Langsung ke konten utama

PENGALAMAN ROADTRIP KE MALANG BARENG BALITA

Roadtrip ke Malang



Halo! Mengawali tahun 2022 ini, saya mau menggiatkan ngeblog lagi nih, setelah tahun lalu banyak kedodoran karena memprioritaskan hal lain. Kali ini saya mau berbagi pengalaman ketika melakukan roadtrip Bogor-Malang bareng anak dan kedua balita saya.


Membayangkan ribetnya traveling bareng tiga bocah, rasanya bikin urung niat liburan enggak sih? Tapi demi bisa menjajal liburan setelah dua tahun pandemi enggak kemana-mana, saya rela deh bawa muatan kayak mau bedol desa. Sengaja memilih jalur darat menggunakan mobil pribadi, supaya enggak repot dengan berbagai syarat perjalanan.


Namun, traveling bareng anak balita dengan menggunakan mobil tentu butuh persiapan yang enggak simpel. Banyak hal harus diantisipasi agar perjalan tetap nyaman terutama bagi anak-anak. Jika persiapan kurang matang, bukan liburan menyenangkan malah jadi penuh drama, ya enggak?


Apa saja yang harus dipersiapkan?


Persiapan liburan kali ini sudah kami lakukan sejak seminggu sebelumnya. Mulai dengan menyusun daftar bawaan agar enggak ada yang kelewatan. Maklum lah... saya mudah terdistrak dan pelupa. Daftar bawaan membantu saya agar enggak melewatkan satu item pun.


Berhubung pergi di tengah pandemi, persiapan obat-obatan, hand sanitizer, tissu basah dan disinfektan enggak boleh terlewatkan. Sebagai tambahan, kami juga bawa oximeter dan oksigen portable. Wkwkwkwk, lebay banget, ya? Tapi daripada enggak ada persiapan terus kenapa-kenapa, mending sudah siap-siap terus ternyata enggak ada apa-apa,hehe.


Bawaan lain yang enggak boleh ketinggalan adalah perintilan untuk hiburan anak-anak, seperti mainan, buku, cemilan dan sebagainya. Perjalan yang kami tempuh sangat jauh dan lama, anak-anak harus dipastikan tetap terhibur agar enggak rewel di perjalanan. Untuk persiapan yang satu ini lumayan bikin kegaduhan di rumah, karena anak-anak ingin bawa semua mainan yang ada di lemari,hehe. Pastikan mainan yang dibawa betul-betul favorit mereka, agar bisa membantu mengalihkan perhatian selama perjalanan.


Persiapan yang enggak kalah penting adalah menyiapkan itinerary. Apalagi jalan-jalan ini bersama anak-anak balita. Kebayang cepat bosannya mereka kalau berwisata tanpa tentu arah. Sejak di rumah kami sudah mencari info tentang tempat-tempat wisata yang hendak kami datangi, mulai dari lokasi, kondisi tempat sampai harga tiket.


Tips dan Strategi Agar Perjalanan Tetap Nyaman


Ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar perjalanan bareng si kecil tetap nyaman. Berikut adalah beberapa hal yang kami lakukan.


Menyulap mobil menjadi area tidur


Orang dewasa saja kalau menempuh perjalanan berjam-jam dengan posisi duduk yang sama pasti pegal, apalagi anak-anak yang geraknya aktif luar biasa. Kebetulan mobil kami pun enggak besar. Kondisi ini harus benar-benar kami siasati, yaitu dengan mengubah jok belakang mobil jadi tempat tidur darurat. Hanya dengan menumpuk beberapa bantal, lalu menghamparkan yoga mat dan selimut, jok belakang pun bertransformasi jadi area tidur-tiduran. 


Letakan mainan dan cemilan di tempat yang mudah di jangkau anak


Anak-anak saya masih kecil, itu kenapa kemandirian mereka jadi tantangan tersendiri saat traveling kali ini. Enggak mungkin kan sedikit-sedikit berhenti untuk mengambilkan mainan atau cemilan buat anak-anak. Untuk memudahkan mereka memenuhi kebutuhan selama perjalanan, kami meletakan keperluan mereka di wadah khusus yang kami tempatkan di salah satu sudut mobil yang mudah dijangkau.


Pakaian anak baju yang nyaman dan memudahkan untuk ke kamar mandi saat di perjalanan.


