Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

CARA SAYA MENGATASI KAKAK ADIK BERTENGKAR

Orang tua yang punya anak lebih dari satu, pasti bisa membayangkan bagaimana pusingnya ketika anak-anak berantem. Pertengkaran saudara itu seperti keniscayaan, deh . Sama halnya dengan orang tua lain, saya pun mengalami hal yang sama. Saat saya hamil anak kedua, saya memiliki kekhawatiran anak-anak saya akan sulit akur. Mungkin ini disebabkan pengalaman masa kecil saya yang sering banget berantem sama saudara-saudara saya. Saya juga khawatir, sebagai orang tua kami enggak bisa bersikap adil. Saya takut anak pertama saya akan merasa kurang kasih sayang. Si kakak yang terbiasa menjadi pusat segalanya, berubah harus berbagi kasih sayang ummi dan abinya. Rasanya, kekhawatiran saya saat itu memang  terlalu berlebihan. Seingat saya, saat hamil anak kedua , saya lebih banyak mencari referensi tentang sibling rivalry dibandingkan dengan referensi tentang kehamilan. Demi mencegah terjadinya kecemburuan  diantara anak-anak kami, saya dan suami sampai bertekad untuk membangun iklim yang selalu

CARA MENGAJAR ANAK TOILET TRAINING

Setiap anak memang memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Saat anak pertama dulu, urusan mengajar anak toilet training terasa begitu mudah. Si kakak yang dulu masih berusia dua tahun, sukses lepas pampers tanpa banyak drama.  Namun, tidak demikian dengan anak kedua saya. Tantangan mengajar anak toilet training terasa lebih berat. Sekarang usia si tengah sudah lewat tiga tahun dan ia baru saja bisa lepas pampers. Terlepas dari mudah atau sulitnya mengajar anak toilet training, perkara ini memang butuh ketelatenan dan kesabaran dari orang tua. Kita membantu proses anak untuk berkembang, namun tetap mengikuti ritme anak. Baca juga:  Cara Menyapih Anak APA ITU TOILET TRAINING? Toilet training adalah cara-cara yang dilakukan secara bertahap untuk membantu anak mandiri ke toilet. Seperti juga pada tahap perkembangan anak lainnya, toilet training juga membutuhkan proses. Proses ini berbeda pada setiap anak, bisa cepat atau bisa lebih lambat. Hal yang perlu diingat dalam memandu anak da

5 CARA MENGHADAPI BALITA SUKA MEMBANTAH

Sumber foto: Karosiebien-Pixabay Hampir semua orang pasti pernah mendengar cerita Pinokio. Iya... boneka kayu yang hidungnya berubah panjang ketika berbohong. Cerita tersebut bisa dibilang punya makna yang begitu jelas, "jangan berbohong! Atau kamu akan menerima akibatnya". Pelajaran yang sangat mudah dicerna oleh anak-anak.  Namun, bagi saya, cerita Pinokio sebetulnya juga punya makna tersirat. Bukan untuk pembaca cilik kita, tapi justru bagi kita orang tua. Pinokio, sebuah boneka kayu yang awalnya tak bernyawa, dibuat oleh manusia, tanpa akal budi dan tanpa hati. Namun dengan sejumput sihir peri, Pinokio dapat bergerak dan menari, layaknya anak laki-laki, yang ternyata sudah begitu lama didamba si pembuat boneka. Namun, bukannya patuh dan menurut pada ayahnya, Pinokio justru bergerak semaunya. Pergi tanpa izin dari sang ayah, hingga ia kena batunya. Sampai sini, apa Anda bisa menangkap makna tersiratnya? Yup, si boneka kayu, Pinokio yang awalnya pasrah tak bernyawa, kemudia