Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

TIPS MEMBACA MENYENANGKAN DAN ASYIK BERSAMA LET'S READ

Ummi, aku mau baca cerita gajah lagi di laptop kecil.  Aku mau cerita yang pesulap itu, lho, Mi!

Begitu, deh, kalau sudah masuk waktu tidur. Anak-anak saya pasti langsung heboh minta dibacakan cerita. Entah dengan buku fisik atau baca e-book melalui tablet,  mereka tidak bosan-bosan untuk menikmati buku setiap hari. Alhamdulillah... mereka termasuk anak-anak yang gemar banget membaca. Untuk sampai ke titik ini, saya dan suami berusaha keras untuk menciptakan atmosphere gemar membaca di rumah kami. Bukan tanpa alasan saya dan suami berusaha menghadirkan membaca menyenangkan pada anak-anak kami. Kami tahu, membaca itu banyak sekali manfaatnya. Dilansir dari situs Halodoc, paling tidak ada enam manfaat membaca untuk anak, yaitu:
Meningkatkan kemampuan berbahasa. Membaca dapat menambah kosakata anak. Ini membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, meski mereka sendiri belum dapat membaca. Mengembangkan daya imajinasi. Membaca buku juga mengembangkan daya imajinasi anak. Denga…

CATATAN SEORANG IBU TENTANG PERUBAHAN IKLIM

Ketika kecil, di rumah orang tua saya banyak sekali kupu-kupu. Lumrah sekali melihat mereka berterbangan di halaman rumah, hinggap di antara tetumbuhan dengan warna-warna sayap yang beragam. Salah satu favorit saya adalah kupu-kupu gajah- yang saat saya dewasa baru mengetahui bahwa kupu-kupu ini ternyata seekor ngengat. Rentang sayapnya yang nyaris 25 senti sukses membuat kami, para bocah ini, terpana. Gede banget!
Tetapi, itu cerita nyaris 30-an tahun yang lalu. Bahkan ketika saya di bangku SMA, saya sudah jarang sekali melihat ngengat raksasa ini terbang liar di sekitar rumah. Ngengat ini konon memang lebih aktif di malam hari. Sayapnya yang berwarna coklat dan hitam juga mudah tersamar di antara pepohonan. Sayangnya, saya sangsi tidak melihatnya lantaran ia baru keluar pada malam hari. Lha wong di sepanjang kompleks nyaris sudah tak ada lagi lahan terbuka dengan pepohonan dimana kupu-kupu gajah ini biasa tinggal.  Dahulu ada beberapa titik lahan luas dengan pepohonan yang rindang…

5 RESEP UNTUK MASAK SERU BARENG ANAK

Belakangan ini saya dan anak-anak lagi suka sekali masak. Bukan berarti saya jago masak. Justru karena saya enggak jago, makanya saya libatkan anak-anak untuk sama-sama belajar,hehe. Habisnya saya sudah hampir kehabisan ide. Bikin-bikin prakarya atau main mainan handmade sudah bosan kami lakukan. Apalagi mainan yang dibeli, rasanya sudah dimainkan berulang kali. Masa harus beli lagi, kan kita harus hemat di tengah pandemi gini,hehe.
Lalu tercetus lah ide, kakarotak dapur bareng anak-anak seru juga kali, ya.... Apalagi mereka memang suka banget main yang berantakan. Dengan kemampuan masak saya yang ngepas dan niatan masak bareng anak-anak, saya harus pilih resep yang super gampang tapi cukup seru untuk dilakukan. Berbekal berselancar di internet, saya coba-coba resep-resep gampang untuk dipraktikan bersama anak-anak. Jadi, semua resep ini sudah teruji di dapur saya, yang entah reliable atau enggak untuk dijadikan acuan,wkwkwkwk.
Baca juga: RESEP PRAKTIS SPAGETTY TUNA OGLIO OLIO
So, inilah…

