Langsung ke konten utama

CARA MEMBANGUN MOTIVASI ANAK

 
Motivasi Anak

Orang tua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi orang yang sukses. Saya pribadi misalnya, berharap anak-anak saya bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan di masa depan. Paling enggak, mereka punya dorongan untuk terus menerus menjadi orang yang lebih baik. Keinginan semacam itu enggak akan bisa terbangun tanpa adanya motivasi. Menurut riset yang pernah saya baca, motivasi intrinsik atau dorongan yang datang dari dalam diri, akan jauh lebih kuat dan bertahan pada diri seseorang dibandingkan motivasi dari luar. Namun, membangun motivasi anak tentu enggak mudah.

Terkadang prosesnya agak serba salah, terlalu mendorong bisa membuat anak merasa tertekan. Akan tetapi, jika kita terlalu memberi keleluasaan, enggak semua anak mampu untuk bisa menumbuhkan motivasinya sendiri. Itu kenapa peran orang tua sangat penting. Bukan hanya sebagai role model, tapi juga sebagai pemantik motivasi anak itu sendiri.

Mengapa Motivasi Intrinsik Lebih Bertahan?

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan individu. Motivasi intrinsik mendorong individu untuk bergerak aktif ke arah tujuan tertentu tanpa harus ada rangsangan dari luar. Motivasi ini hadir karena adanya minat, hasrat dan cita-cita masing-masing individu.

Karena dorongannya yang berasal dari dalam diri, motivasi intrinsik akan lebih bertahan dalam diri seseorang karena terkait langsung dengan value dan keinginannya. Beberapa penelitian juga menunjukan bahwa motivasi intrinsik mendorong orang untuk lebih tekun dan pantang menyerah untuk mencapai tujuannya.

Cara Membangun Motivasi Anak

Meskipun berasal dari dalam diri, bukan berarti motivasi intrinsik enggak bisa dipantik dari luar. Sebagai orang tua, kita bisa lho membantu anak untuk menumbuhkan motivasi intrinsiknya. Dari pada hanya sekadar memberi reward berupa hadiah atau pujian, orang tua dapat menjadi fasilitator bagi anak untuk menemukan insight dan tujuan hidup. Kesadaran akan tujuan hidup ini yang kemudian bisa menumbuhkan motivasi anak dari dalam.

Bagaimana cara membangun motivasi anak?

Dilansir dari The Big Life Journal ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menumbuhkan motivasi anak, yaitu:

Bantu anak menemukan passion-nya

Sebelum menumbuhkan motivasi itu sendiri, anak tentu perlu mendapat gambaran yang jelas terkait tujuan hidupnya. Logika sederhananya adalah bagaimana seseorang mau terdorong mengejar sesuatu sedangkan ia sendiri enggak tahu mau mengejar apa. Mulailah dengan mengajak anak membuat daftar hal-hal yang ia sukai dan hal-hal yang ia kuasai. Kemudian, ajak anak untuk menyelami daftar tersebut, kira-kira apa yang paling ia suka dan bisa ia lakukan hingga masa yang akan datang.

Mengajak anak untuk membuat gol

Sudah menemukan hal yang menarik minat anak, lalu apa lagi? Ajak anak untuk membuat gol atau tujuan hidup. Saya ingat bagaimana ayah saya menyuruh kami, anak-anaknya, untuk selalu membuat tujuan hidup tertulis. Secara berkala, ayah saya akan meminta kami mengevaluasi sejauh mana gol tersebut tercapai dan apakah masih relevan di masa depan. Kebiasaan ini sangat membantu saya saat ini. Alhamdulillah, saya hampir enggak pernah hilang tujuan hidup. Meski enggak selalu tercapai, namun saya selalu tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini.

Kebiasaan ini sedikit demi sedikit saya terapkan pada anak-anak saya. Dengan harapan, mereka mendapat gambaran yang jelas tentang keingianan dan cita-cita mereka nanti. Jika sudah begitu, urusan motivasi seharusnya enggak menjadi masalah, karena tujuan itu yang akan memberi dorongan pada mereka sendiri.

