Langsung ke konten utama

10 CARA MENEBAR KEBAIKAN RAMADHAN SAAT PANDEMI COVID-19



Ramadhan kali ini memang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, saat bulan puasa, waktu sore kami gunakan untuk bermain di luar rumah sambil menunggu berbuka. Kini, anak-anak harus cukup puas hanya dengan bermain di teras. Waktu ngabuburit yang digunakan untuk bercengkrama dengan tetangga, sekadar menanyakan kabar atau bertukar hidangan buka puasa sekarang tidak lagi ada. Kondisi kali ini memaksa kita semua untuk menjaga jarak. Rasanya terkadang saya ingin memberikan sedikit kelonggaran pada anak-anak untuk bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Saya pun rindu suasana ramainya jalan komplek di sore hari. Namun, membayangkan risiko yang mungkin terjadi, saya sungguh tak berani.

Apalagi ketika Ramadhan tiba. Saya harus cari cara menghidupkan suasana bulan suci ini di tengah anak-anak. Sejujurnya, saya merasa kesulitan. Bagaimana tidak? Ramadhan kali ini tak ada shalat tarawih di masjid dan tak ada kemeriahan lomba Ramadhan serta tidak ada aktivitas kajian di masjid. Meski banyak acara televisi bernafaskan islam dan kajian online, tetap saja hal tersebut tidak bisa menggantikan suasana khidmat saat bisa berkumpul bersama umat islam lain untuk menjalankan ibadah.

Meski tidak bisa kemana-mana, saya masih merasa beruntung. Paling tidak, hal yang saya pusingkan di tengah pandemi ini tidaklah banyak. Saya hanya perlu bersabar untuk tetap di rumah dan menjaga keluarga tetap sehat. Paling-paling saya harus sedikit memutar otak mencari alternatif kegiatan berfaedah untuk anak-anak di rumah. Berbeda kondisi dengan orang lain yang kurang beruntung. Mulai dari penghasilannya yang menurun drastis hingga mengalami pemutusan hubungan kerja.

Pandemi Penyebab Sulit Ekonomi

Kita semua tahu, bahwa keberadaan covid-19 melumpuhkan aktivitas normal kita. Kita sulit untuk sekadar bercengkrama dengan tetangga dan yang paling terasa adalah roda ekonomi yang tersendat. Berdasarkan riset yang dilakukan SMERU Research Institute, angka kemiskinan di Indonesia diprediksi akan naik 12.4 %. Artinya akan ada 8.5 juta orang miskin baru akibat terdampak pandemi covid-19 (tempo.com). Inilah saatnya kepekaan kita diuji. Apakah kita hanya akan menjadi manusia apatis yang egois atau menjadi insan yang peduli dengan kesusahan sesama?

Ramadhan Menjadi Momen Menebar Kebaikan di Tengah Pandemi

Sebagai ibu rumah tangga, terkadang saya berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk lingkungan saya. Apalagi di tengah ruang gerak yang semakin tak leluasa. Meski hanya di rumah saja, kebaikan ternyata tetap dapat dilakukan. Saya percaya bahwa tidak ada kebaikan yang sederhana. Semua kebaikan yang dilakukan dengan hati yang tulus, Insya Allah akan bermakna dan berbuah pahala.

Meski tidak bisa kemana-mana, saya menemukan kenyataan banyaknya kebaikan yang bisa dilakukan. Kebaikan bahkan bisa dilakukan tanpa melangkahkan kaki keluar rumah. Bantuan yang mungkin dapat diberikan ketika masa sulit ekonomi seperti ini umumnya dalam bentuk sedekah dana. Bentuk sedekah pun sekarang banyak ragamnya, tidak melulu dalam bentuk penggalangan dana secara langsung. Misalnya kelas online yang saya ikuti dengan biaya seikhlasnya, uang tersebut kemudian didonasikan bagi warga terdampak covid-19. Keren banget, kan? Dapat ilmu sekaligus dapat berdonasi, jadi dua kebaikan dalam satu perbuatan.

