Langsung ke konten utama

5 ALASAN PENTINGNYA MENJADI PEREMPUAN BERPENDIDIKAN

Sumber: Pexels.com


Senjata perempuan adalah pendidikan

Kalimat itu tersemat dalam benak saya sejak dua puluhan tahun yang lalu. Ketika itu saya belum terlalu paham makna kalimat tersebut. Kalimat yang meluncur dari lisan salah satu perempuan panutan saya, eyang putri. Dari wejangan beliau, saya tumbuh menjadi anak perempuan yang memiliki mimpi-mimpi besar. Menamatkan pendidikan tinggi hingga mendapat gelar Phd, membuat program pemberdayaan masyarakat agar mandiri dan lain sebagainya. Namun, saya masih harus menapaki langkah mengejar mimpi ini, karena selepas sarjana, saya harus menjajaki dunia kerja karena tidak bisa langsung melanjutkan S2. Apalagi alasannya kalau bukan perihal biaya. Klise tapi nyata adanya.

Warga Kelas Dua Itu Bernama Perempuan

Kondisi saya jauh lebih beruntung. Setidaknya saya telah menamatkan pendidikan tinggi, meskipun belum sesuai target mimpi. Saya teringat cerita salah satu murid saya di sekolah "kolong" tempat saya mengajar enam tahun lalu. Ia datang ke garasi tempat saya mengajar sambil menggendong adik balitanya. Dengan membawa sebuah buku tulis dan pensil, ia minta diajarkan membaca.

Usianya sudah remaja, namun keterbatasan biaya mematahkan mimpinya melanjutkan pendidikan. "Ngalah sama abang, karena abang butuh sekolah buat cari kerja," begitu katanya. Nyata benar di depan mata, perempuan sering menjadi warga kelas dua. Bahkan di tengah tatanan terkecil masyarakat yaitu keluarga.

Cerita lain, saya alami sendiri. Saat masa sekolah, saya terpilih menjadi wakil ketua di sebuah organisasi melalui voting anggota. Namun, posisi saya yang kala itu bersaing dengan sejumlah anak laki-laki, digeser menjadi sekretaris. Keputusan itu tentu membuat saya gusar. Guru pembina berkata bahwa posisi sekretaris lebih cocok untuk saya, karena apa? Karena saya perempuan, katanya.

Dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung dan menguntungkan bagi perempuan, menjadikan perempuan perlu berupaya lebih keras untuk menunjukan keterlibatannya di ranah publik. Tidak saja dengan memiliki mental tangguh, tetapi juga dengan mempersiapkan diri dengan bekal ilmu dan keterampilan yang cukup.

Pendidikan dan Keterampilan Sebagai Modal Perempuan Agar Berdaya

Lantang bersuara tidaklah cukup. Perempuan seperti Michelle Obama bahkan perlu berjuang agar dirinya "terlihat". Di tengah masyarakat yang memandang kulit berwarna sebelah mata, ditambah lagi dengan gender yang dimilikinya membuat ia sulit untuk unjuk gigi. Akan tetapi, pada akhirnya ia mampu mendobrak keterbatasan dan stigma, dengan pendidikan dan prestasi yang ditunjukannya.

Ketangguhan mental perempuan dalam menghadapi stigma ditambah dengan ilmu dan keterampilan yang memperkaya akan membuat perempuan lebih berdaya. Beberapa penelitian bertema perempuan pun sejalan dengan hal tersebut. Penelitian yang dilakukan pada sejumlah perempuan di Pekanbaru misalnya,  membuktikan bahwa tingkat pendidikan berkorelasi positif terhadap partisipasi perempuan dalam dunia kerja (Sulistriyanti,Fitri.2015). Hal tersebut berarti semakin tinggi tingkat pendidikan perempuan, maka akan semakin besar kesempatannya untuk masuk ke lapangan kerja. 

Apakah itu berarti setiap perempuan yang ingin berperan dalam masyarakat harus menempuh pendidikan formal yang tinggi?

