Langsung ke konten utama

TIPS: MENYIAPKAN MPASI SAAT MUDIK

Sumber: Pixabay
Salah satu wacana terbesar dalam bulan ini adalah mudik, benar enggak moms? Mudik jadi momen yang ditunggu-tunggu saat lebaran nanti. Apalagi untuk orang-orang yang tinggal di kota, mudik jadi momen untuk bisa berkumpul dengan keluarga sekaligus "melarikan diri" dari rutinitas sehari-hari. 

Tapi mudik juga jadi tantangan tersendiri, terutama untuk orang tua yang punya bayi dan balita. Saya kalau sedang menginap di rumah orang tua semalam saja, bawaan barangnya sudah seperti orang bedol desa. Enggak kebayang deh kalau mudik akan bagaimana. Mudik saat bayi masih mengonsumsi ASI saja mungkin enggak terlalu banyak masalah. Tapi kalau sudah mulai makan Makanan Pendamping ASI (MPASI),  weleh... Bawaannya kayak orang mau pindah rumah, deh

Sekarang ini, si bungsu memang belum makan, tapi sepengalaman saya ketika si sulung ikut mudik saat sudah makan MPASI, keperluan yang disiapkan memang cukup banyak. Apalagi di kampung suami saya di Botekan, pasar cukup jauh dari rumah. Jadilah semua bahan diimpor dari Jakarta, hehe

Supaya mudik tenang dan program MPASI si kecil tetap lancar,  jangan lupa untuk mempersiapkan keperluannya sebaik mungkin. Beberapa hal yang saya lakukan untuk persiapan MPASI saat mudik berikut ini mungkin dapat memberikan inspirasi bagi moms. 

Pertama, bekukan bahan makanan. Beberapa bahan makanan seperti pure buah dapat dibekukan dan digunakan kembali dalam jangka waktu 3-7 hari. Labu parang, pisang, wortel dan pepaya adalah contoh-contoh makanan yang dapat moms bekukan. Simpan bahan makanan tersebut per porsi untuk menghindari kontaminasi makanan karena pencairan dan pembekuan kembali.
Sumber: Pinterest
Mengemas bahan makanan per porsi makan

Simpan bahan beku tersebut ke dalam kontainer khusus. Kalau saya dulu menyimpannya di wadah plastik kecil-kecil kemudian saya letakan di tas cooler ASI dan diberi ice gel. Lumayan... Paling tidak bahan tersebut cukup bertahan ketika sampai di tujuan. Tinggal nanti setelah sampai langsung dipindahkan ke dalam kulkas untuk menjaga kualitasnya. 
Untuk sayur-sayuran hijau seperti bayam, saya enggak menyarankan untuk dibekukan ya moms. Sayuran hijau yang sudah diolah biasanya mudah rusak dan berubah rasanya. Selain itu sayuran hijau seperti bayam juga mengandung nitrit yang apabila dipanaskan akan teroksidasi dan menyenimbulkan racun. Penyimpanan bayam yang terlalu lama di dalam kulkas juga meningkatkan kadar nitrit di dalamnya. Sehingga akan lebih baik kalau mengonsumsi bayam segar. 

Kedua, gunakan slow cooker. It's like a savior for me, hehe. Masak menggunakan slow cooker sangat memudahkan kita untuk menyiapkan MPASI bagi si kecil. Tinggal cemplung-cemplung, tunggu dan jadi deh. Setelah jadi tinggal disaring atau sesuaikan tekstur dengan kemampuan makan bayi. Namun perhatikan urutan memasukan bahannya ya moms, untuk sayur-sayuran sebaiknya dimasukan saat proses memasak hanpir selesai. Dengan begitu kandungan vitamin dan mineral dalam sayur tersebut tidak hilang karena overcook

Ketiga, ‎siapkan cemilan sehat. Waktu si kakak masih makan MPASI, saya sempat tergoda untuk memberikan makanan instan pada kakak, tapi ternyata kakak enggak suka dan ternyata kandungan gula dan garam pada makanan instan cukup tinggi bahkan untuk makanan bayi. Itu kenapa saya lebih memilih menyiapkan cemilan sendiri. Makanan paling gampang disiapkan ya... finger food dari sayur seperti wortel dan buncis. Tinggal potong-potong sesuai kemampuan makan si kecil, lalu kukus atau rebus. Disimpan dua puluh empat jam masih cukup oke sih walaupun saya enggak menyarankan untuk menyimpan lebih dari itu. 

Keempat, untuk bahan makanan hewani sepeti ikan, ayam dan daging, moms dapat membekukan setelah merebus atau mengukusnya terlebih dahulu. Kalau ikan saya enggak berani menyimpannya terlalu lama sih... Jadi pilihan saya jatuh pada ayam dan daging. Biasanya saya rebus (blansir), kemudian saya kemas per porsi sebelum saya bekukan. 

CARA MENYIAPKAN MPASI SAAT MUDIK

Lalu bagaimana menyiapkan bahan makanan tersebut untuk si kecil? Sebenarnya mudah saja, untuk pure, cukup keluarkan beberapa jam sebelumnya sampai mencair dan mencapai suhu ruang, baru diberikan kepada bayi. 
Untuk bahan makanan hewani, keluarkan dari kulkas sampai mencair baru diolah kembali. Kalau saya, biasanya pakai slow cooker. Saya masukan beras, protein hewani dan bumbu aromatik dengan air sesuai kebutuhan. Kemudian satu jam sebelum matang baru saya masukan bahan protein nabati dan sayuran. Setelah itu tinggal disaring dan disajikan deh

Mudik bukan berarti kita jadi mendiskon kualitas makan si kecil ya moms. Tetap perhatikan asupan cukup gizi karena mudik bisa jadi aktivitas yang sangat melelahkan untuk si kecil. Upayakan untuk tetap menuruti jadwal makan dan hindari cemilan-cemilan tinggi gula dan garam. 
Menyiapkan MPASI homemade memang sedikit lebih repot. Tapi menurut saya lebih worth sih...  Selain lebih sehat dan higienis, anak juga jadi tidak pilih-pilih makanan karena sudah terbiasa dengan beragam rasa dari makanan.

Jadi.. Tetap berikan yang terbaik ya moms meskipun sedang sibuk mudik. Semoga bermanfaatšŸ˜Š.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

LIVING WITH BABY AND TODDLER: MENJAGA KEWARASAN DITENGAH KEREMPONGAN

Hi moms!  Perkenalkan nama saya cempaka. Saya baru saja resmi menjadi ibu beranak dua setelah melahirkan putri kedua saya 1 bulan yang lalu. Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang makan malam sambil menggendong bayi saya yang tertidur. Setelah rempong seharian mengurus rumah, bayi dan batita sekaligus. Siapa yang senasib dengan saya? #ngacung