Kini banyak cara kreatif menebar kebaikan (sumber: Pexels.com)


Namun, kebaikan tidak melulu hanya dengan sedekah uang. Banyak cara kreatif untuk menebar kebaikan di tengah pandemi covid-19 sekarang ini. Seperti yang saya temukan berikut ini:

Membeli barang dari pedagang kecil, tetangga dan teman.

Hal yang saya sadari belakangan ini adalah semakin banyak tetangga yang berjualan di grup Whatsapp komplek kami. Sebagian, saya rasa, hanya iseng mengisi waktu Ramadhan, tetapi sebagian lagi berjualan karena faktor kebutuhan. Saya tidak bisa membantu banyak selain membeli dagangan mereka. Butuh atau tidak butuh, jika ada kelonggaran, saya utamakan belanja dari tetangga dan pedagang kecil di sekitar rumah. Jika memang barang yang saya beli tidak bisa saya manfaatkan, maka saya akan berikan lagi barang tersebut pada orang lain agar tidak mubazir.

Mempromosikan dagangan pedagang kecil, tetangga dan teman.


Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari media sosial. Selain sebagai cara berjejaring di dunia maya, media sosial juga dapat membantu menjadi corong untuk promosi. Hal sederhana seperti membuat review kecil-kecilan untuk produk jualan teman atau saudara, bahkan sekadar menimpali saat ada yang promosi dagangannya di aplikasi Whatsapp bisa jadi sebuah bentuk kebaikan. Review positif bisa jadi mendorong orang lain juga ikut membeli barang dagangan orang tersebut.

Di grup Whatsapp komplek, kadang kami saling berbagi rekomendasi pedagang kecil yang sering keliling di lingkungan kami. Misalnya tukang sate atau tukang bakwan malang yang berkeliling. Tidak jarang karena promosi dari mulut ke mulut ini lah dagangan para pedagang tersebut menjadi diminati di komplek kami.


Memberikan tips pada ojek online

Salah satu pihak yang terdampak pandemi corona adalah supir ojek online. Pendapatan mereka turun drastis. Padahal tidak jarang mereka menggantungkan pemasukan dari mengemudi ojek. Beberapa tetangga saya punya usaha kuliner yang sudah bekerjasama dengan aplikasi ojek online. Meski jarak dari rumah sangat dekat, saya terkadang pesan makanan melalui aplikasi ojek online. Dengan membeli melalui aplikasi ojek online, akan lebih banyak pihak yang diuntungkan. Tetangga saya untung karena saya beli, supir ojek online pun dapat penghasilan dari orderan saya. Akan lebih banyak kebaikan yang dibagi dibanding jika saya pergi membeli sendiri. Selain itu saya juga mendapat kemudahan karena tinggal menunggu di rumah sampai pesanan saya tiba.


Aktif menanyakan kabar kerabat dan tetangga.

Meski terdengar remeh, menanyakan kabar bisa jadi bentuk kebaikan. Bayangkan saja ketika jauh dari sanak saudara yang dicintai. Belum lagi masalah yang dihadapi sehari-hari, bisa menjadi sebuah tekanan bagi seseorang. Saat saya menanyakan kabar saudara, tetangga atau teman, saya berharap bisa mengurangi beban dari yang bersangkutan. Paling tidak ia tidak merasa sendirian. Meski bertanya kabar hanya melalui telephon atau chat, saya berharap hal ini bisa menjadi sedikit obat pelepas kerinduan untuk saling bertemu dan bertegur sapa di dunia nyata.


Ikut mensosialisasikan gerakan hidup bersih dan sehat.

