Langsung ke konten utama

Postingan

DRAMA GAGAL INDUKSI DAN PROSES MELAHIRKAN CAESAR

Postingan terbaru

A CUP OF TEA FOR WORKING MOM: KETIKA IBU MERAPAL MANTRA IKHLAS

Saya terbangun pukul 4 pagi. Bergegas masak menyiapkan segala keperluan MPASI kakak, mulai dari makan 3 kali sehari, 2 kali cemilan hingga memerah simpanan ASI. Selesai memandikan buah hati, saya membersihkan dan mempercantik diri. Meski saya tahu, motoran dengan suami sejauh 25 kilometer selama satu setengah jam ke kantor saya di pusat Jakarta tidak akan membuat saya wangi lagi. Saya pun bekerja hingga lewat waktu magrib, itu kalau tak ingin esok hari saya kerja hingga lepas isya. Belum lagi ketika tugas kantor mengharuskan saya pergi 2-3 hari, meninggalkan si kecil, yang ketika saya tiba kembali enggan saya peluk karena tidak mengenali umminya.
Ini adalah sekelumit kisah yang saya tinggalkan empat tahun yang lalu. Ketika tidak banyak pilihan karena penghasilan saya ikut serta membayar cicilan. Kalau tak mau "engap" dan hidup lara, penghasilan harus datang dari dua bejana. Namun, saya bersyukur, karena Allah membukakan jalan bagi keluarga kami. Agar saya tidak perlu lagi …

KONMARI DAN TENTANG HIDUP MERASA CUKUP

Saya enggak ingat kapan pertama kali mengenal metode KonMari. Kalau enggak salah, awalnya saya temukan dari video youtube. Sejak awal tahu KonMari, saya tuh sudah tertarik dengan konsep ini. Bukan apa-apa, sejak dulu saya agak bermasalah dengan kerapian.
Akhirnya, saya pun mencari referensi tentang metode KonMari ini. Refensi pertama saya dapatkan dari sumbernya langsung (enggak langsung-langsung banget sih), buku The Life-Changing Magic of Tiding karya Marie Kondo. Tapi selesai baca buku ini, saya malah merasa pingin mundur teratur.
Waktu itu saya masih tinggal di rumah orang tua dan saya akui, kami memang kurang bijak dalam membeli barang sejak dulu. Itu kenapa rumah kami penuh dengan barang, yang sebagian besar mungkin enggak kami pakai. Saya bahkan pernah menemukan baju dengan label harga masih tergantung di lehernya teronggok enggak terpakai di lemari.
Sedih saya tuh... tapi merasa enggak bisa berbuat apa-apa karena merasa semuanya sudah terlanjur. Beberes pun ujung-ujungnya te…

MENDIDIK ANAK PEREMPUAN TANGGUH

"Kak... ummi minta waktu sebentar ya... ummi mau kerja," ujar saya sambil menekuni laptop di depan saya. "Kerja? Yang kerja kan abi. Emang ummi bisa kerja?" ujar si sulung polos.
Sebuah kalimat sederhana yang kemudian menampar saya. Selama ini saya berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga yang baik dan selalu ada bagi anak-anak sudahlah cukup. Menjadi pribadi yang baik sebagai ibu adalah contoh yang patut. Namun, ada ganjalan dalam diri, ketika anak perempuan saya beranggapan bahwa ibu enggak bisa bekerja selayaknya seorang ayah.
Memang kemuliaan seseorang enggak hanya dilihat apakah dirinya berpenghasilan uang atau enggak. Tapi, tetap saja... poinnya bukan pada menghasilkan uangnya, namun keberdayaan diri dan kemampuan untuk bisa berbuat sama seperti yang dilakukan oleh kaum adam.
Sebagai ibu, saya ingin anak-anak perempuan saya tumbuh menjadi pribadi mandiri, tangguh dan percaya diri. Namun, bagaimana caranya untuk mendidik anak perempuan tangguh?
KEISTIMEWAAN AN…

