Langsung ke konten utama

PUASA SAAT MENYUSUI, WHY NOT?


Ramadhan sudah setengah perjalanan. Bagaimana nih ibadah Moms di bulan suci ini?

Suasana di bulan Ramadhan itu memang kondusif banget untuk melakukan ritual agama. Apalagi dalam hal berpuasa, beda banget kan rasanya saat puasa bersama-sama dengan puasa sendirian saja (meski pahalanya tetap dihitung sendiri-sendiri yah....🤭). Namun, untuk para ibu hamil dan menyusui, puasa bisa saja ditangguhkan dan digantin di hari lain. Jika memang dirasa bisa mengganggu kesehatan ibu dan bayi jika tetap berpuasa. Saya sendiri sejak hamil anak pertama enggak puasa di bulan Ramadhan. Beberapa kali mencoba, rupanya fisik saya dan dedek bayi kurang mendukung. Akan tetapi, tahun ini saya ingin deh mencoba puasa saat menyusui.

Awalnya, saya hanya ingin belajar puasa lagi setelah sekian lama enggak terbiasa puasa sebulan penuh. Karena praktis hampir lima tahun saya enggak menikmati puasa di bulan Ramadhan. Saat hari pertama, saya coba mulai berpuasa tapi enggak ingin memaksakan diri karena memang sedang menyusui si bungsu yang usianya baru dua bulan, eh... malah keterusan. Alhamdulillah puasa tahun ini Allah berikan banyak kemudahan. Sejauh ini puasa saya terbilang lancar. Bahkan saya bisa tetap aktif beraktivitas dan menyusui meski berpuasa.

Baca juga: TIPS SEMANGAT BERAKTIVITAS DI BULAN RAMADHAN

MULAI DENGAN DOA


Sama seperti kegiatan lainnya, agar Allah mudahkan dan ridhoi, tentu perlu diawali dengan doa. Enggak perlu saat menyusui saja sih. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, alangkah baiknya kita berdoa untuk kelancaran ibadah selama sebulan penuh dan tentu saja, agar ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah swt.

Secara mental, Insya Allah kita pun lebih siap untuk menghadapi bulan Ramadhan. Meski Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang amat ditunggu, namun enggak bisa dipungkiri kalau menjalani ibadah di bulan Ramadhan perlu kesiapan mental karena cukup menantang.

AGAR LANCAR PUASA SAAT MENYUSUI


Selain berdoa, ikhtiar pun harus dilakukan. Manjaga kesehatan agar senantiasa fit sangat dianjurkan. Dengan kondisi menyusui, Moms juga harus memperhatikan produksi ASI. Jika kualitas dan kuantitas mulai menurun, itu menjadi sebuah warning untuk Anda. Islam adalah agama yang memudahkan, jadi jangan memaksakan diri hingga justru membawa lebih banyak mudharat.

Anda tetap bisa puasa saat menyusui (sumber gambar:Pexels.com)


Namun, sebenarnya bisa banget kalau Moms ingin menjalani puasa saat menyusui. Asal tetap memperhatikan kondisi fisik serta kualitas dan kuantitas ASI. Lalu, bagaimana sih agar bisa berpuasa dengan lancar saat menyusui? Simak yuk, tips agar lancar berpuasa saat menyusui ala saya berikut ini!

Jaga asupan gizi dengan strategi makan

Salah satu yang membuat Ramadhan begitu berkesan adalah panganan spesial yang hadir saat berbuka. Apalagi dalam kondisi perut kosong sehabis puasa, menyantap ta'jil atau makanan berbuka secara berlebihan jadi sangat menggoda. Namun, sayangnya kualitas gizi ta'jil seringkali kurang diperhatikan. Makanan berminyak dan manis umumnya menjadi favorit untuk santapan berbuka puasa. Bayangkan ketika Anda kekenyangan makan ta'jil lalu jadi enggak makan nasi, yang ada enggak ada asupan bergizi yang Moms konsumsi di hari itu. Kasihan kan dedek bayinya, sudah pasti kualitas dan kuantitas ASI akan menurun dengan pola makan demikian. Maka, gunakan strategi dalam menyantap makanan selama bulan Ramadhan. Agar kebutuhan gizi dan kualitas ASI Moms tetap terjaga.

