Langsung ke konten utama

BIJAK BELANJA ONLINE


Aku mah orangnya paling malas ngemall"
(dalam hati ngebatin)"Masya Allah... Shaliha banget ini ibu, enggak ngerepotin suami"
"Aku mendingan belanja online, lebih praktis," lanjutnya.
(ngebatin lagi) "Lah... Itu mah sama saja sama aku,wkwkwkwk

Zaman serba digital begini memang segala sesuatu jadi mudah, termasuk urusan belanja. Mau beli apa, tinggal modal kuota dan kekuatan jari buat berselancar di dunia maya. Apalagi sekarang banyak banget platform-plaform belanja online yang memungkinkan kita untuk belanja dengan mudah, aman dan nyaman. Emak-emak macam saya juga paling malas ke mall. Masalahnya bawa dua anak kecil plus bayi dalam perut itu repotnya luar biasa. Apalagi kalau harus berkeliling mall yang luasnya bisa jadi setara lapangan bola. Emak sungguh tak syanggup!

Namun, bukan berarti saya enggak suka belanja. Naluriah banget deh kalau urusan belanja mah. Jangankan perempuan, kalau ada anggarannya, laki-laki pun pasti suka shopping. Itu kenapa, saya yang rempong dan mobilitasnya terbatas ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas belanja online untuk belanja.


Alasannya, belanja online itu mudah banget dan sering kali juga lebih murah. Sambil gegoleran menemani duo shaliha tidur saya bisa beli barang yang saya inginkan. Setelah bayar, saya tinggal tunggu sambil duduk manis beberapa hari kemudian. Enggak pakai capai, hanya harus sedikit sabar menunggu. Jika khawatir barang enggak sampai, saya biasanya memanfaatkan belanja online yang bisa bayar di tempat. Barang terbesar yang pernah saya beli secara online adalah satu set meja belajar. Karena barangnya besar dan khawatir ada apa-apa ketika pengiriman, saya pun memilih COD alias Cash On Delivery. Sampai enggak sampai, saya enggak rugi uang. Belanja jadi terasa lebih aman dan nyaman.

Beberapa toko online bahkan sudah sangat pro dan canggih banget. Beli hari ini, besok barang sudah ada di tangan. Kalau sudah begini, untuk apa juga saya capai-capai keluar rumah untuk belanja. Cukup belanja online dan kemudahan membeli barang pun ada di genggaman.

HATI-HATI JEBAKAN BELANJA ONLINE

Masalahnya, kemudahan yang didapat dari belanja online terkadang bisa membahayakan. Lho, kok begitu? Selain ada risiko barang yang diterima enggak sesuai dengan harapan. Belanja online juga bisa bikin kita kalap dan memboroskan banyak uang tanpa kita sadari.

Apalagi sekarang ini platform belanja online banyak banget yang menawarkan promo, mulai dari belanja online murah sampai belanja online gratis ongkir. Kalau kita impulsif, bisa-bisa uang bulanan lenyap sekejap mata.

Enggak salah juga sih mereka menawarkan promo. Apalagi kompetisi antar platform belanja online yang semakin hari semaking sengit. Wajar kalau mereka semakin gila-gilaan memberikan promo agar lebih kompetitif. Nah... Tinggal kitanya saja nih, bagaimana supaya enggak mudah terjebak dengan kebiasaan impulsif belanja online. 

BIJAK BELANJA ONLINE AGAR KANTONG AMAN

Di awal kemunculan platform belanja online, saya termasuk orang yang terdampak euforianya. Segala macam saya beli via online, dari kebutuhan sehari-hari sampai beli barang absurb yang saya enggak butuh sama sekali. Hingga saya menyadari kebiasaan saya belanja online ini sudah kurang sehat. Saya pun semakin "tercerahkan" setelah menonton video dari channel The Financial Diet berikut ini:



Yup! saya menghabiskan uang begitu banyak untuk produk skincare, make up dan pakaian yang sebenarnya enggak benar-benar saya butuhkan. Biasanya barang-barang tersebut saya beli secara impulsif secara online dengan dalih sedang diskon atau lagi hype. Astaghfirullah... Kalau ingat masa-masa itu jadi banyak istigfar, hehe.

TIPS BIJAK BELANJA ONLINE

Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengubah kebiasaan saya belanja online. Beraaat banget awalnya,hehe, tapi setelah dibiasakan, alhamdulillah kebiasaan dan keuangan saya membaik. Jadi, apa saja yang saya lakukan agar bijak dalam belanja online. Simak tipsnya yuk berikut ini!

Nabung dulu, baru belanja

Terkadang orang sering salah kaprah dalam memahami tabungan. Banyak orang yang menabung saat ada uang sisa. Padahal anggapan ini salah. Menabung justru harus lebih diutamakan dari belanja kebutuhan sekunder. Idealnya, tabungan harus disisihkan 20% dari penghasilan bulanan (sumber: Moneysmart.id). Setelah menyisihkan uang untuk ditabung, baru deh kita bebas menggunakan uang kita untuk belanja kebutuhan sekunder.

