Langsung ke konten utama

CARA MENGATASI MUAL SAAT HAMIL


Beberapa hari belakangan ini, saya sedang mager (malas gerak) parah. Bahkan untuk nulis dan sosmed-an yang biasanya saya hobi banget pun, saya malas melakukannya. Masalahnya, kondisi hamil muda membuat saya mual-mual. Bukan hanya "morning sick", tapi "wholeday sick". Enggak parah sih, tapi ya... Mual saat hamil ini cukup mengganggu aktivitas.

Waktu kontrol ke dokter kandungan, saya enggak dibekali dengan obat mual. Karena memang obat mual sebaiknya enggak dikonsumsi secara ketergantungan. Akhirnya, rasa mual itu saya tahan saja. Berbagai cara saya lakukan untuk membuat rasa mual saat hamil muda ini reda. Ternyata usaha saya cukup berhasil. Apa saja yang saya lakukan untuk mengurangi rasa mual saat hamil muda? Simak tipsnya berikut ini, yuk!

Penyebab rasa mual saat hamil muda

Kalau dari beberapa refernsi yang saya baca, penyebab mual saat hamil muda adalah karena perubahan hormon ibu saat hamil. Hormon Human Chorionic Gobadotropin (HCG) adalah hormon yang berfungsi untuk menguatkan dan mempertahankan kehamilan. Hormon ini dihasilkan sesaat setelah terjadi pembuahan. Kadar hormon HCG yang tinggi terkadang menimbulkan rasa mual. Jadi, mualnya Moms saat hamil justru pertanda baik, karena berarti si kecil tumbuh dengan baik dan semestinya.

Secara keseluruhan, kondisi mual saat hamil enggak perlu dikhawatirkan. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang perlu Anda waspadai.

Mual saat hamil yang harus diwaspadai

Terkadang mual yang dirasakan ibu hamil dapat berlebihan. Biasanya dokter akan meresepkan obat untuk menahan rasa mual. Bahkan beberapa ibu ada yang mual hingga muntah dan enggak bisa mengonsumsi makanan sama sekali. Mual yg berlebihan saat hamil ini dikenal dengan sebutan hyperemesis gravidarum. Kondisi ini tentu berbahaya untuk kesehatan ibu dan janin. Karena mual saat hamil disertai muntah yang parah dapat mengakibat ibu kehilangan banyak cairan dan mengalami penurunan berat badan. Mual dan muntah berlebihan tentunya juga menghambat pemberian nutrisi pada janin di dalam kandungan.

Jika Moms mengalami mual saat hamil muda seperti ini, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Mengatasi mual saat hamil muda tanpa obat

Kalau mual saat hamil yang saya alami kategorinya masih so-so lah. Masih tertahan, meskipun cukup mengganggu. Itu kenapa, saya enggak mengonsumsi obat mual. Agar saya tetap nyaman beraktivitas, saya pun melakukan beberapa hal di bawah ini untuk meredakan mual saat hamil muda:

Makan porsi kecil, namun sering.

Sebelum mual menyerang, upayakan untuk selalu mengisi perut. Kalau saya, mual saat hamil paling terasa di pagi hari saat bangun tidur. Hal itu mungkin terjadi karena perut saya lama dalam keadaan kosong. Maka, hal pertama yang saya lakukan setelah bangun tidur adalah minum air putih dan mengganjal perut dengan camilan, entah biskuit atau sepotong roti.

Saya pun selalu berusaha makan sebelum lapar. Kalau sedang mual begini, biasanya kita juga tidak bisa makan terlalu banyak. Itu kenapa, lebih baik makan dengan porsi kecil namun sering, dibanding jarang makan, tetapi sekali makan dengan porsi yang besar.

Minum teh chamomile

Harum dari teh chamomile membantu saya lebih rileks. Biasanya teh chamomile juga nggak sepekat teh yang biasa, sehingga enggak akan membuat Anda bertambah mual karena aftertaste-nya.