Cara kreatif mensosialisasikan hidup bersih dan sehat. (Sumber: Instagram Thegangoffur)

Selain jadi promosi jualan, sosial media juga bisa jadi sarana untuk membantu pemerintah mensosialisasikan gerakan hidup bersih dan sehat di masyarakat. Beberapa bentuk sosialisasi hidup bersih pernah saya temukan di sosial media. Caranya pun sangat unik dan kreatif. Ada yang membuat video, ilustrasi bahkan e-book yang dibagikan secara gratis. Mensosialisasikan gerakan hidup bersih dan sehat juga merupakan bentuk kebaikan, karena berarti kita turut andil dalam menekan penyebaran covid-19 melalui membangun kesadaran masyarakat.

Tidak menyebarkan hoax


Melalui laman Kominfo disebutkan ada 686 hoax terkait corona sampai dengan bulan Mei 2020. Hoax banyak tersebar melalui internet, sosial media dan aplikasi Whatsapp. Hoax bisa jadi pemicu keresahan. Ditambah lagi berita tersebut merupakan berita bohong. Dengan memutus mata rantai hoax, sama saja dengan kita memutus keburukan. Penting sekali untuk menyaring sebelum menyebarluaskan (saring sebelum sharing). Jika memang meragukan, saya tidak akan lanjut menyebarkan sebuah berita. Meskipun berita tersebut merupakan kabar baik, hoax tetaplah berita bohong yang tidak sepatutnya untuk disebarluaskan.


Menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan hidup bersih dan menyediakan makanan sehat.

Saat pandemi seperti ini, sangat penting bagi saya untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Jika sebelumnya, mudah bagi saya untuk membeli makanan sembarangan di pinggir jalan atau lupa mencuci tangan, sekarang sedapat mungkin hal tersebut jangan dilakukan. Saya utamakan untuk menyediakan makanan sendiri bagi keluarga di rumah. Mungkin rasanya akan lebih melelahkan, tetapi saya percaya bahwa yang saya lakukan merupakan salah satu bentuk ikhtiar saya untuk melindungi keluarga dari penyakit. Ikhtiar ini juga sebagai bentuk kebaikan kecil yang bisa saya berikan pada keluarga.

Berbagi makanan kepada tetangga.

Walaupun sekarang sulit bercengkrama dengan tetangga, silaturahim tetap harus dijaga. Untuk tetap mendekatkan diri dengan tetangga, berbagi makanan bisa menjadi salah satu cara. Tidak harus makanan yang kita masak sendiri, sih, karena tidak semua orang pandai memasak (seperti saya contohnya). Melebihkan makanan yang dibeli pun boleh saja. Dengan berbagi makanan kepada tetangga bukan hanya menebar kebaikan dengan berbagi, tetapi juga bertujuan mengikat hati di tengah pandemi.

Berbuat baik pada makhluk lain.

Kebaikan bukan hanya dibagi untuk sesama manusia, tetapi juga makhluk lain ciptaan-Nya. (Sumber: Pexel.com)

Berbuat baik tidak terbatas hanya pada manusia. Terbukti bahwa  covid-19 juga berdampak negatif pada hewan, salah satunya adalah ancaman kelaparan (Kompas.com). Bukan hanya hewan yang di kebun binatang, hewan liar pun terdampak karena sepinya orang berlalu lalang di jalan. Sekarang ini, banyak pihak yang mencoba menghimpun dana untuk membantu hewan di kebun binatang dari ancaman kelaparan. Meski tak banyak, saya merasa perlu pula ikut berkontribusi meringankan kesulitan hewan-hewan ini. Selain melalui donasi, memberi makan kucing liar yang ada di jalan juga bisa menjadi salah satu alterntif menebar kebaikan saat bulan Ramdhan di tengah pandemi covid-19.

Saling mendoakan dalam kebaikan.