Meski memiliki bekal ilmu adalah hal mutlak bagi perempuan untuk ambil peran dalam masyarakat, namun bukan berarti setiap perempuan yang ingin mengambil peran harus menempuh pendidikan tinggi secara formal. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap perempuan juga merupakan individu yang unik. Tidak semua perempuan ingin dan bisa menjalani pendidikan formal secara berkelanjutan.

Kini ilmu dan keterampilan dapat dipelajari di luar ranah formal, mempelajari keterampilan tertentu bisa dilakukan melalui institusi non-formal. Beberapa orang nyaman belajar mandiri melalui internet, namun bagi yang membutuhkan bimbingan langsung dari ahli, tempat kursus atau les bisa jadi pilihan.

Saya teringat ketika SMA sampai mengikuti beberapa kursus. Bahkan ada dua kursus sekaligus yang saya lakoni dalam satu hari. Saat itu, sepulang sekolah saya menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam untuk les matematika, lalu setelahnya saya pergi ke tempat kursus bahasa inggris. Perjalanan tersebut saya tempuh dengan kendaraan umum. Kalau dipikir-pikir, waktu saya banyak terbuang di jalan. Dulu saya suka berandai, coba tempat-tempat kursus saya ada di satu gedung, tentu saya tidak akan merasa terlalu capek saat sampai rumah. Setahu saya, sekarang ini sudah ada gedung berkonsep Educenter, dimana ada satu tempat yang mengumpulkan berbagai tempat kursus ternama dalam satu gedung, yang saya tahu ada di daerah BSD. Andai saja dulu sudah ada tempat berkonsep semacam itu, tentu waktu saya jadi lebih efisien.

Educenter pertama dan terbesar berlokasi di BSD (sumber: www.educenter.com)

Dengan inovasi-inovasi dalam pendidikan semacam itu, kesempatan generasi kini khususnya kaum perempuan untuk belajar menjadi jauh lebih mudah. Perempuan dapat terfasilitasi untuk mengumpulkan bekal pengetahuan dan keterampilan sejak dini agar mampu bersaing di kemudian hari. Maka sudah seharusnya kaum perempuan bisa memanfaatkan kesempatan dengan menggali ilmu dan mengembangkan diri seluas-luasnya.

Manfaat Menjadi Perempuan Terdidik dan Memiliki Keterampilan

Setidaknya ada 5 (lima) alasan mengapa pendidikan menjadi faktor yang menguatkan peran perempuan di masyarakat.

Pendidikan membantu meningkatkan rasa percaya diri perempuan.

Seringkali perempuan bukan tidak memiliki potensi, tetapi, lingkungan yang meredupkan potensinya. Celakanya, banyak dari kaum perempuan yang kemudian menjadi benar-benar percaya kalau dirinya tidak berdaya. Pendidikan membangun kepercayaan perempuan terhadap potensi yang dimilikinya. Perempuan yang terdidik akan merasa lebih berdaya dan berani menyuarakan pendapatnya.

Pendidikan menjadi bekal perempuan dalam perannya sebagai pendidik pertama bagi penerus peradaban.

Dengan tugas gender perempuan yang kelak akan  menjadi seorang ibu, ia perlu memiliki bekal pendidikan, sampai ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa perempuan adalah pilar peradaban. Hal itu karena tugas perempuan sebagai ibu bukanlah hal yang remeh. Ia menjadi jendela pertama yang dikenal anak untuk mengenal dunia. Maka, menjadi perempuan yang terdidik dan berdaya amat penting bagi perempuan sebelum melakoni peran sebagai ibu. Bagaimana kita mau mendidik penerus peradaban jika tidak punya cukup ilmu?

Perempuan adalah role model

Selain pendidikan berfungsi untuk menyokong peran perempuan sebagai ibu, pendidikan juga berfungsi sebagai salah satu penambah value bagi perempuan. Seorang ibu adalah model bagi anak-anaknya. Anak laki-laki akan menilai sosok perempuan idealnya kelak dari sang ibu, sedang anak perempuan akan melihat ibu sebagai sosok yang patut dicontoh atau tidak di kemudian hari.