Memakaikan pakaian yang nyaman jadi poin yang cukup penting. Cuaca di perjalanan kadang panas, kadang dingin. Ditambah lagi, besar kemungkinan anak-anak akan pergi ke toilet selama perjalanan. Saya membayangkan drama baju atau celana basah saat di toilet umum di tengah pandemi kayak gini? Duh, parno saya langsung muncul, deh. Si bungsu masih menggunakan pospak, jadi relatif lebih aman. Lalu, bagaimana dengan dua kakaknya? Saya pakaikan mereka atasan panjang selutut, tujuannya agar bisa buka celana di mobil,hehe. Meski begitu, aurat mereka tetap terjaga saat turun dari mobil sampai ke toilet karena rok yang panjang selutut. Selain memakaikan pakaian yang sesuai, jangan lupa juga untuk menyediakan baju ganti dan jaket untuk digunakan selama perjalanan. 


Mengeksplorasi tempat pemberhentian


Selama di perjalanan, kami berhenti beberapa kali untuk istirahat. Selain rest area, kami juga berhenti di restoran untuk santap siang. Kami sengaja memilih restoran yang memiliki suasana berbeda seperti Kedai Hutan Cempaka. Suasana menyatu dengan alam di tengah hutan menjadi pengalaman seru buat anak-anak. Mereka bebas mengeksplorasi lingkungan dan menikmati suasana makan di alam terbuka. 

ngopi di hutan
Merasakan sejuknya ngopi di tengah hutan

Selain makan di restoran dengan suasana yang beda, kami juga sempat berhenti di rest area km 260 B Banjaratma yang punya suasana yang lain dibanding rest area pada umumnya. Beberapa bangunan tua bekas pabrik gula yang pernah beroperasi mulai tahun 1913 ini dibiarkan berdiri. Sebagian direnovasi dan dimanfaatkan menjadi ruang yang bisa digunakan tenant, sebagian lagi dibiarkan begitu saja. Bangunan itu tampak terbengkalai, tetapi justru menambah nilai estetis dan historis dari tempat yang sekadar jadi rest area.


Cerita Liburan ke Malang


Kami memulai perjalanan dari rumah kami di Bogor. Sengaja kami memilih untuk berangkat agak santai karena menunggu mood si bungsu lebih baik. Kota pertama yang menjadi tujuan kami adalah Solo. Kami berencana untuk menginap semalam di sana. Perjalanan dari Bogor ke Solo menghabiskan waktu kira-kira 7 jam. Kami sempat berhenti untuk istirahat di rest area


Setelah menginap semalam, kami sempat mengunjungi Keraton Surakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya. Di sana kami berkesempatan untuk melihat peninggalan sejarah dari Keraton Surakarta Hadiningrat seperti perkakas rumah tangga, kereta kencana, senjata berupa keris dan tombak, serta peninggalan sejarah lainnya. Awalnya, saya kira anak-anak akan bosan dengan wisata ke keraton, namun di luar dugaan, mereka ternyata sangat tertarik dengan suguhan di museum. 

wisata keraton
Menyempatkan mampir dan berfoto di Keraton Surakarta

Melanjutkan perjalanan, kami menuju hotel kami di Tretes, Prigen, yaitu Baobab Safari Resort. Perjalanan menunju hotel kami ternyata sangat menantang, karena jalanannya yang cukup terjal. Ditambah lagi, kami sampai di malam hari. Agak mengerikan sih awalnya, karena jalanannya sangat sepi dan sulit dilewati. Akan tetapi, setelah sampai hotel semuanya terbayar. Di lobi hotel kami di sambut dengan pemandangan kandang-kandang hewan yang dihiasi lampu-lampu, juga kolam ikan yang besar. Konsep hotelnya keren banget menurut saya, karena memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.


Meski menginap di Baobab Safari Resort, kami enggak berwisata di Taman Safari Prigen. Alasannya karena beberapa waktu lalu, kami baru saja jalan-jalan ke Taman Safari Bogor. Agar suasana liburan kami berbeda, kami pun memutuskan untuk berwisata ke Jatim Park Malang. Di sana kami mengunjungi Dino Park dan Millenial Glow Garden. Sayangnya, saat di Dino Park sempat hujan besar, hingga pakai payung pun tetap basah. Saran saya, jika ingin mengunjungi Dino Park, baiknya masing-masing membawa jas hujan saja, karena lebih efektif. Paling tidak, kita masih bisa menikmati beberapa spot meskipun hujan.

jatim park 3
Salah satu instalasi keren di Millenial Glow Garden

Kekecewaan kami karena enggak bisa menikmati Dino Park terbayar ketika mengunjungi Millenial Glow Garden. Di tempat ini banyak instalasi lampu dan hologram yang cantik dan interaktif. Tempat ini mirip Teamlab Borderless yang ada di Jepang. Anak-anak senang sekali main di sini. Saya pun puas berfoto-foto. Beruntungnya, kami datang disaat week days. Millenial Glow Garden bagai milik kami sendiri karena sepi banget,wkwkwk.