Buat daftar anggaran kebutuhan, bukan keinginan

Setiap bulan saya selalu membuat daftar kebutuhan saya bulan itu. Misalnya membeli skincare yang sudah habis atau beli jilbab baru karena yang lama sudah robek atau usang. Ingat! Barang yang didaftar adalah barang yang benar dibutuhkan, bukan yang sekadar diinginkan. Kalau bulan itu enggak ada kebutuhan yang ingin dibeli bagaimana? Ya... Enggak beli apa-apa. Paling saya belanjakan uang bulanan saya untuk beli makan di luar makan harian yang memang sudah masuk budget rumah tangga (sekali-sekali boleh lah makan yang beda dari biasanya).

Manfaatkan diskon untuk membeli barang di daftar kebutuhan

Ini salah satu strategi yang saya lakukan dalam belanja online. Maklum deh... Emak irit. Saya terkadang menyiapkan waktu untuk berselancar dari platform ke platform untuk mencari lapak yang lebih murah, hehe. Itu kalau saya punya cukup waktu sih, tapi kalau tidak, ya saya beli apa adanya karena memang butuh barangnya.

Namun, sepengalaman saya, diskon itu hampir selalu ada. Tinggal kita cermat saja mencari toko online yang memberikan penawaran diskon yang lebih menguntungkan.

Belanja saat diskon, bukan saat diskon belanja (sumber:Pexel.com)

Jangan tergoda belanja impulsif karena diskon

Lho, tadi disuruh belanja saat diskon, kok sekarang dibilangnya jangan tergoda diskon? Nah... Maksudnya, kita beli apa yang kita butuhkan dikala diskon, bukan kita beli barang diskon padahal kita enggak butuh. Saya dulu sering tergoda. Padahal barang tersebut enggak ada dalam daftar kebutuhan saya. Tapi karena diskon jadi saya butuh-butuhin deh. Belanja online bijak itu berarti kendali ada pada kita, bukan sebaliknya. Kalau setiap ada diskon kita merasa butuh sesuatu, yang ada kita bakal menyesal karena membeli barang yang sebenarnya enggak kita butuhkan.

Pikirkan lagi dan lagi, "apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?"

Setiap berniat membeli barang, coba deh dipikir berulang-ulang, apa iya kita benar-benar butuh barang tersebut. Salah satu cara yang cukup efektif buat saya adalah mengendapkan barang yang ingin saya beli di "cart" beberapa hari sebelum di "check out". Kalau buat saya, ini terbukti berhasil membuat saya berpikir ulang. Kalau dalam beberapa hari saya tetap merasa membutuhkan barang tersebut, berarti saya beli. Namun, tak jarang juga, lho, setelah beberapa hari saya baru ngeh ternyata saya enggak butuh-butuh amat barang tersebut. Akhirnya saya batalkan deh niat saya untuk beli dan dompet saya pun selamat,hehe.

Bijak belanja online. Hati senang, dompet tetap aman (sumber: pexel.com)

Kemudahan belanja online memang rawan membuat kita jadi impulsif membeli dan konsumtif. Gaya hidup demikian bisa membuat keuangan kita terancam, mulai dari hidup dari gaji ke gaji hingga terlilit hutang. Iiih... Serem kan. Yuk! Belajar bijak mengendalikan nafsu belanja kita, termasuk belanja online.

Semoga bermanfaat ya tipsnya!

Komentar

  1. Beli barang yang dibutuhkan saja ya mba.
    Kalau saya sejak jadi IRT lebih bisa ngerem beli barang unfaedah.

    Dulu waktu kerja, adaaa aja barang yang saya beli, dari taperwer hasil rayuan teman, katanya bantu temen, sampai beli baju atau jilbab yang akhirnya nggak saya pakai, karena kembali lagi cuman bantu temen hahaha.

    Kalau belanja online mah saya jarang, meski bukan berarti nggak pernah juga.
    Ke mol juga sering, tapi buat makan doang, jarang sih beli2.

    (eh sama aja ya makan di mol ya lumayan mihil/ kalau ga diskonan hahaha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk... Iya... Intinya beli ya dibutuh bukan yang dipingin ya mbak. Tapi ya... Kadang as emak2 rumah tangga butuh menyenangkan diri sendiri juga ya mbak, salah satunya dengan belanja­čść. Asal tetap mengontrol diri sih... Sesutu yang berlebihan itu kan pasti enggak bagus, apalagi belanja berlebihan­čśť.

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DI ERA DIGITAL

"Ma, aku mau nonton baby shark", rengek Syakira 

"Loh, masih pagi kok sudah mau nonton Youtube? Sarapan dulu dong!", ucap Mama

"Pokoknya maubaby shark! Maubaby shark!", Syakira semakin merengek. 

Situasi di atas sepertinya sangat familiar untuk orang tua zaman sekarang. Gawai menjadi alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di era digital sekarang ini, gawai tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan pengguna internet pada anak usia 10-14 tahun berjumlah 768 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit dan terbilang mengejutkan, karena pada usia tersebut anak sudah aktif menggunakan gawai. Dilansir dari www.vivanews.co.id, pengguna internet pada rentang usia tersebut rata-rata mengakses aplikasi video seperti Youtube. 
Kondisi tersebut menjadi memprihatinkan dikala minat baca masyarakat indonesia yang menduduki peringkat 60 dari 61 negara…