Langsung ke konten utama

TETAP CANTIK SAAT LIBURAN

Sebagai perempuan tentu sangat wajar bagi moms untuk menjaga penampilan. Meskipun ditengah kesibukan mengurus rumah maupun bekerja, menjaga penampilan wajib hukumnya. Bahkan saat sedang liburan, menjaga penampilan pun tidak boleh diabaikan. Apalagi saat liburan, moms akan banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Paparan sinar matahari, debu dan polusi tidak dapat dihindari. Untuk menjaga agar kulit tetap kelihatan sehat dan segar selama berlibur saya biasanya melakukan beberapa langkah sederhana. 
Pertama saya rajin menggunakan skincare. Saya pribadi lebih memilih untuk berinvestasi pada skin care dibandingkan dengan make up. Karena menurut saya, menjaga kesehatan kulit sejak dini akan memberikan dampak positif jangka panjang. Itulah kenapa, meskipun sedang liburan, saya berusaha untuk tetap disiplin melakukan perawatan kulit dengan produk skincare
Selain menggunakan produk skincare, mengkonsumsi banyak air putih saat liburan juga sangat penting. Hal tersebut untuk menjaga kelembaban kulit dari dalam. Saya biasanya selalu menyediakan botol berisi air putih saat liburan, sehingga kapan pun saya membutuhkannya saya dapat minum dimana saja. 
Saya juga tidak lupa untuk menggunakan sunblock. Penggunaan sunblock atau tabir surya tidak dapat dianggap remeh. Karena paparan sinar UV dapat merusak kulit. Paparan sinar UV berlebih dapat menurunkan elastisitas kulit. Itulah kenapa saya tetap menggunakan sunblock meskipun saya beraktifitas di dalam ruangan. Karena paparan sinar UV dapat masuk melalui jendela dan sunblock memberikan perlindungan pada kulit di siang hari. 
Hal terpenting yang saya lakukan juga untuk tetap cantik selama liburan adalah tetap menjaga asupan makanan yang bergizi selama berlibur. Meskipun asik mengeksplorasi hal baru saat liburan, jangan lupa untuk tetap mengkonsumsi buah dan sayuran. Agar kulit tetap mendapatkan nutrisi dan terjaga kelembabannya. Usahakan untuk dapat mengkonsumsi buah dan sayuran setiap waktu makan. Namun apabila tidak memungkinkan, paling tidak konsumsilah buah dan sayur pada saat sarapan. 
Aktifitas yang padat saat berlibur dapat membuat kita lupa untuk menjaga kesehatan kulit. Padahal disiplin dalam menjaga kesehatan kulit merupakan investasi untuk hari tua kita nanti. Dengan merawat kulit dari sekarang, kulit pun akan sehat saat menua kemudian. 

Sumber gambar:
www.ohayo.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja.  Baca juga:  MENCUCI DENGAN SABUN LERAK Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa? Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah.

BERKUNJUNG KE KEBUN RAYA BOGOR DI TENGAH PANDEMI

Sejak corona merebak, praktis selama nyaris lima bulan, kami betul-betul di rumah saja. Pergi ke minimarket pun bisa dihitung pakai jari satu tangan. Saya yang biasanya lebih suka di rumah, bahkan sudah mulai jengah. Indikatornya terlihat ketika saya gampang banget marah-marah. Si sulung juga mulai rungsing, pasalnya saya enggak izinkan ia untuk main sepeda sama teman-temannya. Bukan apa-apa, anak-anak masih sangat teledor menjaga kebersihan. Pernah sekali saya izinkan si sulung dan si tengah untuk main bareng teman-temannya. Baru beberapa menit keluar, maskernya sudah entah kemana. Saya dan suami memang berencana untuk mengajak anak-anak untuk berwisata ke Kebun Raya Bogor. Pertimbangannya karena lokasi yang dekat dengan rumah ditambah ruang terbuka yang kami asumsikan lebih aman untuk menjaga diri dari paparan corona. Itu pun maju mundur. Baru berniat pergi di awal minggu, tiba-tiba lihat di media kasus corona bertambah lebih dari seribu. Ciut saya tuh ... daripada