Langsung ke konten utama

TIPS TETAP HAPPY DI TENGAH PANDEMI



Semua orang tentu setuju bahwa kondisi pandemi corona saat ini mengubah hidup banyak orang. Dampaknya bukan cuma kebosanan karena enggak bisa keluar rumah, banyak orang bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Semua orang berusaha bertahan di tengah kondisi yang enggak pasti ini. Enggak usah jauh-jauh, tetangga saya yang pedagang di salah satu mall, curhat kini sudah enggak lagi berpenghasilan. Alhamdulillah kondisi saya masih jauh lebih baik.

Kondisi seperti ini rentan membuat orang stres, tanpa terkecuali saya. Kalau dipikir-pikir, stres yang saya alami enggak seberapa dibanding orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan. Meski praktis dalam hampir 2 bulan ini saya enggak pernah menjejakan kaki di luar pagar rumah. Mau jalan-jalan keliling komplek pun harus mikir berkali-kali, karena kalau bepergian, saya harus sepaket sama bayi dan 2 balita yang rentan tertular virus.

PENTINGNYA TETAP "WARAS" DI TENGAH PANDEMI


Seperti yang telah kita tahu covid-19 alias corona menyebar dengan sangat cepat. Enggak pandang bulu, ia menyerang dari rakyat biasa hingga pejabat. Itu mengapa menjaga daya tahan tubuh menjadi sesuatu yang amat penting, karena dengan daya tahan tubuh yang kuat, virus enggak akan bisa membuat kita sakit.

Salah satu cara agar tetap sehat adalah dengan tetap bahagia. (Sumber: Pexel.com)

Lalu, apa hubungannya dengan kewarasan?

Ternyata, makan sehat, olah raga dan tidur cukup enggak cukup membuat imun kita kuat. Studi awal hubungan antara stres dan imunitas pertama kali dilakukan oleh seorang psikolog Janice Kiecolt-Glaser, PhD, dan immunologist Ronald Glaser, PhD, dari Ohio State University College of Medicine. Berdasarkan uji coba pemberian stressor (penyebab stres) pada hewan menunjukan bahwa stres memudahkan hewan tersebut terkena infeksi.

Studi tersebut memang dilakukan pada hewan, namun studi lanjutannya yang dilakukan dua tahun kemudian, menunjukan hal sama juga terjadi pada manusia. Kalau mau baca selengkapnya tentang penelitian tersebut, silahkan akses artikel dari American Psychological Asociation berikut ini.

Artinya, dalam kondisi rentan tertular penyakit seperti sekarang ini, menjaga diri agar enggak mengalami stres juga sangat penting. Meskipun pada kenyataannya, tetap berpikir positif di tengah fakta-fakta yang berkata sebaliknya tentu sangat sulit. Namun, sulit bukan berarti enggak bisa. Saya selalu belajar bahwa perasaan bahagia itu diciptakan bukan dicari. Jadi meski dengan sedikit usaha, stres dapat dihindari.

KIAT HAPPY DI TENGAH PANDEMI

Agar tetap happy saat kondisi hectic tapi jenuh serta penuh rasa was-was saat ini, Moms bisa melakukan kiat-kiat berikut ini:

Lakukan hobi

Punya waktu di rumah bisa dimanfaatkan untuk melakukan hobi. Mungkin hobi yang sudah lama ingin Anda lakukan atau hobi baru yang ingin Anda coba. Daripada bengong yang berpotensi bikin Anda tambah stres, lebih baik tekuni hobi. Dikutip dari Kompas, sebuah penelitian yang dilakukan pada 100 orang dewasa ditemukan bahwa 34 persen responden yang melakukan kegiatan yang mereka sukai, enggak mudah mengalami stres. Penelitian tersebut juga menyebutkan kalau melakukan hobi dapat menenangkan perasaan. Ini menunjukan kalau melakukan hobi bisa jadi salah satu cara untuk menghindari stres.

