Langsung ke konten utama

TIPS SEMANGAT BERAKTIVITAS DI BULAN RAMADHAN


Bulan Ramadhan tentu menjadi bulan yang dinantikan setiap kaum muslimin, tidak terkecuali para ibu muslimah. Meskipun begitu, bulan Ramadhan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu. Kondisi berpuasa ditambah aktivitas yang semakin bertambah bisa membuat kegiatan ibu keteteran.

Meskipun seharusnya Ramadhan menjadi momen untuk menahan dan menyederhanakan diri, namun, tidak bisa dipungkiri, tradisi di Indonesia yang harus menyediakan ta'jil dan makanan khusus, membuat kesibukan ibu bertambah. Belum lagi target-target ibadah yang ingin dicapai. Moms tentu tidak ingin, kan, Ramadhan berlalu begitu saja?

Seperti juga ibu lain, saya pun mengalaminya. Ditambah lagi, saya harus mengurus bayi dan balita. Akhirnya, di tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan saya sedikit keteteran. Ibadah kurang maksimal dan kondisi fisik juga terasa turun sekali saat akhir Ramadhan. Mulai tahun lalu, saya pun bertekad untuk menjalani bulan Ramadhan saya dengan lebih baik. Tahun ini, saya pun akhirnya mulai bisa menyesuaikan diri. Alhamdulillah... Hasilnya lumayan banget. Banyak kemajuan kualitas kegiatan yang saya lakukan di bulan Ramadhan tahun ini dan saya juga merasa lebih ringan dalam menjalani aktivitas saya selama bulan Ramadhan.

Lalu, dengan segudang aktivitas ibu di bulan Ramadhan, bagaimana cara mengaturnya? Berikut ini adalah beberapa tips yang ingin saya bagi tentang cara menyiasati aktivitas di bulan Ramadhan. Simak yuk!