Kebaikan termudah yang bisa dilakukan sebagai seorang muslim dan muslimah selama bulan Ramadhan ini adalah mendoakan kebaikan bagi orang lain. Saya yakin tidak ada satu pun orang yang luput dari dampak negatif merebaknya virus corona di seluruh dunia. Dengan kondisi yang tidak pasti dan posisi kita sebagai makhluk, sudah sepatutnya kita hanya menyerahkan urusan kehidupan kita hanya kepada Allah. Menurut saya, dalam hal berdoa, kita pun tidak bisa menjadi egois dengan berdoa untuk kebaikan diri sendiri saja. Mendoakan kebaikan bagi orang lain juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk menyebarkan kebaikan.

Menebar kebaikan pada dasarnya amatlah mudah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyebarkan kebaikan di bulan Ramadhan saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Setiap perbuatan positif, meski kecil bisa diniatkan sebagai bentuk kebaikan. Jangan takut untuk berbagi, karena sesungguhnya kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "Ceritaku Dari Rumah" yang diselenggarakan oleh Ramadhan Virtual Festival  dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.



Komentar

  1. Covid jg ksh pelajaran buat kita semua, bahwa menebar kebaikan dan mempunyai rasa sosial yg lbh tinggi lagi, semoga setelah pandemi ini berlalu kita semua menjadi pribadi yg lbh baik lg.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin... betul mbak. Kepekaan kita diuji sekarang. Harus tengok kanan kiri, jangan-jangan ada orang di sekeliling kita yang butuh bantuan.

      Hapus
  2. Sepakat Mbak, bahwasanya berbuat kebaikan tidak terbatas berupa sedekah uang karena sangat banyak jalan dan cara kreatif untuk mendistribusikan kebaikan di tengah pandemi covid-19. berbagi kebaikan berupa sedekah materi hanya salah satunya, ibarat gunung es, masih banyak bentuk lainnya yang seringkali tidak terlihat fisiknya, seperti TIDAK ikut menyebarkan berita hoax, tetap menjaga silaturahmi di masa social distancing dan physical distancing meski hanya say hello via chat di WA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... berbuat kebaikan tidak terbatas ya. Insya Allah kalau ikhlas diniatkan karena mengharap ridho Allah akan berganjar pahala.

      Hapus
  3. Ah, iya, banyak hal yang bisa dilakukan meski ada di rumah, ya. Saya kadang kasihan juga sama pedagang kecil, ojek online, dan masyarakat kecil yang tekena dampak Covid-19. Pengennya pandemi ini cepat berlalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... kasihan. Semoga mereka dikuatkan ya... Insya Allah pandemi ini segera berlalu.

      Hapus
  4. Ada banyak cara untuk berbuat baik, namun yang terpenting adalah ketulusan hati dalam berbuat dengan cara yang baik. Apalagi Ramadan, waktu yang tepat untuk berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbuat baik harus diniatkan untuk kebaikan ya mbak, bukan sekadar untuk eksistensi. Semua berpulang ke hati masing-masing. Wallahualam.

      Hapus
  5. Saya setuju sekali mbak, kalau kita tetap harus berbagi dengan siapa saja, walaupun dalam keadaan sulit. Membantu sebisa kita. Suka dengan tips membeli dagangan dari pedagang kecil, membeli dagangan kerabat atau membantu mempromosikannya. Salut kakak. Semoga kita tetap diberikan kemudahan dalam berbagi kebaikan, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin Ya Rabb... terima kasih mbak :)

      Hapus
  6. Kadang kita fokus membantu ini itu, ternyata keluarga sendiri kesusahan :D
    Saya banget nih, tapi bukan salah keluarga juga sih, memang saya yang menutup diri, malu merepotkan orang, tapi Allah selalu hadirkan rezeki dari mana saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah... semoga Allah senantiasa limpahkan rezeki berkah untuk mbak rey sekeluarga. Aaamiin

      Hapus
  7. Banyak sekali cara berbuat kebaikan. Ga harus dengan materi yang besar. Hal2 yg sederhana dan yg biasa ada di keseharian kita. Makasih tips2nya 🙏😊