Perempuan dari tiga generasi (dokumentasi pribadi)

Ilmu dan keterampilan yang dimiliki perempuan dapat membantu dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Perempuan berpendidikan dan berdaya akan mampu berkiprah membantu meningkatkan kehidupan masyarakat. Mulai dari perbaikan akhlak sampai menularkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Seperti kisah Ibu Yanti Lidiati dari kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung yang memberdayakan ibu-ibu putus sekolah sehingga dapat meneruskan pendidikan sekaligus mendapatkan pekerjaan. (dikutip dari nationalgeographic.id

Pendidikan membuat perempuan lebih berdaya secara ekonomi

Dengan pendidikan, perempuan pun mampu lebih mandiri secara ekonomi. Hal itu karena ia dapat memanfaatkan pendidikan dan keterampilan yang dimilikinya baik untuk melakoni pekerjaan di ranah publik atau pun secara kreatif mampu membuka lapangan pekerjaannya sendiri.

Dengan demikian, peran pendidikan dalam penguatan peran perempuan amatlah penting. Perempuan harus pintar dan terampil, agar ia mampu tampil di masyarakat. Bukan semata-mata agar dipandang hebat dan berdaya. Akan tetapi, lebih kepada memberikan kontribusi nyata dari perempuan untuk masyarakat. Maka, bekali diri dengan ilmu dan keterampilan, agar perempuan mampu "bertarung" di tengah ketatnya persaingan. Melihat kondisi sekarang, sepertinya ucapan eyang putri saya memang benar, senjata perempuan adalah pendidikan.

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competetion dengan tema "Pendidikan Sebagai Kunci Penguatan Peran Perempuan" yang diselenggarakan oleh Educenter.


Komentar

  1. Selalu sedih kalau baca kisah perempuan yang mengalah tidak sekolah demi saudara lelakinya.
    Meskipun sebenarnya kalau dipikir-pikir juga lelaki kan tanggung jawabnya besar.

    Semoga ke depannya semua generasi bangsa, baik lelaki maupun perempuan bisa mendapatkan pendidikan secara merata, aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin Ya Rabb... betul ya Mbak Rey. Karena memang seharusnya pendidikan menjadi hak semua kalangan.

      Hapus
  2. Suka sebel denger 'sarjana di rumah doang?". Padahal bukan gelar yang perlu kita ambil tapi ilmunya. Mau jadi ibu rumah tangga ataupun ibu pekerja itu adalah pilihan, yang penting adalah pendidikannya. Karena seperti yang mbak tulis banyak banget manfaat bagi perempuan yang memiliki pendidikan yang baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... pendidikan tidak hanya semata-mata gelar. Ibu rumah tangga pun perlu berpendidikan.

      Hapus
  3. Mendidik perempuan sama dengan mendidik satu peradaban.
    Yap, karena anak2 kan biasanya dididik oleh emaknya
    Semogaaaa perempuan Indonesia makin berdaya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin Ya Rabb... semangat berkarya untuk perempuan-perempuan Indonesia :D

      Hapus
  4. Ga kebayang seandainya jaman dulu tidak ada para pendobrak untuk kaum perempuan ya. Aku merasakan sakitnya hati digeser menjadi sekeretaris hanya karena perempuan!

    Alhamdulillah aku belum pernah merasakan seperti itu, bahkan pernah didorong dorong jadi ketua karena dianggap lebih "kejam" hahahaah (baca : tegas yaaa)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sekarang ruang berkarya perempuan semakin luas. Kita patut berterima kasih pada tokoh-tokoh perempuan pendahulu kita ya Mbak...

      Hapus
  5. setuju banget kalau perempuan harus berpendidikan, karena dia merupakan madrasah pertama anak-anaknya, btw educenteridnya keren yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... keren banget ya Mbak. Coba zaman kita sekolah dulu sudah ada tempat begini ya. Jadi enggak perlu hilir mudik dari satu tempat les ke tempat les lainnya.