Olah raga dan latihan pernapasan

Olah raga sudah terbukti dapat membantu produksi hormon endophine alias hormon bahagia. Berolah raga juga membuat tubuh lebih fresh dan sehat. Bandingkan saat Anda dalam kondisi yang enggak fit, Anda biasanya akan cenderung kurang mood dan mudah stres.  Selain berolah raga, Anda juga bisa melakukan relaksasi dengan teknik pernapasan. Relaksasi dengan teknik pernapasan juga menjadi salah satu metode untuk terapi psikologis. Waktu kuliah, saya pernah diajari oleh salah satu dosen teknik pernapasan semacam ini dan memang sangat terasa perbedaannya, tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks setelah melakukan teknik pernapasan tersebut. 

Salah satu referensi latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan misalnya dari pakar holistik, Reza Gunawan, berikut ini: 



Batasi mengonsumsi berita

Belakangan kita sering mendengar anjuran untuk berpikir positif. Namun harus diakui bahwa berpikir positif dalam kondisi sekarang ini enggak mudah. Apalagi dengan berseliwerannya berita yang kerap membuat hati was-was. Saya pribadi, sudah satu bulan lebih sejak anjuran #DirumahAja membatasi diri untuk nonton dan baca berita. 

Bukan berarti memutus informasi juga sih... karena kita tetap butuh update. Namun, bukan berarti sedikit-sedikit kita harus memantau berita. Belum lagi berita-berita liar dari broadcash Whatsapp. Bukan terinfo, yang ada kita malah tertekan dengan gempuran berita yang enggak jelas kebenarannya. Pilah lah sumber berita yang terpercaya dan tetaplah yakin bahwa banyak pihak sedang berusaha keras menyelesaikan masalah ini. Jadi, daripada memusingkan hal yang di luar kuasa kita, lebih baik fokus berdoa dan menikmati hari-hari se-happy dan seproduktif mungkin.

Tata rumah agar nyaman

Saat kita sibuk beraktivitas di luar rumah, bisa jadi banyak pekerjaan rumah yang terabaikan, salah satunya beberes rumah. Untuk memanfaatkan waktu di rumah, Anda bisa menata ulang dan merapikan rumah Anda. Rumah yang bersih dan tertata tentu akan membuat lebih nyaman dan betah. Selain itu, kegiatan beres-beres rumah juga bisa menjadi pengalih perhatian, agar Anda enggak fokus terhadap hal-hal negatif yang terjadi di sekitar Anda.
Menata rumah juga membutuhkan kreatifitas bukan? Selain menata ruang, Anda mungkin bisa mencoba membuat dekorasi rumah sendiri. Kegiatan menata rumah pun jadi lebih menarik, karena selain jadi rapi, Anda bisa memajang hasil karya sendiri.

Tetap upayakan produktif


Meski di rumah, cobalah untuk tetap produktif. Bangun pagi seperti biasa dan beraktivitas seperti biasa. Buat Anda yang work from home (WFH), ide tetap berpenampilan rapi selama jam kerja mungkin bisa diterapkan meski di rumah. Tetaplah membuat to do list, meski pekerjaan Anda enggak sepadat biasanya. Punya banyak waktu luang? Ikut kelas-kelas online. Dari pantauan saya, sejak pandemi corona ini, banyak banget provider yang menyediakan kelas online dari yang gratis sampai berbayar. Anda tinggal pilih yang sesuai dengan minat dan ketersediaan budget.


Meski di rumah saja, jangan terlena untuk bermalas-malasan, tetap manfaatkan waktu sebaik-baiknya (sumber:Pexel.com)


Menghubungi orang-orang terdekat

Meski enggak bisa bertemu secara fisik, menjalin komunikasi dengan orang-orang terkasih tetap perlu dilakukan. Manfaatkan teknologi seperti videocall via aplikasi misalnya. Sekadar "say hi" atau curhat bisa dilakukan. Paling enggak kekangenan yang enggak bisa terbayar dengan bertemu langsung jadi bisa sedikit terobati.

Gimana buat emak-emak yang stres karena riweh dengan suami dan anak-anak yang pada kumpul seharian di rumah?