    BalasHapus
  8. Bagian jauh-jauh dari nyebarin hoax itu penting banget. Internet di genggaman harusnya bikin kita jadi pintar, bukan bikin jadi songong dan bodoh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... betul mbak. Cerdas berinternet ya intinya. :D

      Hapus
  9. Benar sekali mbak...
    Menebar kebaikan itu mudah kok

    Bisa dimulai dari hal hal yg sederhana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul... jadi enggak ada alasan untuk menunda berbuat baik ya mbak :)

      Hapus
  10. Sama mbaaaaa. Tetangga-tetangga saya di kompleks juga pada jualan sekarang. Saya selama puasa ini malah hepi banget karena bisa beli-beli dari mereka. Ehehe. Maklum, saya emak anak tiga, kadang suka kepepet gak bisa masak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hua... tos mbak! Sama-sama mamak beranak tiga kita. Jadi saling menguntungkan ya, tetangga dagangannya kebeli, kita dapat kemudahan beli ta'jil dan makanan,hehe

      Hapus
  11. Saat kondisi sukot begini kita harus saling memberi semangat meski dengan cara sederhana ternyata banyak manfaatnya.

    BalasHapus
  12. Banyak hal yang bisa kita lakukan, ya, di masa sekarang. Berbuat baik dengan cara sederhana sampai luar biasa. Membeli dagangan teman atau bertanya kabar sudah sangat membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak. Percaya atau enggak teman saya senangnya bukan main hanya karena diWA. Saking sumpeknya ia kelamaan di rumah.

      Hapus
  13. Setuju, Mbak. Dari rumah pun kita bisa menebar banyak kebaikan. Apalagi zaman online begini ya. Berdonasi pun bisa secara online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul... tinggal klik klik saja, kebaikan sudah bisa diberikan.

      Hapus
  14. Melakukan kebaikan itu sebenarnya mudah banget. Dari cari sederhana sampai yang luar biasa. Kalau bisa luar biasa, tentu jangan melakukan kebaikan yang sederhana aja. Manfaatnya kita nggak pernah tahu, baik bagi si penerima kebaikan maupun kita sebagai pemberi. Jelas, karena matematika Allah nggak bisa dibandingkan dengan hitungan sederhana manusia yang 1+1 = 2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul... Insya Allah kita enggak akan pernah rugi kalau berbuat baik ya mbak. Allah akan selalu memperhitungkan sekecil apa pun perbuatannya.

      Hapus
    2. Iya, Kak. Semoga aku dan kita semua senantiasa dimudahkan untuk melakukan kebaikan ya, Kak. Nggak dapat balasan sekarang, InsyaAllah jadi tabungan di akhirat. Aamiin Ya Allah ...

      Hapus
  15. Promosikan dagangan teman juga hal yang baik, walau mungkin kitanya sendiri belum sanggup untuk membelinya, karena mungkin saja melalui perantara kita bisa membantu teman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Harapannya dengan promosi kita, orang lain akan tertarik untuk membeli. :D

      Hapus
  16. bagus advisnya, sebetulnya emang banyak kebaikan bisa dilakukan walau di rumah saja

    Tergantung niatnya ya?

    Semoga segera berlalu ya? Sedih banget baca banyak rumah tangga terdampak pandemi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin Ya Rabb... betul Ambu... sedih banget. Sampai ada yang jual perkakas rumah untuk menyambung hidup. :(

      Hapus
  17. Dari covic kita brlajar peduli terhadap sesama, kita juga lebih menghargai waktu dan betah di rumah. Semoga pandemi segera berlalu dan dapat berakrifitas seperti semula.

    BalasHapus
  18. Semoga kita bisa terus saling bergandengan tangan melewati masa pandemi ini dan siap menjalani kehidupan normal yang baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin... Memang ini saatnya kita harus menunjukan semangat gotong royong ya mbak.

