabun kimia dengan sabun yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu cara untuk menjaga kelestarian alam. Membuat sabun lerak itu simpel banget dan penggunaannya juga mudah. Selain sabun untuk bersih-bersih, menggunakan sabun natural untuk mandi juga bisa dilakukan. Sabun natural bisa dibuat sendiri atau beli. Pilih sabun yang enggak mengandung minyak sawit. Selain lebih hemat, menggunakan sabun natural berbahan non sawit juga lebih ramah lingkungan.

Membatasi nyala barang elektronik.

Masih ingat kan tagline " hemat energi, hemat biaya"? Salah satu cara untuk menjaga kelestarian alam ini adalah dengan menghemat energi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi nyala barang elektronik. Coba deh, Moms screening di rumah, alat-alat yang menggunakan listrik di rumah. Bisa jadi, sebagian besar elektronik yang tersambung ke listrik sebetulnya enggak dalam kondisi yang digunakan. Contohnya dispenser, kita kan enggak butuh air panas setiap waktu. Kalau di rumah saya, dispenser disambungkan ke listrik hanya saat benar-benar butuh air panas. Konsekuensinya, kita agak menunggu sih karena proses pemanasan air butuh waktu. Akan tetapi kita bisa menghemat banyak listrik, karena saat dispenser disambungkan ke listrik, ia tetap menyedot listrik meski enggak digunakan. 

Salah satu cara yng dapat dilakukan untuk mengatur pemakaian listrik adalah dengan memasang kabel ekstensi bersaklar

Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan kabel ekstensi yang bersaklar. Selain lebih aman, kabel bersaklar ini akan memudahkan Moms untuk menghidup matikan listrik sehingga enggak perlu cabut pasang kabel dari barang elektronik.

Mengubah Mindset

Ubahlah mindset bahwa setiap dari kita memiliki tanggung jawab terhadap bumi ini. Mulailah dengan hidup secukupnya, enggak berlebih-lebihan. Membeli dan memakai apa yang betul-betul kita butuhkan. Lalu, ingatlah bahwa setiap yang kita buang bisa jadi penyebab rusaknya alam ini, maka bijaklah dalam membeli barang yang menghasilkan sampah. Sedapat mungkin kurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari rumah. Jika setiap rumah tangga melakukannya, tentu akan membawa dampak yang sangat besar bagi bumi.

Kita tentu ingin menikmati bumi ini lebih lama lagi. Kita tinggal di sini berbagi dengan makhluk lainnya yang juga punya hak yang sama terhadap bumi ini. Menjaga kelangsungan bumi ini juga berarti memberi kesempatan bagi generasi penerus untuk hidup dalam kualitas alam yang baik. Jadi, mulailah melakukan langkah kecil dengan beralih ke gaya hidup hijau. Upaya sederhana dari setiap individu untuk menjaga kelestarian bumi tentu akan sangat berarti.

Yuk, kita mulai Moms!😄

Komentar

  1. Pengen nyoba bikin sabun sendiri, tapi belum tau caranya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bikin sabun mandi, banyak workshopnya kok Moms. Kalau sabun lerak, bisa simak ditulisan saya sebelumnya ya...;)

      Hapus
  2. Terima kasih infonya, mba. Saya itu sering banget lupa bawa tas belanja sendiri. Pas udah sampai pasar, baru inget, oh iya ya, nggak bawa tas (tepok jidat).

    Di tempatku belum ada bank sampah, jadi aku masih sulit untuk misahkan sampah2 organik dan nonorganik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya, tas belanjanya ditaruh di kendaraan atau disimpan di tas yang selalu kita bawa bepergian. Memang susah sih bank sampah ini. Beberapa yang ada info lokasinya pun ternyata banyak yang sudah enggak aktif lagi... :( kalau enggak ada bank sampah, sampah non organiknya bisa diubah jadi eco brick lho mbak. :)

      Hapus
  3. Seandainya banyak yang sadar bahwa sampah plastik saat ini sangat berbahaya bagi bumi😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul... Sedih banget dengar banyak hewan yang jadi korban. Bahkan ikan yang kita konsumsi pun bisa jadi mengandung mikroplastik :(

      Hapus
  4. Menarik mba artikelnya. Paling susah menurut aku tuh membiasakan bawa tempat makan sendiri untuk jajanan :') mulai mau coba, semoga bisa nih

    BalasHapus
  5. Aku masih jrg kalo bawa tas sendiri. Karena gak belanja sendiri dan yg ngebelanjain kaya kerepotan kalo diminta bawa tas sendiri. Tapi aku memilih sangat jarang konsumsi makanan hewani, krn aku tahu peternakan adalah salah satu perusak lingkungan yang signifikan. (widyanti)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Plastik kresek itu memang penyumbang sampah yang sangat besar. Saya sendiri belum lepas 100% sih. Paling tidak coba mengurangi. Indikatornya, sekarang saya hanya mengeluarkan sampah satu kali seminggu untuk diambil tukang sampah, yang sebelumnya bisa dua hari sekali. Masih langkah yang sangat kecil, tapi kalau setiap keluarga melakukan langkah kecil untuk menjaga lingkungan, apapun bentuknya (termasuk mengurangi konsumsi hewani), saya kira akan banyak perubahan ke arah yang lebih baik untuk bumi ini.

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

LIVING WITH BABY AND TODDLER: MENJAGA KEWARASAN DITENGAH KEREMPONGAN

Hi moms!  Perkenalkan nama saya cempaka. Saya baru saja resmi menjadi ibu beranak dua setelah melahirkan putri kedua saya 1 bulan yang lalu. Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang makan malam sambil menggendong bayi saya yang tertidur. Setelah rempong seharian mengurus rumah, bayi dan batita sekaligus. Siapa yang senasib dengan saya? #ngacung