Saat berbuka, saya biasanya mengonsumsi kurma dan teh manis. Kadang pingin juga sih makan gorengan dan sirup yang manis-manis. Sekali-kali boleh saja, asal jangan berlebihan. Cukup satu atau maksimal dua buah gorengan dan setengah gelas es buah sirup jika ingin. Habis itu diistirahatkan dulu deh perutnya, baru mengonsumsi nasi plus lauk dan sayur yang imbanh gizi setelah melaksanakan shalat tarawih.

Penting untuk tetap menjaga asupan bergizi selama bulan Ramadhan (sumber gambar: Pexels.com)

Minum air putih yang cukup

Di sela-sela waktu berbuka dan waktu makan, jangan lupa untuk mengonsumsi banyak air putih. Produksi ASI juga dipengaruhi oleh konsumsi air putih, lho. Jadi pastikan Moms cukup minum dalam sehari. Sesuai anjuran, pastikan minum 2.5 liter sehari tetap terpenuhi. Untuk menakarnya, saya minum dengan menggunakan botol. Dengan begitu, saya bisa mengontrol target minum air putih saya di hari itu.

Konsumsi multivitamin untuk menunjang kualitas ASI

Perut punya kapasitas dalam sekali makan. Meski Anda enggak makan seharian saat puasa, perut tetap akan terasa kenyang saat makan waktu berbuka. Padahal Moms butuh banyak nutrisi saat menyusui. Namun, kemampuan makan Anda mungkin enggak sebesar kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat menyusui. Lalu bagaimana dong? Salah satunya bisa disiasati dengan mengonsumsi multivitamin. 

Konsumsi vitamin saat sahur. Saya pernah disarankan dokter untuk minum vitamin saat perut kosong, agat penyerapan vitamin oleh tubuh lebih optinal. Tetapi, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi ya Moms. Makan buah dan sayur tetap wajib hukuknya, karena nutrisi yang baik tetap yang datang dari bahan alami.

Istirahat cukup dan hindari stres


Perlu Moms ketahui, kalau stres sangat mempengaruhi produksi ASI. Saat bulan Ramadhan, tubuh Anda mungkin akan cenderung lelah karena pola tidur yang berubah. Kondisi lelah menyebabkan Moms mudah terkena stres. Alangkah baiknya, kalau segala aktivitas Moms sudah selesai, segeralah berisitirahat. Tinggalkan aktivitas-aktivitas yang enggak perlu karena bisa mengurangi waktu istirahat berkualitas Anda. Upayakan untuk bisa tidur cukup. Jika memang Anda kekurangan waktu tidur saat malam hari karena sibuk  beribadah, manfaatkan waktu siang untuk beristirahat sejenak. Dengan tidur selama 15-20 menit, energi Anda pun insya Allah akan pulih kembali.

Tidur cukup dapat membantu Anda mencegah stres (sumber gambar: Pexels.com)


Kurma: senjata ampuh kuat berpuasa.


Salah satu senjata rahasia saya untuk puasa saat menyusui adalah makan kurma. Awalnya, saya mengonsumsi kurma dengan susu. Namun, ternyata si bungsu alergi susu sapi. Akhirnya, saya hanya mengonsumsi kurmanya saja. Saya konsumsi 3-7 butir, alhamdulillah sejauh ini sangat membantu saya untuk bisa tetap berenergi saat berpuasa. 

Buah kurma kering mengandung 284 kalori dan 76 gram karbohidrat (Hellosehat.com).  Kurma juga mengandung gula yang lebih mudah dipecah menjadi energi oleh tubuh. Dengan begitu, kurma membantu Anda untuk tetap berenergi ketika puasa saat menyusui, juga dengan cepat mengembalikan energi Anda ketika berbuka puasa.

Bulan Ramadhan amat sayang jika disia-siakan waktunya. Meski sedang menyusui, Moms tetap bisa berikhtiar untuk mengoptimalkan ibadah di bulan suci, termasuk berpuasa. Dengan upaya menjalankan trik dan (tentu saja) berdoa, Moms  insya Allah bisa tetap khusyuk berpuasa saat menyusui.

Selamat mencoba ya Moms!