Selain bisa mengurangi rasa mual, harum teh chamomile yang menenangkan juga dapat membantu Anda untuk tidur lebih nyaman. Ditambah lagi, teh ini juga memiliki manfaat lainnya, seperti mengurangi nyeri dan peradangan.

Mengemut permen jahe/ Minum air jahe

Tips ini adalah salah satu yang disarankan oleh dokter kandungan saya. Waktu hamil si kakak, tips ini memang bekerja sangat baik sih. Berhubung saya enggak punya waktu untuk bikin air jahe, saya biasanya stok permen jahe saja. Favorit saya adalah permen jahe industri rumahan yang enggak ada merknya itu, lho

Kalau Moms ingin mencoba membuat air jahe, sebetulnya caranya cukup mudah. Campurkan dua gelas belimbing air dengan satu ruas jahe yang telah digeprek (atau diparut jika ingin lebih terasa). Lalu, tambahkan gula merah sesuai selera. Rebus hingga mendidih dan air jahe pun siap dinikmati.

Menghindari makanan yang memicu mual lebih parah

Saat sedang mual, Moms sebaiknya menghindari makanan yang membuat mual Anda semakin parah. Makanan yang berminyak, pedas atau terlalu asam bisa memicu rasa mual. Makanan yang sulit dicerna seperti mie juga bisa memicu mual saat hamil Anda lebih parah.

Boleh saja sih kalau ingin mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Tetapi sebaiknya jangan berlebihan dan imbangi pula dengan makan sayur dan buah.

Sedapat mungkin, hindari stres

Hamil memang kondisi yang bikin "gado-gado" rasanya. Ada senang, khawatir, takut, semangat, macam-macam deh!  Perasaan yang campur aduk seperti ini kadang justru membuat seorang ibu menjadi stres. Apalagi ditambah dengan perubahan-perubahan tubuh dan hormon yang terkadang membuat ibu tidak nyaman.

Stres sering kali memicu rasa mual saat hamil. Karena saat stres produksi asam lambung biasanya jadi meningkat. Meskipun hanya mengambil porsi kecil, stres bisa jadi membuat rasa mual dan ingin muntah. Itu kenapa, penting banget buat ibu untuk menghindari stres. Selain untuk mencegah rasa mual, menghindari stres juga membantu Anda menjalani kehamilan dengan nyaman dan bahagia.

Mual saat hamil adalah kondisi yang lumrah terjadi. Di dunia ini, bahkan hanya 20% ibu saja yang enggak mengalami mual saat hamil. Namun, agar bisa tetap beraktivitas dengan nyaman, Moms harus pandai-pandai melakukan trik untuk mengurangi rasa mual saat hamil yang Anda alami. Semoga tipsnya bermanfaat, ya!

Selamat mencoba!

Komentar

  1. semangat mbak, kemarin waktu hamil muda juga ngalami begini. alhamdulillah, aku termasuk yang masih mau makan meski dimuntahin terus ya. jadi, laper-makan-muntah-laper lagi ini jadi siklus nyata yang terjadi waktu hamil muda kemarin.

    sedia permen mint, asem-asem, atau apalah yang bisa ngurangi mual ini juga aku lakuin tiap kali keluar rumah. selain itu juga jadi lebih sering makan buah. kan buah seger ya. ini ngurangi rasa aneh yang ada di mulut sih.

    trus sekarang masuk ke 6 bulan kebiasaan makan buahnya keterusan. nggak enak aja kalau nggak makan buah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…

LIVING WITH BABY AND TODDLER: MENJAGA KEWARASAN DITENGAH KEREMPONGAN

Hi moms!  Perkenalkan nama saya cempaka. Saya baru saja resmi menjadi ibu beranak dua setelah melahirkan putri kedua saya 1 bulan yang lalu. Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang makan malam sambil menggendong bayi saya yang tertidur. Setelah rempong seharian mengurus rumah, bayi dan batita sekaligus. Siapa yang senasib dengan saya? #ngacung