Lakukan kegiatan bersama yang menyenangkan. Main bulu tangkis di depan rumah atau sepedaan keliling komplek masih boleh kan? Selama enggak usah kontak sama orang lain (jangan mampir ke rumah tetangga buat ngerumpi ya,hehe) atau selama enggak manggil suporter se-RT buat semangatin main bulu tangkis rasanya sah-sah saja.

Selain itu, Anda juga perlu menata ulang jadwal kegiatan Anda. Sekarang tugas seorang emak bisa jadi bertambah berat, karena harus menyediakan lebih banyak cemilan, mengerjakan rumah plus mengajari anak belajar dan segudang tugas emak yang enggak ada habisnya. Berhubung kondisi tersebut enggak bisa dihindari, satu-satunya jalan adalah menikmatinya. Kalau tergoda untuk berkeluh kesah, ingatlah kebahagiaan berkumpul bersama keluarga. Bandingkan ketika keluarga lain terpisah jarak karena kondisi, lalu terhalang untuk bertemu padahal rindu (tsah...), pasti sedih banget, ya?

Meski mungkin sulit untuk sebagian orang, menjadi bahagia adalah pilihan. Yakinlah segala hal buruk yang terjadi saat ini akan segera berlalu. Namun, kalau Anda merasa sulit menghadapi kesedihan di tengah pandemi ini, berbagi cerita dengan orang terdekat mungkin bisa membantu, atau bahkan curhat di sosmed. Meski saya bukan tipe yang suka curhat di sosmed, tapi melihat fenomena curhat di sosmed belakangan ini rasanya lumrah saja selama enggak merugikan orang lain.

Jadi... tetap tabah ya Moms semua! Keep health, safe and sane. Kita sama-sama berdoa semoga kita semua bisa kembali beraktivitas dengan normal. Aaamiin Ya Rabb.

Komentar

  1. Nah saat sekarang kudu saling support pada sesama buk-ibuk. Bantu teman juga bisa agar tetap hepi, agar imunitas tetap setrong menghadapi gempuran virus yang bisa saja melintas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak... dampak corona sampai kemana-mana, terutama ekonomi ya. Selain saling mengutlan mungkin bisa jg turut membantu mengurangi beban.

      Hapus
  2. Aamiin... Bagus sekali tipsnya. Aku pun mulai disiplin melakukan hal-hal di atas dan alhamdulillah it works! Hati Lebih tenang dan jadi lebih produktif dan punya semangat untuk melakukan berbagai hal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... terus semangat ya mbak! :D

      Hapus
  3. setuju banget, semua pilihan sebetulnya ada di tangan kita
    Dan manusia merupakan mahluk dengan akal yang penuh kreativitas
    Pasti kita bisa melalui dengan selamat, amin

    BalasHapus
  4. Ternyata stress membuat kita rentan terinfeksi virus ya mbak, terlebih lagi pada masa pandemi seperti ini, penting banget mengontrol stress nih. Semua tipsnya bagus mbak, akan saya coba lakukan di rumah juga.. kebetulan, rasanya sudah mulai bosan karena berminggu-minggu stay home 😊

    BalasHapus
  5. Setuju banget, keep waras di tengah pandemi ini. Banyak hal yang bisa dilakukan. Saya juga stop update berita tentang Corona ini. Jalani hal yang menyenangkan seperti hobi, relaksasi juga penting. Makasih sharingnya, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak... menikmati hobi juga membantu banget buat saya supaya enggak mudah stres.

      Hapus
  6. Yups tepat sekali
    Karena kecemasan justru malah bikin imunitas menurun. Oleh karenanya di tengah maraknya wabah ini Kita harus tetap menjaga kewarasan
    Melakukan berbagai hal menyenangkan bisa memberikan semangat baru dalam melewati waktu

    BalasHapus
  7. makasih sharingnya, memang harus happy kalau gak mau stres

    BalasHapus
  8. Membatasi untuk mendengar berita itu perlu, apalagi untuk berita yang akan meningkatkan kecemasan ataupun emosi jiwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget... apalagi sekarang ini banyak banget hoax yang beredar.... :(

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja. 
Baca juga: MENCUCI DENGAN SABUN LERAK

Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco enzyme? Eco enzy…

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…