Langsung ke konten utama

PERSIAPAN PENTING SEBELUM PERSALINAN


Sebagai ibu yang menantikan kelahiran buah hati, pasti perasaan moms bercampur antara semangat, deg-degkan dan bahagia. Membayangkan kehadiran buah hati yang akan mewarnai hari-hari moms dan kesibukan yang akan moms lalui bersama si kecil membuat moms merasa harus mempesiapkan semuanya dengan baik. Memang ada baiknya sebelum moms pergi ke rumah sakit, moms sudah menyiapkan segala keperluan untuk persalinan nanti.
Saat melahirkan anak pertama, saya masih sangat minim pengetahuan. Ternyata banyak peralatan yang dibutuhkan tetapi tidak terbawa. Dari pengalaman tersebut, saya mencoba merangkumkan beberapa hal yang perlu moms persiapkan sebelum pergi ke rumah sakit. Semoga bermanfaat ya moms! 
List Perlengkapan:
Selain peralatan yang moms butuhkan untuk persalinan dan pascapersalinan, moms juga perlu mempersiapkan perlengkapan administrasi, seperti:
1. Buku medik ibu
2. ‎Lembar registrasi
3. ‎Fotokopi KTP suami istri
4. ‎Hasil pemeriksaan Lab, EKG dan USG (apabila ada) 
5. ‎Surat Jaminan dari asuransi (apabila ada) 
6. ‎Uang tunai secukupnya

Selain bawaan yang perlu moms persiapkan, moms juga perlu memperhatikan persiapan lain yang tidak kalah pentingnya,  seperti:
1. Pastikan semua keperluan yang disiapkan terjangkau oleh pandangan atau sudah diletakan di kendaraan. Hal ini untuk menghindari barang yang sudah disiapkan tertinggal. 
2. ‎Jarak antara rumah dan rumah sakit. Pastikan moms dan suami sudah mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke rumah sakit dan juga kondisi jalan yang akan dilalui. Agar jika terjadi hal darurat, moms dan suami sudah memiliki persiapan. 
3. ‎Apabila ini adalah kelahiran anak kedua, pastikan keperluan kakak juga sudah dipersiapkan. Pastikan siapa orang yang akan menjaga kakak saat moms dan suami berada di rumah sakit dan kebutuhan seperti makanan dan pakaian kakak juga sudah disiapkan. 

Dengan mempersiapkan sebelumnya dengan baik, tentu akan membuat moms lebih tenang dalam menjalani persalinan nantinya. Moms dapat lebih fokus menjalani proses persalinan dan terhindar dari stress. 


Selamat menjalani persalinan ya moms! 

Picture Resource: Momtricks

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja.  Baca juga:  MENCUCI DENGAN SABUN LERAK Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa? Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah.

BERKUNJUNG KE KEBUN RAYA BOGOR DI TENGAH PANDEMI

Sejak corona merebak, praktis selama nyaris lima bulan, kami betul-betul di rumah saja. Pergi ke minimarket pun bisa dihitung pakai jari satu tangan. Saya yang biasanya lebih suka di rumah, bahkan sudah mulai jengah. Indikatornya terlihat ketika saya gampang banget marah-marah. Si sulung juga mulai rungsing, pasalnya saya enggak izinkan ia untuk main sepeda sama teman-temannya. Bukan apa-apa, anak-anak masih sangat teledor menjaga kebersihan. Pernah sekali saya izinkan si sulung dan si tengah untuk main bareng teman-temannya. Baru beberapa menit keluar, maskernya sudah entah kemana. Saya dan suami memang berencana untuk mengajak anak-anak untuk berwisata ke Kebun Raya Bogor. Pertimbangannya karena lokasi yang dekat dengan rumah ditambah ruang terbuka yang kami asumsikan lebih aman untuk menjaga diri dari paparan corona. Itu pun maju mundur. Baru berniat pergi di awal minggu, tiba-tiba lihat di media kasus corona bertambah lebih dari seribu. Ciut saya tuh ... daripada