  1. Siapkan menu awet untuk makan sahur dan ta'jil beberapa hari ke depan. Agar waktu Moms tidak habis di dapur, Moms bisa menyiapkan menu sahur dan berbuka yang awet dan mudah dimasak. Misalnya mengungkap ayam untuk 2-3 hari ke depan atau membumbui ikan untuk persediaan beberapa hari. Untuk ta'jil pun demikian, pilihlah menu yang awet dan bisa dipersiapkan sebelumnya. Misalnya es buah, potong buah-buahan dan tempatkan dalam wadah sesuai jenisnya. Potong buah untuk sajian beberapa hari. Ketika mau disajikan, buah tinggal ditempatkan di gelas dan ditambahkan sirup dan es. Menu lain yang bisa dipersiapkan terlebih dahulu misalnya tahu isi atau lumpia. Cara ini lebih praktis dibanding Moms harus mempersiapkan dari awal, tapi jelas lebih sehat dan terjaga kebersihannya karena Moms sendiri yang memasaknya. Kalau mau lebih pratis lagi, ya... Beli. Tapi jangan lupa untuk membawa wadah sendiri ya Moms, agar tidak menambah sampah plastik.
  2. Kurangi aktivitas kurang berfaedah dan bersosmed. Tanpa kita sadari, kita sering menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sebenarnya kurang bermanfaat. Mentang-mentang sedang puasa, kita jadi lemas dan terlalu banyak tidur. Atau justru sebaliknya, kita terlalu asyik jalan-jalan dengan dalih ngabuburit. Akhirnya bulan Ramadhan malah dilewati dengan hal-hal duniawi, padahal seharusnya kita menjalaninya dengan penuh kekhusyukan. Daripada energi terbuang percuma untuk hal yang kurang bermanfaat, lebih baik kita hemat tenaga dengan melakukan aktivitas yang memang perlu saja. Banyak beribadah dan banyak memanfaatkan waktu untuk belajar agar waktu Ramadhan kita tidak terlewati dengan sia-sia. Kalau saya, hal yang paling saya kurangi adalah bersosmed. Bahkan untuk buka aplikasi whatsapp pun sangat saya batasi. Selain aktivitas saya lebih terjaga, mengurangi bersosmed ternyata juga meningkatkan kualitas interaksi antara saya dan keluarga.
  3. Tetap mengobarkan semangat menulis dengan menulis diary. Satu hal yang teramati oleh saya di bulan Ramadhan ini, banyak banget bermunculan challange menulis. Tentu saja tujuannya baik, agar semangat menulis tidak kendor di bulan Ramadhan. Namun, ada yang saya khawatirkan tentang challange menulis ini, terutama untuk diri saya sendiri. Saya khawatir, challange menulis ini justru membuat ibadah saya kendor karena terlalu fokus menulis. Terlebih jika saya online. Pada akhirnya, saya pun urung mengikuti challange menulis, tapi untuk tetap menjaga semangat menulis saya setiap hari, saya membuat challange sendiri dengan menulis diary. Tidak perlu muluk, cukup menuliskan kegiatan sehari-hari maksimal satu halaman diary. Menulis apapun, bahkan kegiatan yang kesannya "receh". Rewardnya? Semangat menulis yang tidak pernah kendor (memang itu tujuannya kan?). Kalau memang senang dengan dunia menulis, maka seharusnya tidak perlu iming-iming hadiah untuk membuat kita menulis. 
  4. Bagi target ibadah menjadi target-target kecil. Salah satu tantangan terbesar di bulan Ramadhan adalah mencapai target ibadah. Mulai dari shalat tarawih sampai khatam al quran. Misalnya untuk target khatam al quran, kita bisa memecahnya menjadi target-target yang lebih kecil. Satiap juz di al quran biasanya terdiri dari 20 halaman. Pecahlah halaman ini dan sesuaikan dengan kemampuan baca masing-masing, misalnya dipecah 4 halaman setiap habis sholat wajib atau 8 halaman, tergantung berapa kali target kita untuk khatam di bulan Ramadhan ini.
  5. Jalani Ramadhan seperti berlari jogging, bukan seperti lari sprint. Kesalahan yang sering dialami oleh orang dalam menjalani bulan Ramadhan adalah semangat di awal lalu kendor di belakang. Wajar sih... Karena semakin mendekati akhir Ramadhan, kondisi fisik biasanya jadi tidak fit. Itu kenapa penting bagi kita memenej aktivitas di bulan Ramadhan. Jangan terlalu ngoyo, tapi tetap serius menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Tubuh kita juga butuh istirahat, maka manfaatkan waktu istirahat yang sedikit di bulan Ramadhan untuk me-recharge kembali energi kita.
  6. Minta pertolongan pada Allah swt. Ini yang paaaaliiing penting. Kita tuh suka berasa bisa menyelesaikan hambatan yang kita hadapi sendiri. Padahal hakikat kita beribadah itu kan bukan hanya tentang ritual, tapi bagaimana kita menjalankan ibadah hati, salah satunga dengan bertawakal. Jadi buat para Moms yang mungkin sudah merasa loyo banget karena bangun tiap pagi untuk siapin makan sahur ditambah harus mengajak main bayi dan balita di siang harinya (lah... dia curhat), minta tolong lah pada Allah. Agar Allah memudahkan kita dalam beribadah dan beraktivitas di bulan Ramadhan ini. Jangan lupa doa yang paling penting, yaitu agar ibadah kita diterima dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah (aaamiiin).

Ramadhan adalah momen bagi kita untuk memperbanyak ibadah, baik itu ibadah ritual maupun ibadah yang kita lakukan dari aktivitas positif kita setiap harinya (sumber gambar: Pixabay)

Bulan puasa, bukan berarti kita jadi letoy dan malas beraktivitas. Justru saat Ramadhan, kita harus meningkatkan aktivitas yang bermanfaat untuk menambah pahala. Kuncinya adalah menejemen waktu dan aktivitas yang baik. Insya Allah... Ramadhan Moms pun akan berjalan dengan lancar.

Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan semangat ya Moms!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…