Kembali ke hotel, kami memutuskan untuk menikmati suasana di hotel saja. Anak-anak berenang, sementara saya memilih menikmati suasana hotel yang asri sambil melihat tingkah hewan-hewan yang menarik. Jika ingin melakukan pengalaman yang berbeda, pihak hotel menyediakan fasilitas berfoto sambil memberi makan jerapah atau badak. Pihak hotel bahkan menyediakan fasilitas Breakfast with Giraffe. Anda tertarik untuk mencobanya?


Melanjutkan perjalanan, kami sempatkan makan siang di restoran dengan suasana di tengah hutan sebelum meninggalkan Malang menuju Semarang. Saat di Semarang, kami lebih memilih untuk istirahat di hotel, lalu berwisata kuliner menikmati sajian khas kota Semarang sebelum pulang ke Bogor. Menikmati lumpia dan gelato jadi pilihan kuliner kami ketika di sana. Kota ini memang selalu meninggalkan kesan bagi kami.


Budget Road Trip ke Malang


Selama perjalanan dari Bogor ke Malang, kami menginap di tiga kota, yaitu Semarang, Solo dan Pasuruan. Kami sengaja memilih menginap di Pasuruan, karena sudah lama kami ingin menginap di Baobab Safari Resort yang cukup hits,hehe.


Di tiga kota tersebut tentu saja kami membutuhkan akomodasi selama singgah di sana. Kalau dihitung-hitung, budget roadtrip ke Malang yang kami habiskan sekitar 10jutaan. Kayaknya kok banyak banget, ya? Tapi enggak kok, mengingat kami pergi berlima selama kurang lebih lima hari. Budget sebesar itu, saya kira sepadan.

Untuk rincian pengeluaran selama roadtrip ke Malang kemarin, bisa dilihat di bawah ini:

budget liburan
Budget roadtrip ke Malang

Untuk menghemat biaya perjalanan, sebetulnya bisa ditekan di budget hotel. Itu kembali ke masing-masing keluarga, karena sebetulnya di kota-kota tersebut juga masih banyak hotel dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan yang saya sebutkan di atas. Supaya budget liburan enggak kebobolan, bisa juga  simak tips saya di postingan mengatur budget liburan keluarga ini.


Roadtrip ke Malang menjadi pengalaman baru terutama bagi ketiga anak saya. Alhamdulillah selama perjalanan, kami nyaris enggak menghadapi kendala ataupun drama. Meskipun sempat hujan ketika kami berwisata, namun anak-anak masih sangat menikmati liburannya. Semoga pengalaman ini bisa membantu Anda yang berniat melakukan perjalanan bersama balita Anda, ya!





Komentar

  1. Seru banget liburannya. Infonya bermanfaat banget. Thx ya

    BalasHapus
  2. wah asyiknya ya kalau bisa jalan2 sama anak2 walau agak ribet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,hehe... tapi alhamdulillah tetap senang :)

      Hapus
  3. Aku trakhir road trip sampai ke Jawa timur itu 2013. Kangen jugaa mba 🤣. Tapi dulu anak masih 1, kalo skr udah 2, si adek paling mentok road trip nya cuma sampe Jogja 😄.

    Baobab safari ini udh lamaaa aku incer. PengeN banget kalo ke sana staynya di hotel ini. Pengen rasain sarapan Ama jerapah gimana rasanya . Anak2 pastinya happy banget aku yakin.

    Mungkin kalo sampe 2022 traveling ke LN masih susah, aku bakal alihkan budget untuk road trip lagi deh 😁. Yg jauh sekalian .. memang seru sih ya mba. Apalagi bisa ngerasain wiskul dari berbagai kota, nginep di berbagai macam hotel. Itu hobi kami sekeluarga sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... seru bgt hobi traveling sekeluarga :). Iya Mbak, worth kok. Aku enggak sarapan sama jerapah, soalnya takut dijilat, wkwkwk. Lumayan membahagiakan lah walaupun enggak bisa ke luar negeri. >○<

      Hapus
  4. Bawa balita road trip memang susah-susah gampang ya Mbak. Tapi memang seru ya bawa mereka jalan-jalan jauh dengan mobil.
    Saya jadi ingat waktu kecil, sering road trip begini juga bareng keluarga dari Bogor ke kota-kota di Jawa dan Bali.
    Lebih seru, lebih hemat, lebih banyak tempat yang bisa dikunjungi. Apalagi Kami biasanya menginap di rumah saudara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul... dan lebih banyak yang bisa dilihat ya Mbak, daripada naik moda transportasi yang dari titik ke titik. :)

      Hapus
  5. Lumayan ya mbak, tol bogor-malang habis segitu, tapi lebih cepet akses tol ya, nggak capek di jalan, bisa maksimal liburannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... tapi kalau dibanding naik pesawat, jauh lebih murah buat kami. Soalnya anggota keluarganya lumayan banyak,hehe

      Hapus
  6. Semoga komen kali ini masuk 😀...