Mendorong dan memfasilitasi anak untuk berpikir sendiri

Saat mengajak anak untuk menelaah tujuan hidupnya, jangan tergoda untuk menyetir anak. Ingatlah bahwa ini kehidupan anak kita. Jangan jadikan mereka perpanjangan mimpi-mimpi pribadi kita yang belum tercapai di masa lalu. Alih-alih mengarahkan anak pada bidang tertentu, bagaimana kalau mengajak anak untuk menemukan keinginannya sendiri?

Tetapi, bagaimana kalau anak saya enggak tahu apa yang ia inginkan?


Ajak anak untuk mengeksplorasi banyak bidang untuk membantunya mengenali minat dan bakatnya

Menurut saya,  menentukan gol memang enggak bisa ditentukan sekali jalan. Jangankan anak-anak, kita yang dewasa pun butuh sedikit waktu, bukan? Bersabarlah sambil terus bantu anak untuk menemukan apa yang benar-benar ia inginkan. Saya teringat sebuah materi yang dibawakan di sebuah seminar parenting. Narasumber seminar tersebut menyebutkan, sebelum usia remaja, penting bagi anak untuk mencicipi berbagai kegiatan yang beragam dalam hidupnya. Dengan begitu, saat ia memasuki usia remaja, ia diharapkan sudah dapat memiliki kematangan tujuan. Jadi, bagi saya dan Anda yang anaknya belum mencapai usia tersebut adalah saat yang tepat untuk memberikan stimulasi kegiatan seberagam mungkin pada ananda. Hal ini akan membantu mereka mendapat gambaran tentang keinginan mereka di masa depan dan apa yang menarik minat mereka.

Berkolaborasi

Ketika anak sudah menemukan apa yang ia inginkan, ajak ia untuk menuliskannya. Kalau perlu, bersama Anda, ananda bisa membuat semacam "papan mimpi" untuk memvisualisasikan mimpinya di masa depan. Kegiatan ini akan mengasyikan dan secara enggak sadar, menuliskan mimpi seperti ini juga membantu menumbuhkan motivasi anak untuk mencapai tujuannya.

Ditulisan saya yang lalu, saya sempat bercerita tentang timeline mimpi yang saya buat ketika SMA yang enggak pernah saya intip-intip, tetapi secara enggak sadar ternyata saya bergerak mewujudkan mimpi-mimpi saya tersebut. Menuliskan mimpi, mendorong untuk mewujudkan keinginan bahkan tanpa kita sadari. Hal ini juga didasari oleh sebuah penelitian pada sekelompok subjek yang diberikan stimulus berupa tulisan-tulisan di poster. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk melihat apakah afirmasi melalui tulisan-tulisan poster dapat mengubah perilaku subjek penelitian setelah rentang waktu tertentu. Terbukti setelah beberapa tahun, subjek penelitian mengalami perubahan perilaku sesuai dengan tulisan-tulisan di poster.

Menuliskan keinginan ternyata dapat membentuk dorongan yang mengarahkan seseorang pada tujuan yang tertera pada tulisan tersebut bahkan tanpa orang tersebut menyadarinya. Maka, letakan papan mimpi di tempat yang mudah ditemukan anak untuk membantu membangun motivasi anak.

Hindari terlalu mengatur

Saat membuat papan mimpi, bebaskan anak kita untuk berkreasi. Papan ini akan menjadi papan istimewa untuk mereka. Jadi biarkan papan ini dibuat sesuka hati yang hasilnya dapat ia nikmati. Papan mimpi ini haruslah dapat menarik perhatian ananda setiap hari. Afirmasi positif yang diberikan oleh papan mimpi enggak akan berdampak jika ananda enggak merasa tertarik dengan papan mimpi buatannya. Jadi, selain penempatannya yang strategis, papan ini juga harus mampu menarik perhatiannya untuk dilihat setiap hari.