AGAR RESOLUSI TAHUN TAHUN BARU TAK KANDAS DI TENGAH JALAN

Sudah hampir di penghujung tahun, sudah berapa persen resolusi tahun 2019 yang sudah tercapai? Biasanya di awal tahun banyak dari kita yang sudah menyusun mimpi, tapi enggak sedikit yang berguguran dan akhinya kendor di tengah jalan.
Saya pribadi, sejak dulu selalu membuat resolusi di awal tahun. Sejak zaman sekolah sampai sekarang sudah jadi full time Mom, membuat resolusi alias goals tahunan jadi agenda wajib.
Memang Penting ya Bikin Resolusi Tahun Baru Buat Emak Rumah Tangga?
Sebagai emak rumah tangga kita pun perlu punya target. Target tahunan itu ibarat batu loncatan untuk bisa mencapai target kehidupan yang lebih besar. Artinya, selama status kita manusia, mau ibu rumah tangga, ibu kerja kantoran, ibu pedagang, bapak kantoran atau bapak rumah tangga, tetap perlu membuat resolusi tahunan. Memangnya Anda mau hidup berjalan di tempat?
BACA JUGA: SETIAP EMAK BERHAK BERMIMPI
Fitrahnya, setiap manusia pasti punya mimpi dan keinginan. Namun, masalahnya kebanyakan dari kita tuh bingung…

CERITA NUHA: KETIKA KAKAK BERTANYA TENTANG SURGA

"Mi, surga itu apa?" Si kakak tiba-tiba melontarkan pertanyaan. "Hmm... surga itu tempat yang istimewa. Cuma anak-anak baik dan sholeha yang bisa tinggal di sana," saya memeras otak memikirkan rangkaian kalimat sederhana yang mudah dipahami kakak. "..." hening si kakak sambil menunjukan ekspresi bingung. "Di surga ada banyak hal yang kakak sukai. Kalau kakak minta apapun, pasti Allah kasih," tambah saya. "Ada mainan?" tanyanya polos. "Ada" "Ada trampolin?" "Ada" "Ada es krim" "Ada" "Aku mau masuk surga," ujarnya sambil tersenyum dan berakhirlah diskusi kami.
Itu adalah sepenggal dialog saya dan kakak. Entah dimulai dari apa, kakak tiba-tiba bertanya tentang surga pada saya. Anak seusia kakak (4 tahun) memang sudah mulai kritis. Pola pikir yang berkembang juga membuat anak seusia kakak mulai mempertanyakan hal-hal yang lebih kompleks. 
Seperti curhat salah satu tetangga, ketika anaknya d…

5 JURUS MENGHADAPI "MOM SHAMING"

"Bu, ini kuping anaknya enggak pernah dibersihin, ya? Sampai kotor banget begini," kata salah satu dokter anak yang pernah menangani si kakak.
"Kasihan ya... si adik masih kecil, umminya udah  hamil lagi," celetuk tetangga ketika tahu saya hamil.
"Itu enggak ada baju yang lain? Anakmu dipakein baju sudah kumal begitu," 
"Duh... itu dedeknya nangis terus. Ibunya mana?"
"Anak-anak sering di bawa keluar, Bu... kan bagus sering kena matahari,"
Sebagian besar dari kita pasti pernah deh menerima komentar semacam itu, mau di depan atau di belakang kita. Apalagi dengan budaya kepo dan ikut campur yang kental banget di Indonesia, mengomentari cara orang lain mengurus dan mendidik anak sudah jadi hal yang sangat lumrah. 
Kalimat-kalimat  di atas adalah sebagian kecil komentar yang saya terima dari berbagai pihak terhadap cara saya mengurus kakak dan adik. Ada yang saya terima dari orang tua, keluarga, tetangga bahkan orang random yang saya engg…