Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

TIPS TETAP HAPPY DI TENGAH PANDEMI

Semua orang tentu setuju bahwa kondisi pandemi corona saat ini mengubah hidup banyak orang. Dampaknya bukan cuma kebosanan karena enggak bisa keluar rumah, banyak orang bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Semua orang berusaha bertahan di tengah kondisi yang enggak pasti ini. Enggak usah jauh-jauh, tetangga saya yang pedagang di salah satu mall, curhat kini sudah enggak lagi berpenghasilan. Alhamdulillah kondisi saya masih jauh lebih baik.
Kondisi seperti ini rentan membuat orang stres, tanpa terkecuali saya. Kalau dipikir-pikir, stres yang saya alami enggak seberapa dibanding orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan. Meski praktis dalam hampir 2 bulan ini saya enggak pernah menjejakan kaki di luar pagar rumah. Mau jalan-jalan keliling komplek pun harus mikir berkali-kali, karena kalau bepergian, saya harus sepaket sama bayi dan 2 balita yang rentan tertular virus.
PENTINGNYA TETAP "WARAS" DI TENGAH PANDEMI
Seperti yang telah kita tahu covid-19 alias corona menyebar denga…

5 ALASAN PENTINGNYA MENJADI PEREMPUAN BERPENDIDIKAN

Senjata perempuan adalah pendidikan
Kalimat itu tersemat dalam benak saya sejak dua puluhan tahun yang lalu. Ketika itu saya belum terlalu paham makna kalimat tersebut. Kalimat yang meluncur dari lisan salah satu perempuan panutan saya, eyang putri. Dari wejangan beliau, saya tumbuh menjadi anak perempuan yang memiliki mimpi-mimpi besar. Menamatkan pendidikan tinggi hingga mendapat gelar Phd, membuat program pemberdayaan masyarakat agar mandiri dan lain sebagainya. Namun, saya masih harus menapaki langkah mengejar mimpi ini, karena selepas sarjana, saya harus menjajaki dunia kerja karena tidak bisa langsung melanjutkan S2. Apalagi alasannya kalau bukan perihal biaya. Klise tapi nyata adanya.
Warga Kelas Dua Itu Bernama Perempuan Kondisi saya jauh lebih beruntung. Setidaknya saya telah menamatkan pendidikan tinggi, meskipun belum sesuai target mimpi. Saya teringat cerita salah satu murid saya di sekolah "kolong" tempat saya mengajar enam tahun lalu. Ia datang ke garasi tempa…