      Hapus
  19. Berbuat kebaikan d bulan Ramadhan pahala'y berlimpah sekali, tapi setelah Ramadhan harus ttep berbuat baik kapanpun dan dimanapun. Hehe.. Semoga bisa terus menebar kebaikan ya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! Ramadhan bulan menempa diri, 11 bulan lainnya saatnya mempraktikan apa yang telah dipelajari selama menjalani bulan suci Ramadhan.

      Hapus
  20. Terima kasih mbak untuk pengingatnya. Benar sekali menebar kebaikan tidak melulu soal uang😭. Menebar kasih sayang tidak hanya dengan manusia saja tapi dengan makhluk lain ciptaan Allah seperti hewan ataupun tumbuhan♥️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak... hewan dan tumbuhan pun berhak mendapatkan kebaikan yah....❤

      Hapus
  21. Banyak sekali alternatif kebaikan yang bisa kita lakukan bersama di tengah wabah pandemi ini ya mbak cempaka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak... tidak hanya melulu bantuan uang. Banyak cara kreatif untuk menebar kebaikan :).

      Hapus
  22. Sesederhananya berbagi kebaikan bisa dimulai dari hal paling sederhana sekalipun ya mbak. Saling mendoakan, saling support, saling bersinergi bersatu melawan covid19 agar pandemi ini segera berlalu. Aamiin. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... doa pun bisa jadi salah satu bentuk kebaikan juga yah....

      Hapus
  23. Sederhana ya mbak, tapi hal2 ini bisa kita lakukan dari rumah aja. Beberapa sudah saya terapkan, beberapa belum. Thanks mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah... tetap semangat untuk terus menebar kebaikan ya mbak :D

      Hapus
  24. Widyanti Yuliandari21 Mei 2020 12.33

    Banyak banget cara berbuat kebaikan, ya. Walau yang sederhana banget. Setidaknya gak bikin masyarakat bertambah kisruh dan resah dg sebar hoak. Haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk... betul banget mbak wid. Hoax juga kadang suka bikin ribut terutama di grup wa🙈

      Hapus
  25. Seperti itu juga yang mampu Saya lakukan dari rumah, mba. Hikmah dari pandemi ini saya makin menyadari bahwa banyak kebaikan yang bisa dilakukan meskipun hanya dari rumah saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mbak... ternyata kebaikan pun jg enggak melulu soal berbagi uang😊

      Hapus
  26. Setuju Mba. Sedekah kebaikan tidak melulu soal uang ya. Hal-hal kecil tapi bermakna dan berdampak juga bisa jadi sarana menebar kebaikan. Tulisan ini juga contohnya, mengingatkan bahwa ada banyak cara kreatif menebar kebaikan untuk sesama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Banyak cara krearif untuk melakukan kebaikan. Kan berbuat baik bukan hanya milik orang berpunya ya mbak

      Hapus
  27. memang banyak yg bisa dilakukan dari yg paling sederhana

    BalasHapus
  28. Masya Allah, ada banyak sekali cara untuk berbagi kebaikan ya Mbak. Semoga semakin banyak orang baik yang suka berbagi di dunia ini. Amiin. Saya rasa dg adanya wabah banyak sekali yg terketuk hatinya menolong sesama termasuk ke kami para nakes. Saya sangat menghargainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hikmah pandemi ya mbak... banyak orang yang terasah untuk saling berempati dan berbagi😊

      Hapus
  29. Saya percaya selagi Kita ada di rumah banyak hal yang bisa dilakukan. Hal terkecil sekali pun bisa berdampak besar terhadap lingkungan. Berbagi adalah hal baik yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak... kebaikan tidak terbatas. Bahkan kita bisa do something saat tidak bisa pergi kemana-mana

      Hapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja. 
Baca juga: MENCUCI DENGAN SABUN LERAK

Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco enzyme? Eco enzy…

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…