CARA MEMBANGUN SUPPORT SYSTEM UNTUK IBU YANG BAHAGIA

Pernah enggak sih merasa kerjaan rumah kok enggak selesai-selesai? Padahal rasanya tenaga sudah lewat dari batasnya. Capek, tapi enggak bisa istirahat. Akhirnya, emosi pun meledak, kalau enggak marah-marah, ya nangis.Saya pernah baca, ibu-ibu di Jepang tuh terbiasa mengurus segala hal sendiri. Mulai dari mengurus rumah, belanja, mengantar anak sekolah dan masih banyak lagi. Kebetulan saya dapat video bagus tentang kehidupan ibu-ibu di Jepang, mangga disimak berikut ini:
Keren ya, ibu-ibu di Jepang. Namun, survei menunjukan kalau ibu di Jepang rentan sekali stres. Di dorong oleh rasa malu jika enggak mampu mengurus keluarga dengan baik, ibu-ibu tersebut bekerja setiap hari dengan tekanan yang amat berat.MENGURUS KELUARGA PERLU RASA BAHAGIAApa yang dialami ibu-ibu di Jepang tersebut mungkin enggak jauh berbeda dengan ibu-ibu lain, termasuk di Indonesia. Namun, berbahagialah, karena adat gotong royong yang kita miliki menjadikan beban ibu (sebenarnya) bisa dibagi.
Sayangnya sering kali kit…

BERKUNJUNG KE KEBUN RAYA BOGOR DI TENGAH PANDEMI

Sejak corona merebak, praktis selama nyaris lima bulan, kami betul-betul di rumah saja. Pergi ke minimarket pun bisa dihitung pakai jari satu tangan. Saya yang biasanya lebih suka di rumah, bahkan sudah mulai jengah. Indikatornya terlihat ketika saya gampang banget marah-marah.
Si sulung juga mulai rungsing, pasalnya saya enggak izinkan ia untuk main sepeda sama teman-temannya. Bukan apa-apa, anak-anak masih sangat teledor menjaga kebersihan. Pernah sekali saya izinkan si sulung dan si tengah untuk main bareng teman-temannya. Baru beberapa menit keluar, maskernya sudah entah kemana.
Saya dan suami memang berencana untuk mengajak anak-anak untuk berwisata ke Kebun Raya Bogor. Pertimbangannya karena lokasi yang dekat dengan rumah ditambah ruang terbuka yang kami asumsikan lebih aman untuk menjaga diri dari paparan corona. Itu pun maju mundur. Baru berniat pergi di awal minggu, tiba-tiba lihat di media kasus corona bertambah lebih dari seribu. Ciut saya tuh... daripada menempatkan anak-…

IBU KANTORAN VS IBU RUMAH TANGGA?

Entah kenapa isu ini kembali menyeruak dalam kehidupan saya. Padahal saya sudah lama berhenti jadi ibu kantoran. Ibu kantoran? Yup, saya lebih suka mengguankan terminologi "ibu kantoran" dibanding "ibu bekerja", karena bagi saya, ibu yang di rumah pun seyogyanya juga bekerja, hanya beda ranah saja.
Kembali lagi ke topik ibu kantoran vs ibu rumah tangga, belakangan banyak yang bertanya pada saya enakan mana sih, jadi ibu rumah tangga atau ibu kantoran. Kalau bagi saya, dua-duanya sama-sama enak,hehe. Kalau begitu, kenapa enggak jadi ibu kantoran saja, kan merasakan dua-duanya? Sebelum dijawab, saya coba paparkan, ya, apa yang saya rasakan ketika jadi ibu kantoran dan ibu rumah tangga.
Ibu Kantoran: Ibu Gemilang, Namun Penuh Kegalauan Saya pertama kali bekerja sekitar tahun 2010 dan resign di tahun 2017. Kalau dihitung-hitung masa kantoran saya sangat singkat, hanya tujuh tahun. Dari tujuh tahun tersebut, hanya satu setengah tahun saya jalani peran sebagai ibu kanto…

MEMBUAT KONFLIK ANANDA MENJADI KONSTRUKTIF

Pusing enggak sih melihat anak berantem melulu? Rebutan mainan, perang mulut buat nentuin siapa yang berperan jadi apa bahkan berantem cuma karena rebutan pingin duduk dimana? Pertengkaran diantara buah hati memang kerap terjadi. Untuk Moms yang punya anak lebih dari satu, pasti paham banget deh gimana hal-hal kecil bisa memicu pertengkaran antar mereka.
Kalau melihat anak-anak bertengkar rasanya kita ingin langsung turun tangan, iya enggak? Selain pusing karena mendengar keributan, dalam hati kecil Anda mungkin terbersit ketakutan bahwa konflik antara anak-anak Moms akan bertahan hingga mereka dewasa. 
Sudah deh... main sendiri-sendiri saja. Dari pada main sama-sama ujungnya berantem.
Kalimat tersebut sering jadi kalimat pamungkas bagi saya untuk membuat anak-anak berhenti berantem.
Baca juga:CARA BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK YANG KRITIS Enggak Semua Konflik Itu Buruk
Meski ada batasnya, berantem di antara saudara itu enggak selalu negatif. Terkadang, anak perlu belajar untuk keluar da…