      Hapus
  6. Tanpa kita sadar posisi perempuan itu tanpa sadar suka digeserkan dimulai sejak sekolah yaa, aku baru ingat kalau ternyata aku sering mengalah bahkan menyampaikan bahwa untuk menempati posisi ketua sebaiknya lelaki saja, karena laki-laki terlahir sebagai pemimpin.

    Seiring berjalannya waktu aku jadi sadar kalau perempuan bisa kok jadi leader, terutama pas kuliah daku juga menempati posisi ketua tingkat. Makin kesini aku sadar kalau perempuan itu punya hak yang sama dalam hal pendidikan ataupun berekspresi selagi positif kenapa enggak ya kan mbak.

    Dan ketika memilih menjadi ibu rumah tangga juga, latar belakang pendidikan juga bisa membantu kita banget dalam mengambil keputusan atau mendukung keputusan dalam keluarga serta dalam peran pendidikan anak-anak. Daku punya teman yang sekarang lebih fokus jadi ibu rumah tangga padahal dia lulusan S1 DKV, tadinya daku menyayangkan, tapi melihat aktivitasnya menemani putri-putrinya bertumbuh, dan dia sering bikin sendiri media belajar anak2 nya dirumah tu jadi kagum aku jadinya.

    Anaknya tumbuh dengan ibu yang siap menemani mereka bermain dan belajar, dan itu keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak... bagaimana pun juga pendidikan pasti membawa manfaat apapun peran perempuan itu. Bahkan ketika dia tidak bekerja di ranah publik, pendidikan tetap bisa menyokong perannya di rumah.

      Hapus
  7. Iya ya. Perempuan yang berpendidikan akan memiliki pola pikir yang lebih, sebab perempuan madrasah pertama anak-anaknya yang sejatinya generasi penerus. Jika tempat menuntut ketrampilan itu berada dalam satu gedung, dalam satu hari akan sangat banyak ketrampilan yg bisa dikuasai oleh perempuan yg waktu di luarnya jg lebih terbatas ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak... tempat les yang bisa dijangkau di satu tempat akan sangat memudahkan. Waktu jauh lebih efisien, sehingga kita bisa menggunakan waktu yang masih ada untuk belajar keterampilan lainnya.

      Hapus
  8. Setuju banget, hari gini tanpa pendidikan?
    Ke laut aja deh

    Bahkan jika dapat warisan triliunan hingga ngga harus kerja, bakal habis kalo ngga punya ilmu untuk mengelolanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Ambu... segitu pentingnya lho kita punya ilmu. Bahkan saat punya banyak harta tapi kurang berilmu, kita pasti akan sampai pada titik kerusakan nantinya.

      Hapus
  9. MasyAllah dari judulnya aja udah berisi ini dan ternyata tulisannya makin berisi. Aku termasuk perempuan masih punya mimpi mba untuk lanjut kuliah lagi ambil s2 dan pengen jadi spesialis di bidang ilmu aku. Aku pengen jadi pembicara dan berbagi ilmu ke sana kemari. Doain ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin Ya Rabb... semangat Mbak Yeni. Semoga cita-cita Mbak Yeni tercapai.... :)

      Hapus
  10. Aku sepakat sama kak cempaka... senjatanya perempuan adalah pendidikan. Perempuan yang berpendidikan akan melahirkan anak anak penerus bangsa yang berkualitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak... karena perempuan kelak akan menjadi ibu dan ibu adalah agen pertama penerus pengetahuan bagi anak-anaknya.

      Hapus
  11. Memang penting memiliki pendidikan karena disanalah pola pikir kita berkembang. Bahkan sekedar memutuskan masak atau gak menuritku ngaruh loh pendidikan itu hehe

    BalasHapus
  12. Peran perempuan Penting bngt buat keluarga krn merupakn madrasah Pertama bagi anak2 ya..