    Aku terakhir trip ke JaTim 2019 lalu. Jatim Park selalu jadi tempat wisata paling favorit buatku. Masih penasaran sama Millenial Glow Garden.

    BalasHapus
  7. Seru banget ini, lengkap lagi sempat singgah di Solo dan menginap di Baobab Hotel yang ternama juga ke Jatim park. Memang perlu dibuat nyaman bepergian dengan balita ya apalagi dari Bogor ke Malang. Semoga sehat selalu sekeluarga, Mbak...Ditunggu cerita seru lainnya

    BalasHapus
  8. Wah lumayan juga ya 10 jutaan
    Tapi worth banget buat anak anak happy yang bisa jadi kenangan
    Kalau saya malah mau roadtrip Surabaya-Bandung
    Bisa enggak ya?!

    BalasHapus
  9. Makasi banget sharingnya, jadi ada gambaran buat mempersiapkan trip bareng keluarga. Seru banget agendanya ya, rame pasti bawa krucils 3. Hihi..

    BalasHapus
  10. Tentu beda ya kalau travelling sama balita, harus ada printilan yang harus disiapkan dengan cermat

    BalasHapus
  11. Asik ini sisa jalan-jalan tahun baruan ya, staycation adalah pulihan tepat saat gak mau nginep di rymah kerabat atau teman. Apalagi bawa balita, kenyamanan adalah hal palung penting. Rekomend banget kalau ada playgroundnya.

    BalasHapus
  12. ah seru banget mbaaa liburannya. jadi mupeng deh pengen ke malang jugaaa

    BalasHapus
  13. Road Trip bareng anak-anak memang lebih ribet ya dari segi printilan bawaan tapi menyenangkan kok, aku aja meskipun udah remaja kalau mudik alias road trip ke Jember & Banyuwangi bawaannya segunung hahaha, tapi belum sempet nih mampir ke Malang, next setelah mudik ke Jember mau mampir ke Malang ah! Makasih mbak infonya terutama budget-nya.

    BalasHapus
  14. mbak aku kaget lihat biaya tolnya 1,5 juta. maklum di sini nggak ada jalan tol jadi nggak tahu deh biayanya berapa. trus yang baobab safari itu aku baru dengar juga nama tempatnya kayaknya bagus banget yaa tempatnya

    BalasHapus
  15. Seruu ya mbaa. Saya jg pengen lagi nih ke Baobab hahaha. Tapi sekarang mahal beut hotelnya hahaha. Dulu dapat harga promo berasa bersyukur bangett

    BalasHapus
  16. Seru dan mantap sekali...bepergian dengan penuh perencanaan begini, selain bikin happy family juga happy keuangannya. Pengalaman yang takkan terlupakan anak-anak yaa.. perjalanan santai dan penuh semangat ke Solo lalu Malang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja.  Baca juga:  MENCUCI DENGAN SABUN LERAK Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa? Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah.

BERKUNJUNG KE KEBUN RAYA BOGOR DI TENGAH PANDEMI

Sejak corona merebak, praktis selama nyaris lima bulan, kami betul-betul di rumah saja. Pergi ke minimarket pun bisa dihitung pakai jari satu tangan. Saya yang biasanya lebih suka di rumah, bahkan sudah mulai jengah. Indikatornya terlihat ketika saya gampang banget marah-marah. Si sulung juga mulai rungsing, pasalnya saya enggak izinkan ia untuk main sepeda sama teman-temannya. Bukan apa-apa, anak-anak masih sangat teledor menjaga kebersihan. Pernah sekali saya izinkan si sulung dan si tengah untuk main bareng teman-temannya. Baru beberapa menit keluar, maskernya sudah entah kemana. Saya dan suami memang berencana untuk mengajak anak-anak untuk berwisata ke Kebun Raya Bogor. Pertimbangannya karena lokasi yang dekat dengan rumah ditambah ruang terbuka yang kami asumsikan lebih aman untuk menjaga diri dari paparan corona. Itu pun maju mundur. Baru berniat pergi di awal minggu, tiba-tiba lihat di media kasus corona bertambah lebih dari seribu. Ciut saya tuh ... daripada