Masa depan
Beri ruang bagi anak untuk menentukan sendiri mimpinya, hindari terlalu mengarahkan anak.


Ajak anak mengevaluasi

Pasti ada masa dimana anak merasa demotivasi. Ia merasa gagal karena enggak berhasil mencapai apa yang ia harapkan. Di saat demikian, ingatkan anak akan goal yang ia buat di papan mimpinya. Bantu anak untuk menghargai setiap proses yang telah ia lalui. Ajak anak untuk merefleksi, apakah gol-nya masih sesuai dengan kondisi ia sekarang. Enggak masalah untuk mengubah arah tujuan jika memang mimpi tersebut kurang relevan dengan kondisi anak. Namun, tekankan bahwa kegagalan enggak membuatnya menjadi pribadi yang enggak berharga. Setiap kegagalan adalah pembelajaran yang mendorong kepada keberhasilan.

Sikap orang tua pun membawa peran. Meski sesungguhnya kita juga merasa kecewa dengan hasil yang diperoleh anak, upayakan untuk menyembunyikannya dari anak. Anak dan orang tua sama-sama menikmati proses, bukan hanya fokus pada hasil.

Membangun motivasi anak dimulai dengan mengajak anak menetapkan tujuan dalam hidup. Ajak anak untuk menemukan minat dan keahliannya. Lalu, ajak anak untuk menentukan gol di masa depan. Dengan mengetahui apa yang benar-benar ia inginkan, motivasi anak pun akan terbentuk dari dalam karena dorongan untuk menggapai apa yang ia inginkan. Anak akan terbentuk menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah untuk menggapai cita-citanya.



Komentar

  1. salah satu bentuk nyata dari pentingnya peran orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya salah satunya dengan membangun motivasi anak. dari artikel ini saya banyak belajar ternyata cara membangun motivasi anak tidak melulu dengan memberikan reward aja. bagus banget nih ulasannya buat dibaca dan diterapkan oleh para orang tua yang pengen ikut andil dalam pendidikan anak-anaknya.

    BalasHapus
  2. Seru-seru! Motivasi intrinsik itu yang muncul dari dalam diri sendiri gitu kan ya? Emang paling enak kalau anak udah nemu apa yang paling dia minati, pasti serius dan niat sendiri menekuninya..

    BalasHapus
  3. Wiwin | pratiwanggini.net8 Februari 2022 21.08

    Dengan anak pertama saya mengalami roller coaster soal membangun motivasinya, apalagi ketika ayah dan anak memiliki tujuan yang tak sejalan. Tapi berkah perbaikan komunikasi, alhamdulillah sekarang semua bisa sejalan. Dampak positifnya si kakak lebih semangat dan lebih terbuka, kami sebagai ortu juga lebih tenang dan semangat memberikan dukungan.

    BalasHapus
  4. wah terima kasih sharingnya, mbak. kebetulan anakku umurnya 4 tahun kayaknya sudah mulai bisa ya diajarin cara memotivasi diri kayak gini. trus kulihat cara ini juga bisa dipakai buat diri sendiri agar bisa mencapai hal-hal tertentu dalam hidup kita

    BalasHapus
  5. Banyak sekali belajar dari anak.
    Bahwa ada banyak sikap kita yang mungkin mengecewakan mereka. Tapi dengan membaca artikel parenting begini, jadi semakin mengingatkan akan pengasuhan yang dilakukan sepanjang masa, tanpa henti.

    BalasHapus
  6. Bener ya teh cempaka, motovasibyg dibangun dari dal itu lebih lama bertahannya. Walaupun sering saya ketika jadi orangtua khilaf karena ingin cara cepat, anak2 ceoeat nurut jadi sekadar perintah dan menghindarkan Omelan ortu. Ya Allah Rabbi habbliminassolihij ya .semoga kita dikaruniai anak yg kuat fisik mentalnya juga

    BalasHapus
  7. Benar sekali. Bila anaknsudah tahu apa yang ia mau, tidak akan ada kebingungan berarti ketika tiba waktunya untuk kuliah.