    BalasHapus
  13. Membaca judulnya, aku langsung ingat petuah mamakku juga.
    Pendidikan adalah kunci hidup mandiri!
    Itu juga lah yang aku tanamkan ke buah hati.
    Pendidikan,pendidikan dan pendidikan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi seperti petuah turun temurun ya mbak. Memang sepenting itu lah perempuan memiliki pendidikan.

      Hapus
  14. Dizaman yang serba maju seperti sekarang, kita ga bisa menutup mata bahwa masih banyak kaum perempuan yang tersisihkan padahal sangat kompeten
    Dan mengenyam pendidikan seharusnya sudah menjadi hak bagi segenap warga negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih ya mbak... :( itu kenapa perempuan perlu bekerja lebih ekstra dibanding laki-laki untuk menunjukan kompetensinya.

      Hapus
  15. Aku sedih sekali kalau ada perempuan yang tidak punya kesempatan mengenyam pendidikan. Mereka ini rentan sekali diinjak-injak dan diremehkan baik oleh kaum laki-laki maupun kaumnya sendiri. Merasa memang tidak berpendidikan, mereka juga jadi rendah diri dan nggak berani melawan. Sudah saatnya kita benar-benar memprioritaskan pendidikan untuk siapapun itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak... paling basic tuh gimana perempuan bisa lebih percaya diri dengan dia memiliki ilmu dan keterampilan. Saya suka sedih melihat perempuan yang merasa enggak PD dan enggak punya banyak pilihan hidup :'(

      Hapus
    2. Iya, Mbak. Bagi yang tidak berkesempatan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, ada baiknya mereka mempunyai ketrampilan. Bisa ikutan kursus memasak, menjahit, merajut, menulis, dan banyak lagi. Kelebihan ini tentu akan mendorong mereka untuk berpenghasilan dan lebih percaya diri menghadapi tantangan.

      Hapus
  16. Perempuan itu memang harus cerdas dan salah satu pelajaran kecerdasan ga hanya didapat dengan pendidikan tinggi. Saya setuju banget k. Yang penting lagi perempuan itu harus giat membaca itu penting banget untuk membuka cakrawala perempuan. Hidup perempuan hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak... membaca bisa jadi salah satu cara perempuan untuk menambah ilmu dan keterampilan. Makanya minat baca yang tinggi juga jadi penting sekali ya mbak....

      Hapus
  17. Terharu saya membacanya mba. Pendidikan buat perempuan itu memang sangat penting. Bener sekali pendidikan itu membuat perempuan percaya diri, saya meski pun lulusan sarjana tapi lalu jadi ibu rumah tangga tetap percaya diri. Pendidikan itu menjadikan perempuan lebih tangguh dan bisa mengambil keputusan-keputusan penting dgn cara berpikirnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pola pikir yang lebih sistematis dan cara berpikir yang lebih visioner, mungkin itu lebihnya perempuan yang berpendidikan.

      Hapus
  18. Ibu saya dulu tidak disuruh sekolah sama nenek, karena perempuan paling tua jadi untuk menunggu rumah. Sementara adek perempuannya yg lain boleh sekolah. Tapi ibu menentang itu, dan diperbolehkan sekolah asal sekolah agama. Akhirnya ibuku jadi guru agama, sementara adik2nya yang sekolah umum malah jadi ibu rumah tangga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih euy kalau dengar cerita ada anak harus mengalah tidak sekolah demi saudaranya.... :(

      Hapus
  19. Kalau saya pribadi tetap ingin menjadi perempuan yang cerdas. Meskipun pada akhirnya kita tidak bekerja sesuai dengan disiplin ilmu kita, tetapi tetap penting bagi perempuan untuk tetap pintar, karena dengan kepintaran dan kecerdasannya itulah kelak dia mendidik anaknya. Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dari mana saja ya Mbak. Sukses selalu buat kita semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin... setuju mbak. Berpendidikan itu tidak sekadar untuk cari kerja, tetapi lebih dari itu. Maka saat kita jd ibu rumah tangga misalnya, kita juga tetap perlu berpendidikan.

