Langsung ke konten utama

MENGATASI SAKIT GIGI SAAT HAMIL


Pernahkah Moms merasakan sakit gigi saat hamil? Kebayang deh rasa sakitnya, macam ditinggal mantan pas lagi sayang-sayangnya (wkwkwk, terekdungces!). Sakit gigi saat hamil itu memang enggak nyaman banget. Sudahlah sakit, terus kita enggak bisa sembarangan minum obat.

Kondisi hamil memang membuat Moms harus menjaga banget asupan yang masuk ke dalam tubuh. Salah-salah, apa yang kita makan bisa berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan janin. Tetapi kalau sakit gigi saat hamil dan enggak tertahankan lagi, kita harus bagaimana dong?

Saya sendiri mengalami saat kehamilan ketiga ini. Gigi graham belakang saya yang memang sudah patah sebelum hamil, semakin berulah sejak saya berbadan dua. Graham yang patah jadi berlubang dan sakit luar biasa, sampai saya hanya bisa menggunakan satu sisi mulut saat makan. Karena mengganggu, saya konsultasikan pada dokter kandungan, karena saya khawatir kalau langsung ditreatemen di dokter gigi ada risiko-risiko kesehatan bagi janin saya.

Sewaktu saya konsultasikan ke dokter kandungan, beliau malah menyuruh saya segera merawat gigi saya yang berlubang. Ternyata sakit gigi saat hamil cukup berisiko terhadap kesehatan janin. Kalau kata dokter kandungan saya ada risiko preeklamsia pada ibu hamil yang mengalami gigi berlubang. Sayangnya, saya belum berhasil menemukan literatur pendukung nih dari pernyataan dokter saya tersebut. Nanti kalau ketemu, saya update lagi tulisan ini ya.

Kenapa Ibu Hamil Sakit Gigi?

Biasanya ibu hamil sakit gigi di usia kehamilan tiga bulan pertama. Ada beberapa penyebab sakit gigi saat hamil. Kalau dari beberapa sumber yang saya baca, sakit gigi saat hamil biasanya didominasi oleh faktor hormon. Lho, apa hubungannya?

Jadi, perubahan hormon di dalam tubuh ibu yang tengah hamil menyebabkan mudahnya terjadi peradangan, termasuk pada gusi. Perubahan hormon juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh ibu. Akibatnya, bakteri, termasuk yang menyebabkan sakit gigi saat hamil, mudah menyerang ibu.

Perubahan hormon seringkali juga mengganggu proses pencernaan ibu hamil. Itu kenapa, banyak dari ibu yang tengah hamil merasa mual. Nah... Ketika ibu hamil muntah, selain makanan, asam lambung pun ikut keluar melalui mulut. Muntah yang terus menerus dapat berakibat pengikisan email gigi akibat asam lambung ini.


Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap kesehatan gigi ibu saat hamil adalah asupan kalsium. Meskipun masih ada pro kontra mengenai hal ini, karena sebenarnya, janin mengambil nutrisi kalsium dari tulang ibu, bukan gigi. Tetapi, kalau bagi saya pribadi sih... Untuk berjaga-jaga, saya upayakan untuk mengonsumsi kalsium secara cukup. Demi kesempurnaan perkembangan dedek bayi tentunya.

Risiko Sakit Gigi Saat Hamil Bagi Ibu dan Bayi

Ketika sakit gigi saat hamil, ibu sebaiknya segera memeriksakan kondisinya ke dokter gigi. Alasannya adalah sakit gigi, apalagi yang disebabkan karena adanya lubang di gigi memungkinkan infeksi bakteri pada ibu. Infeksi bakteri ini bisa terbawa melalui pembuluh darah sampai ke janin. Beberapa risiko kehamilan jika mengalami sakit gigi saat hamil adalah sebagai berikut:
  1. Kelahiran prematur. Saat ibu sakit gigi saat hamil, bakteri di dalam mulut memicu peradangan yang bisa menyebabkan kontraksi rahim. Apabila kontraksi ini terjadi di saat usia kehamilan belum cukup, tentu akan sangat membahayakan.
  2. Bayi lahir dengan berat badan kurang. Bayi yang lahir prematur biasanya lahir dengan berat badan kurang. Hal ini tentu berpengaruh terhadap perkembangan bayi di kemudian hari. Jika enggak tertangani dengan baik, bayi bisa saja tumbuh enggak optimal.
  3. Janin tidak tumbuh sebagaimanamestinya. Bakteri di gigi ibu bisa terbawa ke janin melalui pembuluh darah, sehingga bayi pun ikut terinfeksi bakteri. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan janin. Bahkan risiko berbahaya bisa membayangi keselamatan si jabang bayi, seperti kecacatan hingga keguguran.
  4. Gigi anak mudah berlubang. Ibu yang mengalami sakit gigi saat hamil bisa menularkan bakteri ke janinnya. Hal ini ternyata juga berpengaruh terhadap perkembangan bayi dan risiko gigi berlubang pada anak di kemudian hari. Biasanya hal ini berpengaruh saat masa pertumbuhan gigi bayi. Anak yang kurang asupan kalsium saat di dalam kandungan, bisa lebih lambat tumbuh giginya. Bahkan pada sebagian anak, giginya akan lebih rapuh dan mudah patah.

Mengatasi Sakit Gigi Saat Hamil Muda

Mengalami sakit gigi saat hamil memang enggak nyaman. Namun, hati-hati... Moms enggak boleh mengobatinya sembarangan.  Konsultasikan kondisi Anda pada dokter kandungan dan dokter gigi. Kata dokter saya, saat kehamilan telah memasuki tujuh bulan, ibu sebaiknya enggak melakukan cabut gigi atau treatment gigi apapun. Hal ini karena dikhawatirkan dapat memicu kontraksi yang berisiko kelahiran prematur.

Kalau kata pepatah, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Hal ini berlaku juga untuk sakit gigi. Sebelum Moms merencanakan kehamilan, ada baiknya Anda memeriksakan dulu kondisi gigi Anda ke dokter.

Saat hamil, hindari makanan dan minuman "tajam" yang bisa mempengaruhi lapisan email gigi, seperti makanan dan minuman asam atau yang terlalu panas atau dingin. Jika muntah, bilas mulut dengan minum air putih dan tentu saja, rajinlah menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi.



Sebagian dari kita mungkin sedikit abai dengan kesehatan gigi. Biasanya nih... Kalau belum terasa sakit gigi, belum serius deh merawat giginya. Padahal menjaga kesehatan gigi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh lainnya. Apalagi saat dalam kondisi hamil. Kondisi kesehatan ibu akan memperngaruhi dedek bayi di perut juga. Jadi... Jangan malas untuk merawat gigi ya, Moms!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…