    BalasHapus
  8. Usaha orang tua dalam memberi support yakni membantu anak dalam mencari passion atau minatnya. Bener banget...ortu harus mendampingi dan ikut mengarahkan ya mba, agar anak lebih yakin lgi dengan kemampuannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai! Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan tinggalkan komentar untuk saran dan masukan atau jika Moms menyukai tulisan ini. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar yah dan komentar Moms akan dimoderasi untuk kenyamanan pembaca blog ini. Salam! (^,^)

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT ECO ENZYME

Setelah berkomitmen untuk belajar gaya hidup hijau, keluarga kami mulai mengkonversi segala produk yang dapat merusak lingkungan, salah satunya adalah sabun. Setelah berhasil membuat sabun lerak, saya pun penasaran membuat jenis sabun lainnya. Kali ini sedikit lebih ekstrem, saya membuatnya dari sampah organik rumah tangga. Dari sampah bisa jadi bahan pembersih? Masa sih? Bisa saja.  Baca juga:  MENCUCI DENGAN SABUN LERAK Dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, eco enzyme atau cairan organik dari olahan sampah organik rumah tangga bisa dibuat sebagai bahan pembersih. Apa itu eco enzyme? Eco enzyme adalah hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar,dll). Saya pribadi belum berani bikin dari ampas dapur yang aneh-aneh. Saya buat dari kulit buah jeruk dan apel. Agar hasil eco enzyme-nya wangi,hehe. Cara membuat eco

MENGATASI DERMATITIS ATOPIK PADA ORANG DEWASA

Moms yang punya anak bayi mungkin sudah familiar dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eczema. Dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal yang kemudian menyebabkan kulit menjadi kering keabuan dan pecah hingga berdarah. Kondisi dermatitis atopik ini umumnya muncul pada bayi dan menghilang seiring dengan pertambahan usia anak. Tapi, tahukah, Moms, kalau ternyata dermatitis atopik juga dapat menyerang orang dewasa? Itulah yang terjadi pada saya, riwayat alergi dan asma yang menurun dari si mamah membuat saya menderita penyakit kulit ini.  dermatitis atopik pada orang dewasa biasanya muncul pada rentang usia 20-30an. Awalnya kulit saya biasa saja. Namun, sekitar tahun 2016, muncul beberapa lenting kecil di jari manis yang kemudian menyebar di seluruh tangan kiri. Lenting atau benjol kecil iti biasanya pecah atau mengering sendiri menjadi kulit yang terkelupas. Tak jarang, kulit terkelupas ini juga meninggalkan luka yang sampai berdarah.

BERKUNJUNG KE KEBUN RAYA BOGOR DI TENGAH PANDEMI

Sejak corona merebak, praktis selama nyaris lima bulan, kami betul-betul di rumah saja. Pergi ke minimarket pun bisa dihitung pakai jari satu tangan. Saya yang biasanya lebih suka di rumah, bahkan sudah mulai jengah. Indikatornya terlihat ketika saya gampang banget marah-marah. Si sulung juga mulai rungsing, pasalnya saya enggak izinkan ia untuk main sepeda sama teman-temannya. Bukan apa-apa, anak-anak masih sangat teledor menjaga kebersihan. Pernah sekali saya izinkan si sulung dan si tengah untuk main bareng teman-temannya. Baru beberapa menit keluar, maskernya sudah entah kemana. Saya dan suami memang berencana untuk mengajak anak-anak untuk berwisata ke Kebun Raya Bogor. Pertimbangannya karena lokasi yang dekat dengan rumah ditambah ruang terbuka yang kami asumsikan lebih aman untuk menjaga diri dari paparan corona. Itu pun maju mundur. Baru berniat pergi di awal minggu, tiba-tiba lihat di media kasus corona bertambah lebih dari seribu. Ciut saya tuh ... daripada