      Hapus
  20. Betul banget. Saya juga berencana untuk lanjut studi, dengan tujuan beribadah: memberikan kontribusi lebih banyak untuk keluarga dan masyarakat. Semoga dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin Ya Rabb... semoga sukses mbak, semangat! :)

      Hapus
  21. Ilmu akan mengangkat derajat seseorang beberapa derajat. Kalimat ini benar adanya. Seperti yang Mbak ulas di postingan ini. Modal seorang istri, modal seorang ibu adalah ilmu. Semangat berpendidikan, perempuan Indonesia!

    BalasHapus
  22. bener banget sih perempuan itu harus terdidik, karena generasi selanjutnya lahir dari seorang perempuan. terus anak juga awal dididik oleh ibunya. maka saya setuju banget kalau perempuan itu harus terdidik. bagus banget ceritanya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak... karena ibu madrasah pertama bagi anak.

      Hapus
  23. Setuju mba.. perempuan harus berpendidikan, bukan hanya utk dirinya sendiri tp akan bermanfaat bagi anak2nya kelak. Krn ibu adlh madrasah bagi anak2nya. Ibu cerdas Insya Allah anak pun cerdas

    BalasHapus
  24. Memang penting banget pendidikan bagi perempuan, tapi saya suka miris kalau udah ditanyain kok enggak kerja, sayang banget. Nah, padahal kan di rumah juga enggak diem, ya. Mendidik anak pun kan enggak mudah, karena ibu itu madrasah pertama bagi anak

    BalasHapus
  25. Wah iya mbak, pendidikan tentu saja penting buat perempuan. Salah satunya karena kita jadi edukator pertama anak. Berguna sekali artikelnya. Makasih mba

    BalasHapus
  26. Benar sekali, perempuan akan lebih berdaya dengan pendidikan. Selain itu, seorang ibu yang berpendidikan tinggi diharapkan akan melahirkan generasi yang cerdas dan terdidik tentunya.

    BalasHapus
  27. Setiap perempuan memang harus berpendidikan ya mbak..
    Sebab kelak saat jadi ibu, dia akan menjadi sekolah pertama bagi anak anaknya

    BalasHapus
  28. setuju Mbak, memang penting perempuan untuk berpendidikan. setiap orang punya hak yang sama dalam belajar baik lelaki maupun perempuan. permpuan belajr demi kecerdasan anak dan generasi selanjutnya yaa

    BalasHapus
  29. Jiwaku kok tidak terima ya, dengan cerita pemilihan ketua osis dan guru yang kemudian seenaknya mengganti. Gila banget. Di institusi pendidikan, hal tersebut terjadi.

    BalasHapus
  30. Pendidikan memang penting banget untuk perempuan. Nggak cuma di bidang akademis tapi bidang lain juga sama pentingnya. Semoga ke depannya semua perempuan bisa mendapat akses pendidikan terbaik sesuai minatnya.

    BalasHapus
  31. Ah mataku menghangat baca cerita awalnya. Huhu gak kebayang sedihnya belajar membaca sambil bawa adik. Sekarang salut banyak perempuan yang menurunkan ego dengan kembali rumah, mendidik anaknya yang masih kecil2, meski berpendidikan tinggi. Saya yakin, anak yang dididik Ibu yang berpendidikan akan hebat terutama akhlaqnya :)) amin.

    BalasHapus
  32. Pendidikan itu jelas sangat penting bagi perempuan karena mereka akan menjadi guru pertama dan utama buat anak-anaknya. Dan pendidikan itu beda dengan bersekolah, bersekolah hanya bagian dari pendidikan. Jadi pendidikan bisa didapat di mana saja, kapan saja dan dari siapa saja, asal mau buka mata buka telinga dan buka hati untuk mencarinya :) Semangat terus jadi ibu pembelajar!

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja. 
Baca juga: MENCUCI DENGAN SABUN LERAK

Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco enzyme? Eco enzy…

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…