Komentar

  1. Semoga busui selalu sehat yah.. Dan dipermudah ibadah berpuasanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin Ya Rabb... makasi banyak mbak :D

      Hapus
  2. Zaman now kebanyakan ibu2 yang menyusui banyak yang berpuasa ramadan. Duluuu apalagi zaman aku tuh ga disarankan deh sama orangtua. Katanya, kasihan nanti bayi kurang dapat nutrisi dan makanan dari mamanya. Namun seiring berjalannya waktu, makin nambah ilm, makin bisa mengatur pola dan asupan yang tetap terjaga sehingga kualitas ASI baik juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak... tapi kembali ke kondisi fisik masing-masing sih. Intinya islam agama yang memudahkan. Jadi kalau ibu menyusui enggak kuat puasa pun enggak apa-apa.

      Hapus
  3. Selama ibu fan bayi sehat puasa di bulan Ramadhan tidak akan jadi masalah. Salut dengan semangat ibu menyusui yang terus berpuasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... kembali ke kondisi setiap busui :)

      Hapus
  4. Hi, Mom. MasyaAllah ... Senang deh baca tulisan ini. Semangat berikhtiar untuk tetap berpuasa selama menyusui, ya.

    Dulu aku tuh sudah menyerah di awal. Pusing, lalu memutuskan nggak lanjut puasa. Kondisi hamil dan menyusui, nafsu makan luar biasa besar. Lapar, makan, menyusui atau pumping di kantor, lalu lapar lagi.

    Semoga tips ini bisa dipraktekkan nih sama ibu-ibu menyusui lain yang mau puasa tapi masih khawatir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pas anak pertama dan kedua juga begitu mbak, hehehe. Baru pas anak ketiga ini memberanikan diri buat coba puasa lagi. Itu pun enggak memaksakan diri.

      Hapus
  5. Busui hebat banget sih, aku jadi pengen share ke temenku yang lagi menyusui juga :) biar dicatat tipsnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah... Tabarakallah... semoga bermanfaat tipsnya yah... ;)

      Hapus
  6. Masya Allah tabarakallah, super sekalii mbaaak bisa puasa juga meski lagi menyusui, semoga senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan yaa mbaak. Jaga nutrisi dan gizi cukupp biar puasanyaa lancar terus. Aamiin 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin Ya Rabb.... terima kasih banyak mbak :D

      Hapus
  7. Setuju banget, dulu waktu hamil anak pertama juga ngga berani puasa
    Tetapi sesudahnya,anak ke2 dst, pas hamil atau menyusui, saya ikut berpuasa dan ternyata baik baik saja, malah makan lebih terjaga dan teratur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ya Ambu... sebetulnya puasa itu melatih disiplin makan juga.

      Hapus
  8. Alhamdulillah bagi yang dilancarkan ASI nya meski pun tetep puasa ya.. Semoga tipsnya bisa berguna bagi buibu yang sedang berjuang mengASIhi di bulan puasa ini yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja. 
Baca juga: MENCUCI DENGAN SABUN LERAK

Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco enzyme? Eco enzy…

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa?
Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah. Jangan ta…

MELATIH INDERA SI KECIL DENGAN SENSORY BOARD

Kalau kemarin buat mainan kardus buat si kakak. Minggu ini, giliran si adik yang saya buatkan mainan. Kali ini saya ingin membuatkan si adik permainan untuk menstimulasi indera. Saya membuat sensory board sederhana dari bahan-bahan bekas. Tahukah Moms permainan sensory memberikan banyak manfaat untuk si kecil? Bermain sensory board bisa memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya: Membantu si kecil memahami lingkungannya.Mendorong kemampuan kognitif dan problem solvingMengembangkan daya kreatifitasMelatih motorik 
Masih banyak manfaat yang bisa diperoleh si kecil dari stimulus indera. Karena indera ibarat pintu gerbang bagi otak si kecil untuk menerima berbagai stimulus dari lingkungannya. Oke, sebelum kita mulai membuat sensory board sederhana, siapkan bahan-bahan dulu yuk Moms! Bahan-bahan:
Kardus bekas Kertas bekas Kain perca (saya menggunakan kain dari celana bekas kakak yang sudah robek) Plastik pembungkus bekas Spidol warna-warni Gunting Lem tembak Rumput sintetis (ata…