Langsung ke konten utama

MENGOPTIMALKAN PRODUKSI ASI SAAT KEMBALI BEKERJA

Memberikan yang terbaik bagi buah hati tentu saja menjadi pilihan setiap orang tua. Bagi seorang ibu yang baru melahirkan buah hatinya, memberikan ASI sebagai asupan terbaik secara eksklusif merupakan upaya terbaik untuk menjadikan buah hati senantiasa dalam kondisi sehat dan tumbuh optimal. Namun kini banyak ibu yang aktif di ranah publik,  sehingga memberikan ASI secara eksklusif menjadi tantangan tersendiri.
Ketika cuti melahirkan selesai dan ibu diharuskan untuk kembali bekerja, ibu sering kali dilanda dilema. Kekhawatiran yang umum dirasakan oleh ibu salah satunya adalah apakah masih dapat memberikan ASI secara optimal dalam kondisi sibuk bekerja. Meski begitu, ibu tidak perlu khawatir, dengan upaya yang konsisten, ibu tetap dapat memberikan ASI secara optimal kepada si buah hati.
Beberapa tips yang bisa ibu lakukan untuk mengoptimalkan produksi ASI setelah kembali bekerja adalah sebagai berikut:
  1. Ketika ibu sedang di rumah, tetap susui buah hati langsung dari payudara ibu. Cara yang terbaik untuk menyusui si buah hati adalah dengan menyusui langsung. Upayakan untuk tidak menggunakan botol dot karena dapat memicu "bingung puting". 
  2. ‎Mengosongkan payudara dengan isapan si buah hati. Menyusui langsung ketika bersama buah hati juga lebih efektif untuk mengosongkan payudara. Dengan mengosongkan payudara akan menstimulasi produksi ASI lebih banyak lagi. 
  3. Tetaplah memompa ASI secara reguler ketika di kantor. Upayakan untuk memompa ASI setiap 2-3 jam sekali ketika ibu berada di kantor. Ibu dapat memerah ASI dengan menggunakan tangan atau pompa. Pastikan kondisi alat dan tempat memompa ASI bersih dan higienis untuk mencegah kontaminasi kuman dan bakteri. 
  4. Tetap memompa ASI ketika waktu libur. Semakin banyak ASI yang keluar, maka akan semakin banyak pula produksi ASI. Karena produksi ASI sangat bergantung pada permintaan kebutuhan (supply demand). Maka tetaplah memompa ASI seperti jadwal di kantor dengan tetap menyusui langsung si buah hati.
  5. Menghindari stress di tempat kerja. Ibu yang mengalami stress sangat rentan terhadap penurunan produksi ASI. Maka upayakan untuk menghindari stress ketika bekerja. Tetaplah berpikir positif dan optimis bahwa ibu bisa memberikan ASI secara optimal. 
  6. Biarkan buah hati menyusu ketika malam hari. Produksi ASI paling optimal adalah ketika malam hari. Ibu dapat membangunkan si buah hati 2-3 jam sekali diwaktu malam untuk menyusu atau jika tidak memungkinkan, ASI dapat dikeluarkan dengan cara dipompa. 
  7. Konsumsilah makanan bergizi dan banyak minum air putih. Selain kuantitas ASI,  yang penting untuk diperhatikan adalah kualitas ASI. Ibu perlu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang agar kualitas ASI tetap terjaga. Ibu juga harus banyak minum air putih untuk menjaga jumlah produksi ASI. 
Sebelum ibu kembali bekerja, pastikan lingkungan juga mendukung pemberian ASI. Diskusikan dengan atasan tentang jadwal memompa ASI. Pemerintah sendiri telah mendorong perusahaan untuk mendukung pemberian ASI secara eksklusif (melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air susu Ibu Eksklusif pasal 30 ayat 3 dan pasal 34). Maka tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk tidak memberikan ASI secara eksklusif kepada buah hati, karena sejatinya pemberian ASI eksklusif adalah hak bagi anak.

Sumber:
Infodatin-ASI Kementrian Kesehata, www.depkes.go.id

www.livingwithlowsupplymilk.com

Sumber gambar:
www.hellosehat.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

LIVING WITH BABY AND TODDLER: MENJAGA KEWARASAN DITENGAH KEREMPONGAN

Hi moms!  Perkenalkan nama saya cempaka. Saya baru saja resmi menjadi ibu beranak dua setelah melahirkan putri kedua saya 1 bulan yang lalu. Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang makan malam sambil menggendong bayi saya yang tertidur. Setelah rempong seharian mengurus rumah, bayi dan batita sekaligus. Siapa yang senasib dengan saya? #ngacung